Penyebab Kemacetan dan Solusinya dalam Jangka Panjang

Motorisblog.com – Om Bro…!! Jika kita bicara perkara penyebab kemacetan dan solusinya, maka akan ada banyak sekali spekulasi yang muncul. Mulai dari pertumbuhan kendaraan bermotor, masalah transportasi umum, dan lain-lain.

Salah satu yang paling santer di bahas adalah perkara penyebab kemacetan di Jakarta.

Kenapa…??

Karena Jakarta menjadi yang terparah di antara semua kota di Indonesia. Maka sangat wajar jika pada setiap pergantian Gubernur, bahasan tentang faktor penyebab kemacetan dan solusinya selalu menjadi salah satu janji utama dalam program kerja Cagub – Cawagub DKI.

Yup… banyak hal merugikan akibat kemacetan lalu lintas…, misale saja boros waktu, boros bahan bakar, boros tenaga, polusi semakin meningkat, dan lain-lain.

Lah iya… sudah begitu banyak artikel kemacetan lalu lintas yang membahas dampak negatif dan positif kemacetan… (apa ada dampak positifnya…??) yang salah satunya menganggap mobil penyebab macet…

Iya… kenaikan penjualan kendaraan bermotor sering kali dianggap sebagai penyebab utama kemacetan.

Mtb sendiri secara pribadi sependapat dengan pandangan itu… Semakin banyak populasi kendaraan, maka semakin padat pula jalanan…

…itu teori sederhananya…

Tapi ketika Mtb toleh kiri-kanan, ternyata jumlah penjualan mobil di Indonesia sebenarnya malah masih jauh lebih rendah dibanding Jepang.

Jumlah produksi mobil di Indonesia berdasarkan data OICA di tahun 2017 berada di kisaran 1,2 jutaan unit dari gabungan mobil penumpang dan mobil komersil. Jauh lebih rendah dibanding Jepang yang mencapai 9 juta/tahun. (DetikOto, 21/11/2018).

Tapi kenapa jalanan di Jepang tidak macet…??

Banyak hal yang menjadi penyebabnya…

Dari beberapa sumber, Mtb menciduk informasi bahwa meskipun penjualan mobil sangat tinggi, namun transportasi umum di Jepang memiliki tingkat kenyamanan dan ketepatan waktu yang sangat baik. Karenanya, angkutan umum di Jepang tetap disukai oleh masyarakat.

Selain itu, infrastruktur di sana merata… tingkat pendapatan rakyatnya pun relatif merata… Jadi tidak seperti Indonesia yang mana kota-kota besar menjadi pusat perekonomian sekaligus pusat pemerintahan… …sementara di perkampungan amat minim lapangan pekerjaan sehingga warga perkampungan terus mengalir mengikuti arus urbanisasi ke kota-kota besar.

Akibatnya…??

Lah iya… kota-kota besar semakin padat kemacetannya.

Pamungkasnya… Perkara kemacetan lalu lintas memang tidak akan bisa selesai hanya dengan satu solusi saja. Perlu sinergi dari berbagai solusi secara bersama-sama,… utamanya dalam hal pemerataan infrastruktur dan pemerataan ekonomi (lapangan pekerjaan) di seluruh wilayah Indonesia…

So… untuk urusan sebesar itu, Mtb kira pihak yang bisa memecahkannya ialah sinergi yang luar biasa antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Bagaimana caranya…??

Entahlah… Mtb jelas tidak paham. Mereka-mereka para pembesar negara inilah yang semestinya paham. (Mtb – Penyebab kemacetan dan solusinya).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: