Rem cakram vario 125 2018

Penyebab Rem Blong Motor Matic dan Tips Motor Matic di Turunan Jalan

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb bukanlah pakar safety riding. Namun Mtb kira tidak ada salahnya jika Mtb sedikit berbagi perkara bahasan penyebab rem blong motor matic dan tips motor matic di turunan jalan…

Advertisement

Kejadian yang pernah Mtb alami sebenarnya bukan masalah rem blong. Tapi Mtb meluncur tanpa rem gegara ada tanah longsoran di atas aspal, tepat pada kondisi jalan menurun.

Bisa dibayangkan Om?? Beruntung kejadiannya dijalanan sepi… Di pegunungan… Sehingga tidak ada kendaraan lain yang tertabrak oleh motor sipanci punya Mtb…

Kejadiannya udah lama sih Om… Sekira 2-3 tahun lalu sewaktu Mtb masih kerja jadi motoris canvaser freelance. Namun Mtb teringat lagi, jadi pengen share pada Om Bro sekalian…

Tapi perlu diingat Om… Jika Om Bro mengalami kejadian serupa dengan Mtb, atau masalah lain semisal rem blong, tentu share Mtb ini tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya patokan dalam pemecahan masalah. Jelas Om Bro harus berimprovisasi dengan situasi yang tengah Om Bro alami sendiri. Jadi share Mtb ini hanya sekedar tambahan pertimbangan saja Om…

Hokeh Om… Kita cekidot bae ya…

Penyebab Rem Blong Motor Matic

Kalo bicara teknis, Mtb bukan ahlinya. Tapi kalo bicara tentang apa yang Mtb ciduk dijalan, Mtb rasa salah satu penyebab rem blong ialah jika rem di tekan secara terus-menerus dalam waktu lama. Iya Om… Dengan begitu, cakram / tromol akan menjadi panas sehingga daya cengkeram rem pun menurun, bahkan bisa jadi blong.

Pada motor manual, kurangnya daya rem dapat diakali menggunakan engine brake. Yaitu dengan menurunkan transmisi ke posisi gigi rendah sehingga mesin dapat membantu menahan putaran roda. Namun pada motor matic, hal itu tidak dapat dilakukan.

Lah iya Om… Efek engine brake pada motor matic tidaklah sebesar motor manual. Selain itu kita juga tidak bisa memindahkan ke gigi rendah karena sistem transmisi sudah secara otomatis di atur oleh mesin.

Tips Motor Matic di Turunan Jalan / Saat Rem Blong

Mencontoh pada kejadian yang pernah Mtb alami pada cerita di atas, berikut ini tips yang bisa Mtb bagi:

1. Jika terjadi rem blong atau rem tidak mampu menahan laju motor di turunan jalan, sebisa mungkin Om Bro jangan panik. Karena kepanikan akan membuat fikiran tidak jernih. Keputusan yang Om Bro ambil saat panik justru bisa salah dan membahayakan.

2. Jika kejadiannya adalah rem blong di jalanan datar, tutup gas dan arahkan motor ke permukaan tanah yang lebih tinggi (misalnya tanjakan – jika ada).

3. Jika kejadiannya di turunan jalan dan jika situasi tidak terkendali, maka bunyikan klakson panjang atau klakson berulang-ulang. Tujuannya ialah untuk memperingatkan pengguna jalan lain akan adanya bahaya yang tengah Om Bro alami.

Arahkan motor pada obyek yang sekiranya tidak terlalu berbahaya, misale area tanah berumput, atau gundukan pasir jika ada. Tabrakkan motor pada obyek tersebut agar Om Bro bisa berhenti tanpa luka yang terlalu parah. Hindari menabrak obyek berbahaya, misale pejalan kaki, kendaraan lain, atau benda-benda keras semisal tembok atau pagar besi.

Advertisement

Pada kejadian yang Mtb alami, kebetulan saat itu ada gundukan tanah. Jadi Mtb hajar saja itu gundukan tanah. Pun cara menabrakkannya bukan tepat di tengah ban depan, namun arah depan sisi kanan yang Mtb tabrakkan. Mtb kira jika ditabrak secara telak, motor Mtb justru bakal melompat kek motor cross… Yang artinya, hasil akhirnya justru akan lebih berbahaya.

Om Bro…!! Pada dasarnya setiap motor memiliki tiga┬árem, yaitu rem depan, rem belakang, dan pengereman mesin (engine brake). Sayangnya pada motor matic, efek engine brake tidaklah sekuat motor manual. Maka itu jika terjadi rem blong, motor matic cenderung lebih berbahaya dibanding motor manual.

Untuk menghindari resiko buruk akibat rem blong, pastikan Om Bro selalu memeriksa kondisi motor setiap kali sebelum melakukan perjalanan. Setidaknya periksa bagian-bagian berikut ini:

1. Lampu utama
2. Lampu sein
3. Lampu rem
4. Kelancaran putaran grip gas
5. Klakson
6. Rem
7. Kondisi dan tekanan angin ban
8. Kelancaran fungsi kemudi (stang)

Dengan begitu, resiko kecelakaan di jalan dapat diminimalisir.

Ketika melintasi jalan menurun, lihat situasi jauh ke depan. Bagi motor matic, pertahankan kecepatan jangan terlalu rendah supaya sistem transmisi tidak berpindah pada posisi netral. Alasannya ialah karena masuk dan netralnya transmisi motor matic tergantung pada rpm mesin. Sedangkan jika posisi transmisi ada dalam kondisi netral, maka tidak akan ada engine brake. Dengan demikian maka resiko rem blong pun jadi semakin besar.

Jika turunan terlalu curam dan Om Bro harus sangat memperlambat motor hingga transmisi menjadi netral, maka perhatikan cara pengeremannya…

Pada turunan jalan dengan kondisi normal, gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dan sama kuatnya. Namun jika kondisi jalanan agak licin, lebih diutamakan rem belakang… Gunakan rem depan sedikit saja untuk mengimbangi.

Kenapa??

Karena jika terlalu kuat menekan rem depan di jalanan licin, resikonya motor dapat tergelincir.

Betul Om… Pada jalanan datar normal, pengereman memang harus lebih kuat di depan. Namun di turunan jalan dan di jalanan licin, komposisi seperti itu justru membahayakan dan motor berpotensi terpelanting.

Kembali ke pengereman di turunan jalan…

Di jalan menurun, lakukan pengereman dengan cara tekan-lepas. Jangan menekan rem secara terus-menerus tanpa melepasnya. Karena jika ditekan terus menerus, cakram / tromol akan menjadi panas. Akibatnya rem dapat menjadi blong atau sebaliknya justru mengunci. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *