Penyebab Motor Matic Injeksi Mati Mendadak dan Cara Menanganinya

Motorisblog.com – Motor Matic Injeksi Mati Mendadak. Cara yang paling mudah tapi paling berat untuk mengatasi motor mogok adalah, “dorong motor sampai bengkel terdekat”. Hahaha… Kampret lu!

Mtb pernah beberapa kali menjumpai penunggang matic (baik yamaha ataupun honda) yang tengah kerepotan karena mesin skuternya mogok. Termasuk Mtb sendiri pernah mengalami kejadian seperti itu. Mesin skutik Mtb tiba-tiba mati saat Mtb menutup gas.

Kadang (kalau lagi kumat) Mtb juga merasa skutik Mtb “nggak narik” saat Mtb buka gas. Di tarik gas kok rasanya malah kayak nge-rem, gitu?

Penyebab dari mogoknya skutik itu sendiri (semua motor pada umumnya) dapat beragam. Namun disini Mtb hanya akan menceritakan apa yang pernah Mtb alami.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa penyebab yang paling umum (khususnya pada motor matic).

1. Kompresi Bocor

Hasil bertanya pada mbah gugel, Mtb mendapat pencerahan bahwa kebocoran kompresi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kebocoran kompresi itu sendiri bisa diakibatkan oleh penggunaan BBM yang kotor. Kotoran dari BBM terbawa masuk keruang bakar sehingga menyumbat diantara piston dan dinding selinder.

Tapi Mtb sendiri sebenarnya kurang begitu yakin. Jika memang itu masalahnya, tentu kasusnya akan terjadi disemua tipe motor, bukan hanya skutik saja.

2. Mesin Kebanjiran Bensin

Hal ini paling banyak terjadi pada motor-motor jaman dahulu. Tapi tidak tertutup kemungkinan terjadi juga pada motor-motor baru. Hal itu ditegaskan dengan adanya petunjuk penanganan “mesin kebanjiran bensin” didalam buku panduan manual Honda Spacy FI, Honda Fit X dan Yamaha Vega R.

3. Injektor dan Saluran Bahan Bakar Kotor

Setelah mengalami mesin mati mendadak, segera Mtb bawa Spacy Mtb kesalah satu bengkel resmi Honda disekitaran Banjar, Jawa Barat. Dan dari mekanik disana, Mtb mendapatkan penjelasan bahwa injektor dan saluran bahan bakar motor Mtb kotor.

4. Mesin mengalami overheat (panas berlebih)

Mtb pernah mengalami hal ini pada saat mudik lebaran tahun 2012. Dalam perjalanan dari Tangerang – Banten menuju Ciamis – Jawa Barat dengan menunggang Vega R. Mesin Vega R Mtb tiba-tiba mati saat dalam kemacetan diruas jalan Soekarno – Hatta, Bandung.

Dengan agak susah payah Mtb menepi. Agak panik sih, tapi kemudian mesin bisa menyala kembali setelah istirahat selama beberapa menit.

Nah, bagaimana menanganinya saat mesin mati mendadak?

Bawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.

Hahaha… Di kira kasus pembunuhan kali, ya?

Hasil dari membaca buku panduan manual motor Mtb, penanganan masalah ini adalah,

Cara 1

. Topang motor dengan standar utama (standar tengah),

. Putar kunci kontak ke posisi “on”,

. Tekan tombol starter elektrik selama beberapa detik (jangan lebih dari 5 detik). Jika mesin hidup, segera tutup gas,

. Jika mesin tidak hidup, cobalah menyalakannya dengan cara normal

. Jika belum bisa juga, ulangi lagi dari langkah pertama,

Cara 2

. Putar kunci kontak keposisi off,

. Buka putaran gas keposisi terbuka penuh,

. Injak pedal kick starter (selah) beberapa kali,

. Kemudian on-kan kunci kontak,

. Nyalakan mesin dengan cara normal,

. Jika belum berhasil, ulangi dari langkah pertama,

Namun jika kedua cara diatas belum berhasil setelah beberapa kali, istirahatkan dulu motor untuk beberapa saat. Ulangi lagi setelah beberapa menit. Mungkin mesin mengalami overheat seperti kejadian Mtb diatas.

Apakah cara ini bisa berhasil?

Mtb berhasil pada Vega R Mtb, Spacy FI Mtb, dan Mio Sporty milik orang tak dikenal yang Mtb tolong ketika mogok dijalan.

Kemudian, jika cara diatas tetap tidak berhasil, berarti ada masalah lain yang lebih berat dan motor harus segera dibawa kebengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut artikel yang Mtb baca di www.hondacengkareng.com, berikut ini beberapa kemungkinan lain yang membuat motor mati tiba-tiba:

1. Tutup tangki tersumbat

Jika Om Bro perhatikan, ditutup tangki bahan bakar motor ada beberapa lubang kecil yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi udara. Jika lubang-lubang tersebut mampet, maka bensin tidak akan turun dengan lancar. Om Bro harus membersihkannya menggunakan angin bertekanan (angin kompresor).

2. Filter udara kotor

Fungsi dari filter ini adalah untuk menyaring udara bersih, supaya tidak ada debu/kotoran yang ikut masuk kedalam percampuran bahan bakar dengan udara. Jika ada (banyak) kotoran yang masuk kedalam sistem pengabutan, maka hal itu dapat menyebabkan tarikan motor menjadi berat dan dapat pula mengakibatkan mesin mati mendadak.

3. Setelan klep tidak tepat

Kerenggangan klep yang terlalu rapat juga dapat mengakibatkan motor mogok.

4. Komponen pengapian mati

Ada beberapa komponen yang berhubungan dengan sistem pengapian, diantaranya:

. Busi

Untuk pemeriksaan awal, Om Bro dapat membuka busi. Kemudian dengan busi terpasang ditopi (padudnya), tempelkan kepala busi pada body mesin. Jika api busi berwarna biru, berarti busi dalam keadaan baik. Namun jika api busi berwarna merah atau bahkan tidak ada percikan api, itu berarti busi sudah tidak layak pakai. Segera ganti busi sesuai dengan spesifikasi motor Om Bro.

. Koil

. Sepul

. CDI

CDI ini adalah otak dari pengapian.

Pada dasarnya, CDI bawaan pabrikan sangat awet, jarang terjadi kerusakan (kecuali jika Om Bro sudah menggantinya dengan CDI aftermarket).

Tapi walaupun begitu, bukan berarti CDI original tidak dapat rusak.

Nah, untuk 4 poin diatas, perbaikannya membutuhkan keahlian mekanis dan peralatan yang memadai. Jadi untuk Om Bro biker golongan “user” seperti Mtb, sebaiknya bawa motor kebengkel terpercaya untuk penanganannya.

Update 30 November 2017
OLI SUSUT KARENA KEBOCORAN KOMPRESI

Setelah selama 7 bulan melakukan observasi terhadap Honda Spacy FI milik Mtb, akhirnya Mtb mendapatkan jawaban yang sangat-sangat simple namun juga sangat-sangat vital. Ternyata, hal yang paling penting namun sering dianggap sepele adalah masalah volume oli yang berkurang.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan poin 1 diatas, yaitu perkara kebocoran kompresi. Oke, kita bahas satu-persatu,

. Kebocoran kompresi,

Secara teknis, Mtb tidak bisa menjabarkan dengan detail karena memang Mtb tidak memiliki keahlian mekanis. Namun secara sederhana, kebocoran kompresi adalah kondisi dimana ada celah antara piston dengan dinding silinder. (Jika salah, silahkan di koreksi).

. Hubungan antara kebocoran kompresi dengan volume oli mesin,

Dengan adanya kebocoran diantara piston dan dinding silinder, maka oli mesin dapat masuk keruang bakar dan ikut terbakar bersama bensin.

Tapi kok knalpot nggak ngebul?

Menurut hasil penelusuran Mtb, jika kebocorannya masih kecil, maka asap dari knalpot tidaklah tampak secara kasat mata. Namun hal itu dapat diketahui dengan susutnya volume oli mesin.

. Mitos mengenai penguapan oli,

Selama ini sudah banyak isu yang menganggap bahwa oli mesin dapat menguap. Padahal, menurut Mtb, hal itu adalah MITOS!!!

Mungkin benar oli mesin dapat menguap, tapi volumenya tidak akan signifikan. Mtb sudah belajar mengendarai motor sejak tahun 1994 dan memiliki / memelihara motor sendiri sejak tahun 2008. Artinya, sudah selama 9 tahun Mtb merawat motor. Dan selama itu, sekali pun Mtb tidak pernah mengalami yang namanya oli mesin menguap.

Bahkan, Mtb pernah mengadakan uji coba dengan cara tidak mengganti oli mesin selama 4 bulan. Nyatanya, pada saat Mtb ganti oli, penyusutannya tidak mencapai 50 ml. Dan hal itu masih lah sangat aman karena saat Mtb cek, volume oli masih berada diantara batas atas dan batas bawah stick penutup oli.

Lalu, apa yang membuat oli mesin menyusut secara drastis?

Ya itu tadi, masalah teknis semisal kebocoran kompresi.

MENGATASI MESIN MOGOK KARENA KEBOCORAN KOMPRESI

Sialnya, Mtb sangatlah lambat dalam menangkap masalah ini dari TKP. Mtb sudah sering mengalami mogok mesin dan sudah lama mengalami penyusutan oli mesin, tapi Mtb selalu ndablek. Selalu acuh…

Hingga suatu saat…

Mtb berangkat ke Jakarta dari Ciamis pada tanggal 6 September 2017 lalu, menunggang Honda Spacy 2013 kesayangan. Baru beberapa puluh kilometer perjalanan, Si Panci mogok di Tasik. Kemudian Mtb hidupkan kembali mesin Spacy dengan prosedur yang biasa Mtb lakukan seperti penjelasan diatas.

Sekira 2 bulan 12 hari di Jakarta, Mtb mengalami 2 kali mogok, tapi Mtb masih acuh saja.

Kemudian, pada tanggal 18 November beberapa hari lalu, Mtb meluncur dari Jakarta kerumah kakak di Batujaya, Karawang. Maksudnya mau mudik kembali ke Ciamis tapi kepengen mampir dulu kerumah saudara.

Esok harinya, Minggu, 19 November 2017, Mtb melanjutkan perjalanan dari Batujaya, dan… Si Panci kembali mogok di sekitar pasar Rengasdengklok.

Disini Mtb baru mulai menemukan ide…

Meskipun Mtb sudah menguasai Si Panci ketika mogok, namun Mtb juga ingin lancar serta selamat selama perjalanan. Mtb minggir, kemudian cek volume oli dan menghidupkan mesin kembali.

Saat di cek, volume oli masih berada diatas batas bawah. Artinya, seharusnya masih aman.

Mtb sempat berfikir akan melakukan service ringan (tune up) dalam perjalanan tersebut, tapi tidak jadi, mengingat jarak yang harus ditempuh masih sangat jauh. Jika Mtb service motor dulu, kemungkinan yang pasti Mtb akan kemalaman sampai Ciamis. Mana musim hujan pula…

Akhirnya Mtb hanya menyempatkan mampir ke AHASS Cemara Agung Motor dibilangan Klari, Karawang, untuk membeli sebotol oli AHM SPX2. Tanpa menunggu lama, Mtb segera isikan oli tersebut kedalam mesin hingga sekira sebanyak 200 ml, padahal saat itu volume oli masih lah cukup berada diambang batas bawah. Dan memang benar, saat Mtb cek ketinggian volumenya ternyata mencapai setengah panjang stick pengukur.

Tapi masa bodo! Mtb pengen tahu hasilnya…

Dan ternyata, Om Bro… setelah itu, Si Panci larinya ngacir luar biasa… lancar dan ringan tanpa ada gejala tersendat sedikitpun, apa lagi sampai mogok. Blabar pisan nggak ada masalah! Terap ngacir walau pun kepanasan dari Karawang sampai Padalarang dan kehujanan dari Padalarang sampai Tasikmalaya dan terus kegrimisan sampai Ciamis. Bahkan sempat menghajar banjir saat melintasi Jl.Soekarno Hatta, Bandung.

Disini ada kenyataan yang bertentangan dengan teori mekanis… Logikanya, dengan mengisikan oli terlalu banyak pada mesin, maka putaran mesin akan menjadi berat karena kurangnya ruang sirkulasi. Tapi nyatanya tidak kan? Hayo… gimana itu?

Sampai dirumah, keesokan harinya Mtb sharing sana-sini, googling sana-sini, dan semua mengatakan bahwa cara Mtb adalah salah. Tapi hingga artikel ini dibuat, Si Panci tidak ada masalah apa-apa, bahkan masalah kemogokan yang pernah ada justru hilang tanpa gejala.

Jika pun ternyata nantinya timbul masalah akibat cara melebihi volume oli ini, Mtb akan update lagi diartikel ini. Namun jika Mtb tidak update, berarti everything is ok.

Jadi, kesimpulannya… Melebihkan volume oli dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi mesin motor matic mati tiba-tiba karena kehilangan kompresi. Tentu saja ini hanya solusi sementara. Jika keuangan memadai, sebaiknya lakukan pemeriksaan yang mendalam dan tepat dibengkel terpercaya.

Nah, Om Bro / Sista. Sekian dulu dari Mtb…

Selamat menikmati mogok…

Hahaha… Maap. Maksud Mtb, selamat berkendara. Keep safety riding. (Mtb)

4 tanggapan untuk “Penyebab Motor Matic Injeksi Mati Mendadak dan Cara Menanganinya

  • 12 Mei 2018 pada 22:57
    Permalink

    motor beat istriku juga macet… bsk tak coba tambah oli dan masukin oli ke lubang busi

    Balas
    • 13 Mei 2018 pada 06:54
      Permalink

      Makasih udah singgah di blog sederhana ini. Semoga segera mendapatkan solusi untuk motor Beat-nya, Om Bro.

      Balas
  • 18 Juli 2018 pada 17:38
    Permalink

    thnks om mtr beat saya nyala dngan cara ke 2 dari penjelansan overheat .

    Balas
    • 18 Juli 2018 pada 17:40
      Permalink

      Sama-sama, Om Bro… Makasih udah singgah di blog sederhana ini.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: