motor listrik viar

Penjualan Motor Viar Q1 Laris Berkat Kebijakan Pemerintah

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sebelum ini kabar penjualan motor Viar Q1 sempat rada tenggelam. Namun berkat ramainya berita tentang motor listrik Gesits, nama Q1 kembali terangkat ke pemberitaan media.

Yup… sebagai motor yang sama-sama bertenaga listrik dan sama-sama merk Indonesia, baik Gesits atau pun Viar patutnya saling bersaing secara sehat dalam rangka mencubit pasar motor konvensional, …sedikit demi sedikit.

Masih disayangkan memang, penjualan Viar Q1 belum terekspos selaiknya motor-motor bermesin bakar dari merk-merk anggota AISI. Namun begitu, cukup menggembirakan bagi Mtb melihat beberapa unit Viar Q1 berplat merah, …yang artinya bahwa Pemerintah turut mendukung perkembangan motor listrik brand lokal dengan membeli dan menggunakan produknya sebagai kendaraan operasional.

viar q1 pemprov dki jakarta

Harapannya, dengan semakin banyaknya instansi-instansi yang membeli produk mereka, maka lambat laun masyarakat pun akan “meniru” untuk menggunakan motor listrik nasional, …guna mengurangi polusi udara, sekaligus juga memajukan merk asli Indonesia di negeri sendiri.

Mengendarai motor listrik memang tidak akan sama dengan feel menunggang motor konvensional. Salah satunya ialah karena adanya limiter alias pembatas kecepatan yang di aplikasikan pada Viar Q1, yaitu maksimal 60 km/jam saja. (Asisten Deputy Gubernur Bidang Transportasi Setda DKI, Sunardi Sinaga – detikOto, 13/12/2018).

Hal itu bertolak belakang dengan klaim Gesits yang menyebutkan bahwa produk motor listriknya dapat melaju hingga kecepatan 120 km/jam.

Jadi disini segementasinya memang berbeda… (mungkin) Viar lebih pada safety, …bahwa dengan kecepatan Q1 yang dibatasi, maka tidak akan ada pengguna Q1 yang ngebut di jalanan sehingga angka kecelakaan pun bisa ditekan rendah.

Berbeda dengan strategi Gesits yang lebih mendekati performa motor mesin bakar, …termasuk juga dalam hal waktu charging dan jarak maksimum yang dapat ditempuh dengan satu kali pengisian full.

Gesits mengklaim motornya dapat menempuh jarak sejauh 80 km – 100 km, sementara Viar Q1 hanya bisa mencapai 60 km jarak tempuh. Baterai Gesits dapat terisi penuh dengan 2 jam-3 jam waktu charging, sedangkan Viar Q1 butuh waktu 5 jam-7 jam sekali cas hingga full.

So… harus di akui bahwa disini Gesits lebih unggul dibanding Viar Q1. Namun satu hal yang belum dimiliki oleh Gesits, bahwa Viar Q1 telah lebih dulu dirilis dan dijual sejak tahun 2016 lalu. Sementara Gesits hingga saat ini belum kunjung brojol secara produksi massal.

Viar Q1 menggunakan baterai lithium ion 60v20AH yang punya estimasi masa pemakaian selama 600 – 800 kali siklus pengisian, …dengan maksimum power 2 kWh/pengisian.

Sekali pengisian penuh baterai Viar Q1 mampu menempuh jarak hingga 60 km. Sedangkan waktu pengisiannya berkisar 5 jam-7 jam dengan tegangan 220 VA hingga daya terisi penuh.

PT Triangle Motorindo telah merilis dan memasarkan Viar Q1 sejak tahun 2016 dengan banderol Rp18 juta (belum termasuk charger) untuk konsumen umum, …sedangkan untuk pembelian oleh instansi pemerintah, harganya dapat lebih murah Rp600.000 – Rp700.000 lantaran perbedaan nominal pajaknya.

Yup… berdasarkan e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), BBN (Bea Balik Nama) untuk plat merah lebih rendah ketimbang plat hitam. (Mtb – Penjualan motor Viar Q1).

Makasih udah singgah... Jika bermanfaat, monggo di share ke sosmed Om Bro masing-masing...

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *