Penjualan Motor 250 cc di Indonesia (tipe sport) Diprediksi Akan Semakin Surut

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sejak rilisnya Yamaha Xmax, penjualan motor 250 cc di Indonesia untuk tipe sport semakin menyusut. Iya Om… Bukan hanya dikelas entry level saja, tren motor premium pun telah mulai beralih ke tipe matic.

Om Bro…!! Bicara penjualan motor 250cc terlaris, dulu market sharenya dominan Kawasaki Ninja. Kemudian setelah lahirnya Xmax, maka banyak diantara peminat motor premium 250cc yang beralih ke skutik gambot tersebut.

Namun disayangkan, data penjualan motor 250cc 2018 secara detail telah tamat pada bulan Juni lalu. Setelah itu, datanya tidak boleh lagi di publikasi. So… Hingga sekarang kita hanya bisa tahu jumlah penjuan total tiap merknya saja, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan TVS.

Tidak ada lagi rincian data penjualan pertipe seperti Honda Beat, Honda Vario, Honda Scoopy, Yamaha Nmax, Yamaha Mio M3 dan lain-lain…

Ngga seru sih… kita jadi tidak tahu motor apa yang paling laris dan motor apa yang paling sepi peminat.

Tapi ya sudahlah… Kita bisa apa…??

Hokeh, kita kembali ke perkara penjualan motor sport 250cc,…

Om Bro sekalian… pastinya tahu bahwa semakin hari pasar motor sport (dan motor cub/bebek) di Indonesia semakin menciut. Semakin tergerus oleh dominasi skutik, …dari level bawah hingga level atas. Dari kelas Honda Beat series vs Yamaha Mio series, Honda PCX vs Yamaha Nmax, hingga Honda Forza vs Yamaha Xmax.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat market share motor sport sepanjang 2018 hanya dikisaran 7,6% saja. Padahal ditahun 2017, marketnya masih berada di angka 9,2%.

Dan dari penyusutan tersebut, kelas 250cc menjadi yang paling drastis angka penurunannya.

Menurut Yannes Martinus Pasaribu, dosen Insitut Teknologi Bandung yang seorang pengamat otomotif, potensi penurunan penjualan motor real sport 250cc masih akan terus terjadi di tahun 2019 ini. Alasannya utamanya ada dua hal, yakni perkara kenyamanan dan soal besaran pajaknya. (Viva, 3/1/2019).

Yang pertama dalam hal kenyamanan, motor matic jelas lebih nyaman lantaran riding position yang lebih tegak serta lebih mudah dalam hal pengoperasiannya. Tidak seperti motor bertransmisi manual dimana posisi berkendara membungkuk dengan kaki menekuk serta mayoritas beban berat badam bertumpu pada tangan.

Apa lagi jika berkendara diantara kemacetan jalan kota-kota besar.

Sementara jika bicara perkara pajak, …motor berkubikasi 250cc pajaknya berada di nominal Rp600.000 ke atas. Sedangkan motor-motor 150cc kebawah, nominal pajak tahunannya tidaklah melampaui angka Rp400.000. Belum lagi jika bicara soal perawatan… Makin tinggi nilai motornya, maka semakin mahal pula biaya perawatannya.

Juga kecenderungan ketersediaan spare part yang tidak sebanyak motor-motor entry level.

Lalu bagaimana dengan Yamaha Xmax dan Honda Forza…?? Bukankah mereka pun berada dikelas 250cc…??

Benar Om… Namun pergeseran tren ke arah motor matic membuat potensi market motor matic gambot jadi lebih besar. Dan hukum alaminya, semakin besar market, semakin banyak populasi, maka semakin banyak pula ketersediaan spare part dan jaringan pemeliharaan. Yang artinya perawatannya bakal jadi lebih mudah.

Dan jika sudah seperti itu, maka besaran bea pajak tentu tidak lagi menjadi beban.

Pamungkasnya… Dari prediksi diatas, diperkirakan hanya tinggal motor sport jenis trail saja yang marketnya akan stabil. Tapi pun begitu, sudah sedari dulunya market motor trail hanya sedikit, …karena segmentasinya memang menyasar kaum pehobi saja. …yakni untuk Om Bro sekalian yang gemar off road dan adventure. (Mtb – Penjualan motor 250 cc di Indonesia).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: