Penjualan Mobil China Kian Menggeliat, Hampir 30 Juta Unit Setahun

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Membandingkan data penjualan mobil China di tahun 2018 vs tahun 2002 lalu, sungguh bagai bumi dan langit. Tampak jelas bahwa industri otomotif China telah mengalampi perkembangan yang sangat pesat dalam 17 tahun ini.

Advertisement

Salah satu contohnya ialah penjualan mobil China di Indonesia, bahkan didunia, yang selama 2018 lalu berhasil masuk ke dalam ranking 10 besar, khususnya untuk brand Wuling.

Iya Om… Data penjualan mobil China ditahun lalu tercatat hampir mencapai 30 juta unit, meski sebagian besar pasarnya masih didalam negerinya sendiri.

Bisa gitu ya..??

Bisa Om… Soale rakyat China kan milyaran jumlahnya, jadi pasar dalam negerinya pun tentu banyak.

Menurut International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA) – (DetikOto, 5/2/2019), daftar penjualan mobil di China pada 2002 hanya mencapai 3 juta unit, dan baru mampu menempati posisi kelima didunia, setelah Amerika, Jepang, Jerman, dan Prancis.

Ditahun berikutnya, yakni 2003, China sudah mampu memproduksi sebanyak 4 juta unit mobil dan berhasil menggeser posisi Perancis.

Produksi mobil China terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 700.000 unit/tahun. Hingga pada tahun 2006, angkanya telah menginjak 7,1 juta unit. So… Disitu Jerman harus legowo karena dilengserkan oleh China setelah kekuatan produksinya hanya sebanyak 5,8 juta unit saja.

Om Bro…!! Menurut informasi yang diciduk dari situs Forbes, produk mobil China pada 15 tahun yang lalu hanyalah berupa duplikat dari mobil-mobil Jepang, Korea, dan Jerman. Iya… Om Bro sekalian generasi 1980-1990-an pastinya tahu bagaimana produk-produk motor China begitu menjamur di Indonesia sejak krisis moneter 1997 hingga awal dekade 2000-an.

Advertisement

Betul Om… Tidak mobil, tidak motor… China memang ahlinya dalam membuat produk duplikat yang kemudian dijual dengan harga lebih murah dengan produksi massal. Cara menirunya pun bukan cuma tampak luar saja, tapi hingga detail interiornya juga.

Itu cerita dulu Om… Lain sekarang, setelah mayoritas pabrikan China menjadi lebih maju, meski sebagian masih ada yang menduplikasi produk orang lain.

Bagi pabrikan China yang sudah tidak lagi menjiplak, rata-rata mereka telah memiliki kelas teknologi mutakhir untuk secara mendiri mendesain dan memproduksi mobilnya sendiri. Hasilnya pun tak kalah canggih dibanding mobil-mobil Jepang dan Jerman, termasuk dalam hal mesin dan area interior.

Namun demikian, harus kita akui bahwa hingga saat ini mobil-mobil China masih belumlah dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Entah di Indonesia, atau pun di negara-negara lain. Saat ini mata para penggemar otomotif masih tertuju pada brand Jepang, Jerman (Eropa), dan Amerika. Mungkin sebagiannya masih trauma pada mutu produk otomotif China dimasa lalu…?? (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *