Penjualan Motor Honda vs Yamaha vs Suzuki 2005 – 2019

Motorisblog.com – Om Bro! Penjualan motor Honda vs Yamaha vs Suzuki selama 15 tahun ini telah menciptakan kisah persaingan yang sangat ketat. Pabrikan ‘S’ yang pada tahun 2005 masih mepet pabrikan berlambang garpu tala, kini harus bertekuk lutut dan menerima kenyataan bahwa popularitasnya semakin hari kian meredup.

Sementara itu Yamaha yang konon pada era 1990’an tertinggal dari Suzuki, kini justru menjadi runner up. Bahkan pernah menempel data penjualan Honda yang menjadi penguasa penjualan motor Indonesia.

Yo wis. Kita intip dulu tabelnya, nanti setelah’nya Mtb narasikan lagi.

Penjualan Motor Honda vs Yamaha vs Suzuki Tahun 2005 Hingga 2019

TahunHondaYamahaSuzuki
20052.648.190 unit1.224.595 unit1.091.962
20062.339.168 unit1.458.561 unit568.041 unit
20072.141.025 unit1.835.251 unit637.031 unit
20082.874.576 unit2.465.546 unit793.758 unit
20092.701.279 unit2.650.992 unit438.129 unit
20103.416.047 unit3.326.380 unit522.269 unit
20114.275.212 unit3.146.055 unit494.427 unit
20124.092.693 unit2.433.924 unit461.137 unit
20134.696.999 unit2.492.596 unit393.803 unit
20145.051.100 unit2.371.082 unit275.067 unit
20154.453.888 unit1.798.630 unit109.882 unit
20164.380.888 unit1.394.078 unit56.824 unit
20174.385.888 unit1.348.211 unit72.191 unit
20184.759.202 unit1.455.088 unit89.508 unit
20194.910.688 unit1.434.217 unit71.861 unit

Penjualan Motor Indonesia 2005 – 2019

2005

Pada pertengahan dekade 2000’an aroma 1990’an masih terasa, yaitu bahwa Suzuki masih cukup kuat dalam mengisi pasar roda dua tanah air.

Suzuki Smash 2003
Suzuki Smash 2003

Betul Om. Meskipun pada tahun 2005 itu Suzuki telah mulai tertinggal dari Yamaha, tapi selisihnya tidak begitu jauh.

Selain itu pada tahun tersebut jumlah distribusi Yamaha dengan Honda pun tidak sejauh sakarang.

2006

Pada tahun ini Suzuki mulai anjlok tajam. Gap’nya semakin jauh dari Yamaha, apalagi dari Honda.

suzuki spin sr
Suzuki Spin 125 SR

Mtb menganggap Suzuki menerapkan kebijakan produk yang keliru sehingga banyak calon konsumen yang tidak tertarik pada produk motor inovatif Suzuki.

Yup. Suzuki kala itu menggunakan strategi mesin baru untuk setiap model baru dan selalu men’discontinue lini produknya ketika jumlah penjualan tampak kurang memuaskan.

Kebijakan seperti itu memang membuat Suzuki tampak selalu inovatif, namun kemudian masalah perawatan dan ketersediaan spare part justru menjadi sulit lantaran terlalu banyak seri mesin yang berbeda.

2007

Pada tahun ini gap antara penjualan Honda dengan Yamaha telah semakin menipis. Yamaha terus berusaha mempersempit ketertinggalannya dari pabrikan berlambang sayap mengepak.

Biaya servis besar Mio karbu
Mio Sporty Karbu 2010
2008 – 2010

Yamaha semakin beriringan bersama Honda dengan jeda penjualan yang tidak begitu jauh. Bahkan pada tahun 2009 dan 2010, Yamaha berhasil menempel angka penjualan Honda, meskipun secara total Yamaha masih tetap runner up.

Mio Sporty 2009
Yamaha Mio 2009
2011

Pada tahun ini Honda mampu mendongkrak angka penjualan hingga memperlebar gap dengan Yamaha.

Honda Beat Karbu 2010
Honda Beat Karbu 2010

Sayang sekali bagi Yamaha. Padahal hanya sedikit lagi ia akan mampu menggulingkan dominasi Honda. Namun bukan menanjak, Yamaha malah surut kembali.

Sementara itu Suzuki mengalami nasib tragis karena pada tahun ini jumlah unit motor yang terjual semakin mengkerut.

Tahun ini menjadi bukti bahwa Honda berhasil belajar dengan baik atas ancaman kudeta Yamaha selama 2008 – 2010.

2012 – 2014

Pada tahun 2012 angka penjualan Yamaha semakin menyusut hingga hampir setengah dari jumlah distribusi Honda.

Memasuki tahun 2013 – 2014, penjualan Yamaha masih dalam kisaran yang sama dengan tahun sebelumnya, sedangkan Honda sukses semakin memperlebar gap dengan Yamaha.

Sementara itu popularitas Suzuki semakin tenggelam.

2015 – 2019

Memasuku tahun 2015, semua pabrikan mengalami penurunan jumlah penjualan.

Sejak tahun 2015 hingga 2019, angka distribusi Yamaha sudah tidak pernah lagi mampu menyentuh 2 juta unit. Ia selalu hanya lebih dari sejutaan unit tiap tahunnya.

Pada tahun 2016 penjualan Suzuki semakin mengkerut hingga tak lagi mampu mencapai 100 ribu unit pertahun.

Kemudian pada tahun 2017 hingga 2019, market share domestik selalu punya pola yang sama, yaitu Honda selalu juara dan Yamaha selalu nomor dua.

Penjualan Kawasaki dan TVS

Sayang sekali Mtb tidak mendapat data penjualan Kawasaki. Padahal beberapa kali Kawasaki sempat bisa mengalahkan Suzuki. Mtb hanya berhasil menciduk jumlah distribusi Kawasaki untuk tahun 2018 dan 2019 saja, yaitu sebanyak 78.982 unit dan 69.766 unit.

Sementara untuk TVS, penjualan tahun 2018 dan 2019 adalah 331 unit dan 898 unit.

Honda vs Yamaha

Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa pada tahun 2008 hingga 2010 Yamaha sempat hampir bisa menjungkalkan dominasi Honda untuk pasar Indonesia. Bahkan kabarnya ia sempat beberapa kali melampaui penjualan bulanan Honda, meski secara akumulasi tahunan Yamaha masih tetap kalah dari Honda.

Tapi sayangnya setelah tahun 2010 itu, market share Yamaha justru kembali menciut seperti pada masa sebelum tahun 2008.

Mtb sendiri melihat masalah ketertinggalan Yamaha ialah akibat lemahnya Yamaha dalam mengikuti keinginan konsumen Indonesia. Produk-produknya kurang pas dengan keinginan pasar, utamanya dalam hal desain.

Dulu Mio Sporty Karbu pernah menjadi motor terlaris Indonesia. Namun kemudian posisinya tergantikan oleh Honda Beat.

Sejak awal Honda Beat sudah lebih murah fitur ketimbang Mio. Dan rupanya memang seperti itulah selera masyarakat Indonesia, yaitu suka pada motor yang memiliki banyak fitur serta menggunakan suspensi lembut dan nyaman.

Kunci Ketertinggalan Yamaha

Yamaha terlambat memberikan Side Stand Switch, Parking Brake Lock, penutup lubang kunci kontak dan lain-lain. Hingga saat semua fitur itu telah tersedia pada produk-produk Yamaha, pasar skutik entry level sudah terlanjur menjadi milik Beat dan Honda Vario Series dan tidak pernah lagi menjadi milik Mio series.

Selain itu kebijakan Yamaha untuk menggunakan suspensi tipe stiff yang relatif keras pun masih menjadi kelemahan krusial Yamaha yang hingga saat ini tidak pernah berubah. Yamaha tetap tidak mau menyadari bahwa dunia persilatan roda dua tanah air menghendaki model suspensi yang lembut.

Faktanya, kebijakan Yamaha untuk selalu memberikan cc yang lebih besar, akselerasi responsif dan lain-lain tidaklah pernah memuaskan konsumen Indonesia. Orang-orang lebih suka kelengkapan fitur dan kenyamanan ketimbang performa unggul.

Bahkan ketika beberapa kalangan “menyerang” masalah kerasnya jok motor Honda pun konsumen Indonesia tetap tak bergeming. Lembutnya suspensi Honda dan tarikan yang smooth serta minimnya getaran mesin ke stang dan body, membuat masyarakat tetap percaya pada Honda dan mengabaikan joknya yang keras. (Mtb – Penjualan motor Honda vs Yamaha vs Suzuki).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *