Penyebab Garansi Motor Hangus: 6 Hal Sederhana yang Kadang Disepelekan

Motorisblog.com – Om Bro…!! Tidak semua konsumen tahu atau ingin tahu perkara penyebab garansi motor hangus. Padahal itu hal penting Om… Bagaimana jika ternyata unit Om Bro ada cacat produksi di bagian part yang harganya cukup mahal?? Kan sayang itu kalau kita perbaiki pakai uang sendiri…

Yup… Setiap pabrikan motor selalu memberikan jaminan (garansi) untuk setiap unit yang mereka jual. Bentuk garansinya bisa dibagi dalam beberapa bagian dan dengan jangka waktu jaminan yang berbeda-beda. Misale:

1. Garansi mesin & sasis 3 tahun
2. Garansi kelistrikan 1 tahun
3. Garansi injektor 5 tahun
4. Garansi piston & silinder 5 tahun

Itu cuma misale ya Om… Tiap pabrikan bisa berbeda-beda ketentuan garansinya.

Tapi apa pun ketentuannya, yang jelas kita harus menjaga supaya garansi tetap berlaku dan tidak hangus.

Apa pentingnya??

Ya itu tadi Om… Takutnya si motor ada kerusakan komponen yang harganya mahal selama masa garansi, kan sayang kalau kita melakukan perbaikan menggunakan uang pribadi.

Tapi… Jelas semuanya kembali pada pribadi Om Bro masing-masing.

Kenapa??

Karena Mtb sendiri justru termasuk salah satu orang yang tidak begitu peduli terhadap garansi. Dengan catatan bahwa motor Mtb hanya sekelas motor entry level. Beda cerita jika yang Mtb miliki sekelas moge atau minimal kelas 250cc. Pasti Mtb jaga baik-baik garansinya. Ngeri jika ada kerusakan besar Om…

Terus kenapa Mtb tidak peduli dengan garansi motor Mtb yang hanya skutik kelas low-end??

Alasannya ada di artikel berikut ini:

Cara Merawat Motor: 24 Bukti Honda Injeksi Tidak Perlu Service Berkala (Rutin)

Singkatnya, dari jadwal perawatan berkala yang ada di buku panduan service, hanya ada dua hal yang Mtb tidak bisa lakukan sendiri, yaitu masalah injektor dan setting klep. Sementara di artikel tersebut telah Mtb buktikan bahwa injektor memang tidak perlu perawatan berkala. Monggo Om Bro baca artikel tersebut jika tidak percaya…

(Tapi satu hal, bahwa artikel tersebut Mtb dasarkan pada buku panduan manual Honda Spacy. Konon Yamaha sih ada anjuran servis injektor tiap 10.000 km sekali…)

Maka artinya, hanya ada satu hal saja yang Mtb dapatkan dari service rutin, yaitu stel klep. Betul Om…??

Sementara untuk satu kali service rutin, biaya jasa servicenya ialah (anggap saja) Rp50.000. Artinya, berapa ratus ribu rupiah (atau bahkan berapa juta rupiah) yang harus Mtb keluarkan untuk hanya stel klep saja selama motor masih dalam masa garansi??

Naah… Disitulah akhirnya Mtb berani ambil resiko untuk tidak mempertahankan jaminan (garansi) motor dari pabrikan.

Tapi… Jika Om Bro mau meniru Mtb, Om Bro haruslah seorang yang benar-benar memahami seluk-beluk motor Om Bro sendiri. Bukan berarti Om Bro harus memahami ilmu mekanik / montir. Tidak Om…!! Mtb juga tidak tahu apa-apa dalam hal perbaikan motor. Tapi Mtb bisa merasakan dan memahami ketika sewaktu-waktu ada masalah pada motor milik Mtb sendiri. Jadi ketika Mtb membawa motor ke bengkel untuk di perbaiki, kadang Mtb malah sudah bisa langsung mengarahkan si mekanik untuk memeriksa bagian tertentu yang diduga rusak.

Begitu Om…

Artinya lagi… Jika Om Bro / Sista tidak begitu memahami motor Om Bro / Sista sendiri, ya tentu lebih bijak untuk service motor secara berkala sesuai panduan di bengkel resmi motor Om Bro masing-masing. Hasilnya nanti motor Om Bro / Sista selalu ada dalam kondisi prima dan garansi motor pun terjaga.

Nah, untuk menjaga supaya garansi tidak hangus lebih jelasnya baca dan pahami buku panduan manual motor Om Bro / Sista masing-masing.

Sebagai gambaran umum, disini Mtb tuliskan 6 hal penyebab garansi motor hangus yang kadang di sepelekan oleh sebagian orang:

1. Buku Service dan Garansi Hilang atau Rusak

Selama masih dalam masa garansi, setiap kali servis motor, Om Bro harus membawa buku service untuk diisi oleh pihak bengkel resmi. Setelah itu Om Bro harus menyimpan baik-baik buku service dan garansi sebagai bukti jika sewaktu-waktu Om Bro butuh klaim garansi.

Maksudnya ialah sebagai bukti bahwa Om Bro telah melakukan perawatan motor sesuai dengan anjuran pabrikan. Karena begitulah salah satu syarat garansi. Pabrikan tidak akan menjamin jika motor Om Bro tidak dirawat secara rutin di bengkel resmi. Artinya jika ada kerusakan, maka kerusakan tersebut akan dianggap sebagai kesalahan pengguna / pemilik, meskipun misale kerusakannya merupakan kesalahan dalam proses produksi.

2. Tidak Melakukan Perawatan Berkala di Bengkel Resmi

Artinya, jika pun Om Bro melakukan perawatan berkala tapi Om Bro melakukannya di bengkel umum, pun garansi hangus. Karena perawatan bengkel umum tidaklah dijamin akan 100% sesuai dengan standar pabrikan.

Meski pun bagi Mtb lebih suka merawat motor di bengkel umum, itu sudah Mtb sadari resiko-nya. Yaitu bahwa Mtb telah siap kehilangan jaminan (garansi) dari pabrikan.

3. Kerusakan yang Terjadi Akibat Penggunaan yang Tidak Wajar

Kalau pun misale motor Om Bro punya performa tinggi, tapi tetap saja yang namanya motor produksi massal itu jelas bukan diperuntukkan bagi kebutuhan kompetisi. Maka jika misale motor Om Bro digunakan untuk balapan atau hal lainnya, iya jelas garansi pun akan gugur.

Atau misale motor Om Bro digunakan sebagai armada usaha yang setiap hari mengangkut muatan ekstra berat, maka jelas juga garansi bakal gugur pula. Karena menurut standar penggunaan wajar, sepeda motor dirancang hanya untuk digunakan bagi dua orang saja, yakni seorang pengendara dan seorang boncenger.

Jika di tafsirkan dalam satuan berat, beban maksimal motor harian umumnya hanya 125 kg saja (termasuk beban berat badan pengendara). So… Jika motor sering-sering digunakan untuk mengangkut beban lebih dari 125 kg, maka hal itu di anggap sebagai kesalahan pemakaian sehingga garansi pun hangus.

4. Modifikasi yang Diluar Batas Toleransi Pabrikan

Jika hanya sekedar modifikasi kecil menggunakan accessories resmi pabrikan, jelas garansi motor tetap berlaku. Soale yang namanya accessories resmi pastinya telah di rancang untuk tidak menimbulkan kerusakan apa pun.

Namun jika Om Bro melakukan modifikasi ekstrim, apa lagi sampai merombak mesin dan kelistrikan, maka sudah pasti garansi akan hangus.

Karena apa??

Karena setiap unit yang keluar dari pabrikan telah dirancang untuk sesuai segala sesuatunya. Termasuk kapasitas kelistrikannya dan lain-lain. Jadi ya jelas, modifikasi di sektor mesin dan kelistrikan tidak dijamin oleh garansi. Meskipun (misale) Om Bro hanya menyobek kabel sedikit saja.

Karena apa??

Karena pabrikan hanya memberikan jaminan pada motor yang kondisinya standar pabrikan saja. Sementara modifikasi mesin dan kelistrikan tentu sudah membuat spesifikasi teknis motor keluar dari standar.

5. Masa Garansi Telah Terlewat

Iya jelas ya Om… Misale garansi motor Om Bro ialah selama 5 tahun atau 50.000 km… Maka setelah salah satu dari batas tersebut tercapai, yaa garansinya sudah tidak berlaku lagi.

6. Kerusakan Akibat Bencana Alam dan Kecelakaan

Soal bencana alam sudah jelas ya Om… Yang namanya bencana alam kan diluar kendali pabrikan, bahkan diluar kuasa manusia. Jadi tidak mungkin pabrikan mau menjamin produknya untuk sesuatu hal yang diluar kemampuan manusia.

Sementara perkara kecelakaan, itu statusnya kesalahan pemakaian. Jadi tidak dijamin oleh garansi.

Jika pun ada jaminan untuk kecelakaan, itu yang menjaminnya asuransi Om… bukan garansi. (Mtb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *