Penyebab Harga NMax Bekas Lebih Stabil dari PCX

Motorisblog.com – Kenapa harga NMax bekas lebih stabil dari PCX? Sebenarnya ini bahasan lama. Cocoknya dibahas pada pertengahan tahun 2017 lalu dimana belum ada kepastian akan kelahiran Honda PCX lokal. Namun, karena saat ini Honda PCX lokal belum terlihat performa pasarnya, maka Mtb rasa bahasan ini masih relevan.

Mtb merasa diingatkan saat ada salah satu pembaca blog ini yang menanyakan hal tersebut. Penasaran, Mtb cari informasi kesana kemari dan ternyata benar… harga NMax bekas lebih stabil dari PCX. Nah, yang jadi pertanyaan adalah, “kenapa?” Apa sebabnya bisa seperti itu?

Kemudian, setelah melalui tapa brata selama 3 hari 3 malam (wkwkwkwk…!!) Akhirnya Mtb menemukan jawaban yang logis. Namun karena kesibukan Mtb yang cukup tinggi dialam nyata, maka baru kali ini Mtb bisa menuangkannya di blog Mtb.

Sejujurnya, awalnya Mtb kesulitan dalam menyusun artikel ini. Pasalnya, pembahasan akan harga Nmax bekas lebih stabil dari PCX ini ternyata tidak bisa dibahas dengan alur maju, melainkan sebaliknya… harus dibahas dengan alur mundur. Artinya, yang terjadi bukanlah hubungan sebab-akibat tapi justru hubungan akibat-sebab.

harga nmax bekas lebih stabil

Gimana, Om Bro? Bingung, kan? Jangankan Om Bro yang baca, lah wong Mtb yang nulisnya aja bingung. Jiahahaha…!!

Gambarannya nggak nyambung nih…

Om Bro yang suka film X-Men punya Marvel tentu tahu bahwa seri ke 4, ke 5 dan beberapa seri lain adalah alur mundur. Isinya adalah kilas balik dari seri 1, 2 dan 3. Nah, begitu juga dengan harga NMax bekas lebih stabil dari PCX. Penjelasannya harus membahas kilas baliknya juga.

Masih bingung? Ya sudah… nggak usah dipikirin. Hihihihi…!!

Secara singkat, Mtb bisa jelaskan dengan bagan berikut ini,

=> harga NMax bekas lebih stabil karena langka,

=> kelangkaan terjadi karena tingginya minat pembeli yang lebih besar dibanding jumlah barang yang tersedia,

=> tingginya minat pembeli pada NMax bekas terjadi karena sulitnya mendapatkan unit NMax baru serta indent yang panjang dan lama,

=> panjangnya indent karena jumlah permintaan pasar yang lebih tinggi dari kapasitas produksi,

=> tingginya jumlah permintaan karena harga NMax yang jauh lebih murah dibanding kompetitor (Honda PCX),

=> lebih murahnya harga NMax karena Yamaha memproduksinya secara lokal,

=> Yamaha berani memproduksi NMax secara lokal karena melihat peluang yang sangat besar disegmen skuter matic maxi,

Nah, kalau belum jelas, sekarang kita bahas secara rinci dengan alur maju,

Yamaha memproduksi NMax dengan cara dan pada waktu yang sangat tepat.

Maksudnya begini…

…dulu, sebelum era kejayaan motor skutik, maka motor favorit rakyat Indonesia adalah jenis cub (bebek). Sementara kasta yang lebih tinggi adalah tipe sport. Sedangkan kelas premiumnya adalah jenis cooper dan supersport. Singkatnya, motor yang paling terlihat gagah saat itu adalah moge seperti Harley Davidson, Ducati Monster dan lain-lain.

Saking di elu-elukannya motor-motor tersebut dijaman itu, seringkali Mtb melihat motor Honda GL series yang dimodifikasi racing look. Selain itu ada juga motor Binter Mercy yang dibentuk menjadi model cooper seperti Harley Davidson.

Nah… setelah memasuki era kejayaan motor skuter matic, maka motor yang tampak gagah pun mulai bergeser. Mulai dari Piaggio X9, Suzuki Burgman, Yamaha Majesti dan lain-lain.

Melihat pergeseran tren dunia persilatan motor ke arah situ, pada tahun 2009, Honda segera menarik masuk PCX 125 dari Thailand hingga kelasnya naik menjadi 150. Dan terus berlanjut hingga basis produksinya berpindah ke Vietnam. Maksudnya, Honda ingin memberikan pilihan maxi look pada penggemar motor tanah air seharga yang terjangkau. Harga lebih terjangkau karena ukuran mesin yang lebih kecil dibanding skutik maxi yang beredar di Eropa sana.

Tapi… semurah-murahnya PCX ya masih tetap mahal karena statusnya yang CBU. Hasilnya, ya… Honda PCX 150 hanya menjadi milik kaum berduit tebal saja.

Melihat hal itu, Yamaha pun ambil tindakan. Meskipun tertinggal 6 tahun dari Honda, tapi tak ayal Yamaha “mencoba” menciptakan tandingan PCX. Dan hasilnya…

Meskipun Yamaha tertinggal 6 tahun, tapi keputusan lokalisasi NMax memang terbukti menjadi satu langgah yang sangat tepat bagi Yamaha. Peminat pun membludak hingga memaksa calon konsumen untuk berbaris mengantri. Semua itu tidak lepas dari perkara harga yang lebih murah dari PCX. Selain itu, loyalitas penggemar merk Yamaha pun sedikit banyaknya mempengaruhi jumlah peminat NMax 155.

Calon konsumen beralih ke NMax second (bekas) karena sulit mendapatkan unit baru

Menurut beberapa sumber yang Mtb dapat, indent Yamaha NMax 155 paling cepat adalah selama 1 bulan. Itu paling cepat lho ya… pada kenyataannya (mungkin) bisa lebih lama. Selain itu, beberapa oknum sales (dan mungkin oknum dealer juga) ada yang memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti yang baru-baru ini Mtb bahas pada artikel mengenai upping price Yamaha NMax.

Belum cukup sampai disitu… hal lain yang juga memberatkan sebagian konsumen adalah sulitnya membeli motor secara cash. Sales dan dealer selalu mengarahkan calon konsumen untuk membelinya secara kredit. Hal ini sudah menjadi rahasia umum yang berlaku untuk semua merk dan tipe motor. Bukan hanya NMax saja.

Mtb pernah membahasnya pada artikel indent Honda Scoopy begitu lama.

Masalahnya, kalau orang kayak Mtb sih seneng aja dikasih kredit. Tapi lain bagi orang yang punya cukup uang dan tidak ingin terbebani oleh angsuran tiap bulan. Betul?

Nah… karena beberapa hal yang kompleks tersebut, maka banyak diantara peminat NMax yang beralih mencari motor idamannya dengan status janda. Tujuannya agar bisa lebih cepat meminang si pujaan hati.

Karena banyaknya peminat, maka NMax bekas jadi langka dan mahal

Ini sudah menjadi hukum alam yang berlaku untuk barang / produk apa-pun. Ketika suatu barang memiliki banyak peminat, maka ketersediaannya pun jadi jarang. Hal tersebut tentunya dimanfaatkan oleh pihak penjual untuk menaikkan harga. Bahkan, kadang bukan hanya penjual, tapi pembelinya sendiri pun bisa menjadi penyebab harga naik.

Contohnya dengan dialog seperti berikut,

Pembeli: “Bang, ada NMax?”

Penjual: “Waduuhh… kosong, Bos. Barangnya susah. Kalau pas lagi ada juga nggak pernah nginep lama, langsung bablas disambar orang”.

Pembeli: “Entar kalau ada stock, buru-buru kasih tahu saya ya, Bang?! Saya berani bayar mahal asal jangan dikasih orang lain”.

Tuh… kan… Pembelinya sendiri justru yang menaikkan harga. Jadi kesimpulannya, harga NMax bekas lebih stabil dari PCX adalah karena tingginya peminat yang melebihi stock pasar. (Mtb)

3 tanggapan untuk “Penyebab Harga NMax Bekas Lebih Stabil dari PCX

  • 15 Januari 2018 pada 21:33
    Permalink

    Hooh, jadi klo PCX lokal berhasil ganggu NMax, harga jual bisa turun ya..

    Balas
    • 16 Januari 2018 pada 12:36
      Permalink

      Hukum alaminya begitu. Hal itu berlaku bukan hanya untuk NMax, tapi untuk barang apa-pun didunia perdagangan. Semakin banyak pilihan, maka semakin “biasa saja” nilainya.

      Tinggal lihat saja, apakah PCX bisa ganggu NMax atau tidak…

      Balas
    • 16 Januari 2018 pada 12:49
      Permalink

      Bahkan kalau kapasitas produksi NMax mampu menutup permintaan, nggak perlu disaingi oleh PCX pun harga secondnya nggak akan jadi mahal.

      Itu logika saya. Kalau Om Bro punya argumen lain, silahkan share disini.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: