Penjualan LCGC 2019 Menurun Gegara Motor Premium…??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Ada kabar yang menyebutkan bahwa penjualan LCGC 2019 menurun. Dan menariknya, penurunan tersebut dikatakan gegara para calon konsumen LCGC pada beralih ke motor premium. Tapi tidak hanya itu, ada faktor lain juga yang dianggap menjadi pemicunya.

Menurut Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, ada 2 faktor yang menjadi penyebab menurunnya minat konsumen pada Low Cost Green Car (LCGC). Pertama karena pasar Low MPV yang semakin berkembang, dan kedua ialah yang telah Mtb sebutkan di atas, yaitu karena adanya peralihan minat ke motor premium. (Viva, 15/3/2019).

Semakin berkembangnya pasar Low Multi Purpose Vehicle (Low MPV), Mtb duga lantaran gencarnya penawaran pabrikan pada kelas mobil itu. Utamanya Toyota dengan Avanza-nya, Daihatsu dengan Xenia-nya, dan Mitsubishi dengan Xpandernya.

Betul Om… Sejak kemunculan Xpander yang berdesain ala Sport Utility Vehicle (SUV) di tahun 2017 lalu, pasar Low MPV memang semakin memukau. Ditambah lagi dengan update versi baru Avanza – Xenia yang juga tak mau kalah stylish-nya dengan Xpander… Maka patut pisan jika sebagian peminat LCGC akhirnya berfikir,

“Tinggal nambah sekian puluh jutaan, dapat mobil yang lebih keren”.

Selain itu, semakin beragamnya pilihan motor premium pun tidak mustahil telah “menggoda” minat sebagian orang yang mulanya hendak meminang LCGC.

Bisa begitu…??

Mungkin saja Om… Sebagian orang bisa saja berfikir,

“Dari pada pakai mobil, jalanan macet, mending pakai motor premium. Style dapet, kena macet pun tidak se-“sengsara” saat mengendarai mobil”.

Karena itulah pasar sepeda motor cenderung lebih cepat berkembang dibanding pasar roda empat.

So… Masuk akal sih jika kedua faktor di atas di anggap sebagai penyebab menurunnya minat konsumen terhadap LCGC.

Selain menurut sumber Toyota, Chief Executive Officer FIF Group, Margono Tanuwijaya pun mengatakan hal yang hampir sama. Menurutnya. Memang ada pergeseran pengguna motor premium dan LCGC, meski jumlahnya tidak banyak.

Motor premium yang dimaksud disini bukanlah berarti motor gede (moge). Maksud dari motor premium disini ialah motor-motor kekinian yang banderolnya berkisar dari Rp20 jutaan hingga Rp70 jutaan. Misale saja Yamaha Nmax, Honda PCX, Yamaha Xmax, Honda Forza, Kawasaki Ninja 250, Honda CBR250RR, Yamaha R25, dan sebagainya.

Om Bro… Konon di tahun 2013 lalu sudah pernah ada kasak-kusuk perkara peralihan minat konsumen pada motor premium ke LCGC, dan sebaliknya. Namun ketika itu pilihan motor premium belumlah banyak. Yang ada baru kelas motor sport saja yang populer di kelas motor ini…

Lain dengan sekarang, dimana skutik telah memasuki kasta premium. Sedangkan sistem transmisi otomatis di dunia persilatan roda dua saat ini tengah mengalami masa kejayaan. Terbukti dengan jumlah penjualan tiap bulan dan tiap tahun, dimana model motor matic lebih laris ketimbang motor manual.

So… Patut pisan jika belakangan banyak orang yang suka pada skutik-skutik model gambot. Praktisnya dapet karena transmisinya otomatis, dan style-nya pun dapet karena motor yang ditunggangi kelasnya sudah premium. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: