sarung tangan inventzo

Pentingnya Menggunakan Sarung Tangan Motor pada Keamanan Berkendara

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Selain helm, jaket, sepatu, dan sebagainya, sarung tangan motor pun menjadi salah satu perlengkapan berkendara yang cukup penting dalam keamanan berkendara. Yaitu untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari dan dari luka gesekan akibat benturan. Juga membantu meredam guncangan dari permukaan jalan pada stang, serta mempermudah pengendalian motor.

Advertisement

Betul Om… Jujur sih pada perjalanan jarak dekat, Mtb memang jarang (bahkan hampir tidak pernah) menggunakan sarung tangan. Tapi ketika menempuh perjalanan jauh berjam-jam, penggunaan sarung tangan motor sangatlah penting Om…

Tiga hal yang paling Mtb rasakan saat perjalanan jarak jauh tanpa menggunakan sarung tangan ialah:

1. Kulit serasa terbakar sinar matahari di siang hari (utamanya saat arus lalu lintas macet), dan terasa dingin hingga mati rasa saat Mtb menempuh perjalanan malam melalui pegunungan.

Kondisi seperti itu tentu berbahaya Om… Apa lagi saat kedinginan dan mati rasa…, putaran grip gas dan tekanan handle rem jadi tidak terasa karena sensitifitas kulit menurun drastis. Lah kan bahaya tuh Om kalo gitu…

2. Tangan terasa licin dan pegal. Licin karena keringat, dan pegal karena cengkeraman harus lebih kuat.

Maksudnya begini Om…

Karena telapak tangan basah oleh keringat, maka pegangan tangan ke stang jadi licin. Karena licin, maka cengkeraman tangan harus lebih kuat supaya pegangan tidak lepas saat mendapat guncangan dari jalan (misale ketika ada lubang jalanan, dsb). Karena licin, cengkeraman tangan kanan harus kuat supaya pergerakan putaran grip gas selaras dengan apa yang ada di pikiran pengendara.

Naahh… Karena cengkeraman yang terlalu kuat itulah akibatnya pergelangan tangan kita jadi lebih cepat pegal dan lebih cepat terasa lelah…

3. Sakit / lecet pada kulit telapak tangan, pun bisa saja terjadi. Betul Om… Mtb pernah solo touring sekira 350 km tanpa memakai sarung tangan. Akibatnya, karena cengkeraman yang terlalu kuat pada grip stang itu tadi, maka kulit telapak tangan pun sampai sakit karena melipat oleh tekanan. Posisi tepat kulit yang sakit ialah di dekat ibu jari (jempol), sejajar dengan jari telunjuk.

sarung tangan inventzo

Ketiga poin tersebut di atas baru perkara kenyamanan saja Om… Belum lagi kalau kita bicara yang lebih luas ke arah keamanan dan keselamatan berkendara.

Secara aturan resmi, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 pun menyebut nama ‘Sarung Tangan’. Betul Om… Pada salah satu pasal yang juga ditujukan bagi driver ojek online, disebutkan bahwa kelengkapan berkendara motor ialah:

. Jaket berbahan terang yang bisa memantulkan cahaya
. Celana panjang tebal (misale celana jeans)
. Sepatu
. Jas hujan
. Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
. Sarung tangan

Advertisement

Tapi… Tidak semua sarung tangan cocok untuk berkendara motor ya Om… Jika hanya asal sarung tangan, bukannya aman malah justru bisa jadi berbahaya Om…

Lebih singkatnya, sarung tangan yang cocok untuk bermotor ya sarung tangan yang telah di desain khusus untuk pemotor. Ukurannya pun harus pas di tangan kita. Tidak boleh longgar dan bukan terbuat dari bahan yang licin.

Yang baik ialah yang berbahan kulit sintesis atau kain tebal tahan gores. Jika bahan, ukuran dan desainnya tidak pas, maka gerakan menggenggam stang justru malah tidak maksimal.

Sarung tangan motor yang baik akan terasa nyaman digunakan menggenggam grip stang. Juga berbahan kuat sehingga mampu melindungi tangan dari gesekan. Antisipasinya ialah jika terjadi kecelakaan, maka resiko luka di tangan dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Hindari menggunakan sarung tangan yang hanya menarik secara tampilan saja namun minim ¬†fungsi keamanan. Ini biasanya cewek-cewek / ibu-ibu yang suka mengutamakan penampilannya saja Om… Padahal sarung tangan yang hanya menarik secara tampilan saja tidaklah menjamin fungsi dan keamanannya. Bisa jadi malah menyulitkan pengendalian motor (gerak tangan tidak leluasa) pada situasi di saat kita butuh respon cepat di jalanan.

Betul Om… Mtb pernah karena sarung tangan Mtb rusak dan belum sempat beli yang baru, saat itu Mtb menggunakan sarung tangan pabrik. Itu lho sarung tangan rajutan yang peruntukannya untuk kerja di lapangan. Mtb dapat dari pabrik tempat Mtb kerja kala itu… Ternyata tidak pas digunakan untuk bermotor Om… Karena ya memang bukan peruntukannya sih yaa…

Selain sarung tangan yang tidak sesuai untuk pemotor, sebaiknya hindari juga penggunaan sarung tangan buntung. Itu lho… yang jari-jemari tangan kita tidak tertutup itu… Mtb sarankan Om Bro jangan pilih sarung tangan model itu.

Kenapa…??

Karena di cuaca panas terik dan lalu lintas macet, jemari kita tidak terlindungi Om… Demikian juga jika kita riding malam hari jarak jauh di pegunungan… Sarung tangan buntung tidak memberi perlindungan pada tangan kita terhadap suhu dingin. Karenanya Om Bro beresiko mengalami mati rasa seperti cerita Mtb di atas tadi.

Belum lagi jika kita bicara perkara resiko kecelakaan… Jelas jemari Om Bro tidak terlindungi dari benturan. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *