Perawatan Motor Setelah Mudik, Pastikan Bagian-bagian ini…

Motorisblog.com – Perawatan motor setelah mudik. Om Bro…!! Perjalanan mudik menggunakan motor tentunya menimbulkan penurunan performa pada si motor itu sendiri. Dapat di pahami karena setelah menempuh perjalanan panjang, itu artinya motor telah bekerja amat keras. Apa lagi ada kecenderungan perjalanan mudik memuat beban lebih banyak dan lebih berat dibanding perjalanan harian biasa.

PERAWATAN MOTOR SETELAH MUDIK

Dari viva.co.id, menurut Kepala Mekanik AHASS CMM Purwakarta, Muhammad Abdul Wakhid, saat perjalanan mudik, motor telah bekerja dengan maksimal. Apalagi ditambah dengan situasi jalan yang macet parah. Maka dari itu, seusai perjalanan mudik, motor harus di periksa ulang pada bagian-bagian berikut ini,

. Periksa kondisi oli mesin

Oli memiliki fungsi untuk melumasi, mendinginkan dan mencegah karat didalam mesin. Setelah perjalanan jauh dan berat, oli akan lebih mudah rusak dibanding perjalanan harian biasa. Bahkan tak jarang volume oli pun menjadi berkurang setelah perjalanan mudik.

Bagi Mtb yang tidak memiliki keahlian khusus, Mtb lebih suka langsung mengganti oli saja selepas perjalanan mudik. Kecuali jika Mtb yakin kondisi olinya masih benar-benar layak pakai.

. Periksa kondisi rem

Perawatan motor setelah mudik yang kedua adalah pemeriksaan rem.

Pada perjalanan jarak jauh, rem pun ikut bekerja keras. Apa lagi jika tekning pengeremannya kurang tepat (terus-menerus), tentu membuat kampas rem dan piringan cakram atau pun tromol menjadi sangat panas. Kampas rem pun tentunya lebih cepat aus dibanding pada pemakaian biasa sehari-hari.

Pastikan kondisi rem tetap normal dan ketebalan kampas rem masih layak pakai. Ganti jika kampas rem telah hampir habis.

. Periksa lampu-lampu

Om Bro…!! Aturan perlalu-lintasan di Indonesia mewajibkan lampu utama motor untuk selalu menyala siang-malam. Regulasi tersebut pun di dukung dengan kebijakan pabrikan yang membuat sistem penerangan motor menjadi Automatic Headlight On (AHO).

Meskipun pabrikan telah menyesuaikan segala sesuatunya, namun selayaknya ciptaan manusia tentu tidak ada yang sempurna. Seawetnya lampu, jika di tancap dalam waktu lama untuk jarak jauh, tetap saja berpotensi putus / rusak. Apalagi jika bohlamnya bukan original.

Mtb sendiri pernah mengalami kap lampu meleleh gegara memakai bohlam KW yang temperaturnya lebih tinggi dibanding bohlam original. Nah, Om Bro juga harus pastikan bahwa lampu motor ada dalam kondisi normal selepas mudik.

. Periksa kondisi ban

Sebelum berangkat mudik, sudah sepatutnya kita memeriksa kelayakan operasional ban. Nah, sepulang mudik, periksa kembali kondisi ban. Pastikan profil ban masih cukup tebal dan tidak ada benda-benda asing yang menempel.

Emang bisa terjadi?

Bisa saja, terutama untuk ban tubeles.

Pada umumnya, ban tubeless tidak akan langsung kempes sesaat setelah tertusuk benda tajam. Maka Om Bro tidak akan tahu kondisi sebenarnya jika tidak dilakukan pemeriksaan secara visual.

. Periksa setelan gas

Perawatan motor setelah mudik, berikutnya adalah pemeriksaan setelan gas. Pastikan putaran stasioner (langsam) standar.

Biasanya, pada perjalanan jauh dan kondisi mesin panas, langsam mesin akan cenderung naik. Maka setelah balik mudik, standarkan lagi langsamnya.

Setelan langsam yang terlalu rendah akan membuat mesin mati-mati dan sulit berputar langsam. Sementara jika setelannya terlalu tinggi, maka motor akan sulit dikendalikan. (Mtb – Perawatan motor setelah mudik).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: