Penyebab Orderan Grab Sepi, Akun Grab Gagu/Anyep dan Solusinya

Motorisblog.com – Penyebab Orderan Grab Sepi – Om Bro…!! Perkara anyep dan gagu bagi Driver Grab bukanlah hal baru. Entah dikota besar atau pun kota kecil, fenomena itu selalu ada dan selalu menjadi momok yang sangat memuakkan.

Kenapa Mtb katakan memuakkan?

Nanti ada penjelasannya di bawah…

Om Bro…!! Jika kita bicara perkara penyebab orderan Grab sepi, sepertinya Om Bro sekalian sudah banyak yang tahu. Tapi (mungkin) belum banyak yang tahu perkara,

“berapa lama sih akun kita di gagu-kan/di anyepkan oleh Sistem Grab?”…

Hokeh, kita bahas…

Penyebab Orderan Grab Sepi

Om Bro…!! Berdasarkan dari apa yang Mtb pelajari selama menjadi Driver Grabbike, secara garis besar hanya ada dua hal yang menjadi penyebab Akun Grab anyep/gagu. Pertama adalah rendahnya jumlah permintaan dari konsumen, dan yang kedua adalah indikasi pelanggaran kode etik Grab oleh Driver.

Pada poin pertama, perkara minimnya jumlah permintaan, Mtb rasa hal itu hanya akan terjadi di kota-kota kecil, terutama kota yang merupakan area baru bagi transportasi berbasis online. So… di kota-kota besar, hal itu dapat di pastikan tidak (atau belum) pernah terjadi. Jadi masalah terbesar bagi para Driver online (khususnya Driver Grab) adalah masalah pelanggaran kode etik.

Sementara itu, masalah terbesar dari pelanggaran kode etik itu sendiri seringkali hanya berupa dugaan.

(Baru-baru ini Mtb baru saja menulis tentang masalah kode etik Driver secara (lumayan) mendalam. Silahkan Om Bro ke kolom pencarian. Judul artikelnya: Kode Etik Grab Terbaru…)

Yang intinya, seringkali kita dianggap melanggar kode etik (dianggap melakukan aktifitas yang mencurigakan) meskipun kita sudah bekerja dengan sejujur-jujurnya. Nah, klimaks dari “dugaan” itulah yang menurut Mtb sangat menjijikan.

Kenapa Mtb katakan “menjijikan?”

Karena setelah itu, akun kita akan di buat anyep (bahkan bisa sampai gagu) oleh Sistem Grab.

Lah, bukannya itu wajar? Wajar akun kita anyep… soale kan memang ada dugaan kecurangan?

Tentu saja tidak wajar. Itu kan baru dugaan… Apa Management Grab bisa membuktikan secara detail dan transparan?

Tentu saja tidak…!!

Naaaahhh… itu dia masalahnya…!! Kenapa kita harus menerima sanksi atas dasar sebuah dugaan? Sepatutnya, Driver hanya akan menerina sanksi ketika pihak aplikator dapat dengan jelas membuktikan secara jelas dan detail letak pelangarannya.

Yo wis lah… selengkapnya, Om Bro baca saja si artikel Mtb yang sebelumnya. Intinya, hingga saat ini Mtb masih beranggapan bahwa pihak Grab sendiri justru yang melanggar kode etik yang dia buat sendiri. Pihak Grab hanya mencari-cari alasan agar dia tidak harus membayarkan insentif pada drivernya.

Kenapa Mtb katakan begitu?

Karena Grab tidak transparan. Dia selalu berkoar-koar dengan istilah JUJUR, ADIL DAN TRANSPARAN, tapi dia sendiri tidak transparan. Tidak pernah memberikan bukti akan DUGAAN PELANGGARAN yang dia tuduhkan pada Mitranya.

Berapa lama akun anyep/gagu?

Jujur saja… Mtb syok saat mengetahui mengenai waktu penggaguan/penganyepan akun Driver oleh Grab sebagai konsekuensi atas DUGAAN PELANGGARAN tersebut di atas.

Sekali lagi Mtb tegaskan, mungkin sudah banyak yang tahu tentang hal ini, tapi pasti banyak juga yang belum tahu, terutama Driver baru. Bahwa ternyata, setelah kita DIANGGAP MELAKUKAN AKTIFITAS YANG MENCURIGAKAN, maka sejak itu akun kita bakal di bikin anyep/di bikin gagu oleh Sistem Grab selama 120 jam…

Whaaattt….!????

Iya…!! 5 hari 5 malam…

Informasi tersebut Mtb dapatkan dari salah satu Staff Grab area Priangan Timur saat pertemuan dengan Komunitas Trojan (Transportasi Online Banjar Patroman) di Rest Area Banjar Atas, beberapa hari lalu.

Intinya, bukan soal sanksinya yang membuat Mtb jijik, tapi perkara penetapannya yang hanya di dasari dengan dugaan.

Bagi Mtb dan Om Bro yang hanya menjadikan Grab sebagai sampingan, mungkin hal ini tidak akan terlalu jadi beban. Tapi bagaimana dengan Om Bro yang menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan utama?

Lantas, apa solusinya??

Dari beberapa rekan Mtb yang on bid di Bandung, mereka mengatakan bahwa masalah seperti itu hampir tidak pernah mereka alami di sana. Artinya, jika Om Bro kebetulan Driver yang menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan utama, maka Mtb sarankan untuk mencoba on bid di kota-kota besar. Dari situ nanti Om Bro bandingkan hasilnya. Jangan bergantung pada penghasilan Grab di kota kecil, karena sepengalaman Mtb, sistem Grab (khususnya di area Priangan Timur) SERING NGAWUR DAN NGACO!!

Apakah tidak ada solusi lain? Misalnya saja dengan membicarakan hal ini pada Customer Service di kantor Grab setempat?

Silahkan Om Bro coba… Jika ada Customer Service atau Staff Grab yang mampu memberikan solusi yang tepat, Mtb berani memberinya hadiah segelas kopi item. Wkwkwkwk…!!

Tapi ingat, solusi. Bukan ilusi. Soale seringkali ketika kita minta solusi, mereka hanya bisa memberikan ilusi dengan solusi yang tidak masuk di nalar. (Mtb – Penyebab Orderan Grab Sepi).

2 tanggapan untuk “Penyebab Orderan Grab Sepi, Akun Grab Gagu/Anyep dan Solusinya

  • 23 September 2018 pada 23:44
    Permalink

    Sama om saya akhir2 ini sering GAGU dan sepi orderan. Apa ini efek dari driver baru ya om? Pernah sekali waktu saya narik sehari secara mobile (berpindah-pindah) hanya dpt 1 orderan. Bagaimana ya om solusinya? Terima kasih 🙏

    Balas
    • 24 September 2018 pada 00:24
      Permalink

      Sampai saat ini belum ada solusi. Sistem Grab masih sangat berantakan. Banyak mencurigai Driver meskipun Driver jujur. Dan hal seperti ini sangat terasa efeknya di kota-kota kecil dimana jumlah konsumennya masih terbatas.

      Harapannya cuma satu, yaitu, Sistem Grab segera di perbaiki supaya bisa lebih spesifik dan tidak lagi salah sasaran dalam menuduh Driver.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: