Penyebab Shockbreaker Bocor Lagi Meski Sudah di Servis

Motorisblog.com – Om Bro…!! Tidak semua orang mau langsung mengganti baru ketika suspensi motornya telah rusak / bocor. Sebagian dari mereka ada yang memilih untuk memperbaikinya ke bengkel servis shock… Tapi setelah itu kadang muncul pertanyaan, apa penyebab shockbreaker bocor lagi setelah di servis??

Betul Om… Tak jarang shockbreaker yang telah di servis, tak lama kemudian kembali bocor. Yang pada akhirnya, kadang membuat si bengkel servis jadi di anggap tidak berkompeten oleh konsumen, lantaran hasil pekerjaannya (hasil perbaikannya) tidak bertahan lama alias tidak awet.

Tapi padahal tidak selalu demikian Om… Penyebab oli shockbreaker bocor lagi setelah di servis bukan hanya ditentukan oleh kompetensi mekanik / montir yang melakukan pekerjaan perbaikannya saja… Tapi juga ditentukan oleh kondisi shock-nya itu sendiri pada waktu sebelum dilakukan perbaikan.

Maksudnya begini Om… Jika saat itu penyebab kebocorannya hanya karena kerusakan sil saja, maka setelah sil-nya diganti baru, kemungkinan hasil perbaikan tersebut akan awet alias tahan lama. Namun jika ketika itu ternyata kondisi as shock-nya sudah rusak, maka hasil perbaikannya tidak akan awet, meskipun sudah diganti sil baru. Besar kemungkinan oli shockbreaker bocor lagi tak lama setelah dilakukan perbaikan… (Kelvin, pemilik bengkel spesialis peredam kejut ‘Kelvin PJRT’ Bandung, Jawa Barat – Kompas, 3/10/2019).

Jadi jika sekarang Om Bro bertanya, apakah shockbreaker bocor bisa di perbaiki?? Jawabannya adalah “bisa”. Namun hasil perbaikannya sangat ditentukan oleh kondisi awal shockbreaker itu sendiri sebelum dilakukan perbaikan. Jika kondisi as shock masih baik, kemungkinan hasil servisnya akan awet. Sebaliknya,, jika kondisi as shock sudah jelek, maka kemungkinan hasil perbaikannya tidak akan bertahan lama.

Selain kondisi shock, keawetan shock juga dipengaruhi oleh pemakaian. Jika motor sering digunakan untuk mengangkut beban berat, tentu shockbreakernya pun akan relatif lebih cepat rusak dibanding motor yang penggunaannya hanya untuk alat transportasi standar biasa.

Lebih dari itu, kondisi jalan pun turut berpengaruh pada keawetan shockbreaker. Artinya, jika jalanan yang Om Bro lalui setiap harinya adalah jalanan yang buruk, maka shockbreaker pun akan lebih cepat rusak dibanding motor yang digunakan di jalanan kota yang mulus.

Selanjutnya perkara kerusakan as shock, hal itu biasanya terjadi lantaran si pemilik motor tidak langsung memperbaikinya ketika shock mulai bocor. Karena keterlambatan itulah as shock rusak akibat kotoran dan kerikil halus yang menempel di sana. Itulah kenapa shockbreaker yang ada pelindung as di bagian dalamnya cenderung lebih awet dibanding shock yang terbuka tanpa pelindung.

Pada kondisi as shock telah rusak (baret-baret),, tukang servis shock biasanya akan mengakali dengan meng-amplas as shock supaya permukaannya rata kembali. Tapi pun demikian, hasil akhirnya tetap tidak dapat menjamin keawetan shockbreaker.

Begitulah Om… Kadang ada orang yang berfikiran bahwa ketika shockbreaker masih bisa diperbaiki, untuk apa beli shock baru??

Pada dasarnya pemikiran tersebut sah-sah saja… Tidak ada salahnya… Tapi pun demikian,, jika tingkat kerusakannya sudah parah,, ada baiknya Om Bro ganti saja dengan shock baru. Ketimbang bolak-balik di servis tapi hasilnya tidak awet… (Mtb).

Tinggalkan komentar