Penipuan Mengatasnamakan Grab Muncul Lagi Dengan Modus Top Up OVO, Waspadalah…!!

Motorisblog.com – Om Bro…!! Setelah sebelumnya Mtb pernah membahas perkara penipuan Grab Activation Code (GAC), belakangan ini di kampung Mtb muncul lagi penipuan mengatasnamakan Grab dengan modus baru, yaitu dengan cara memanfaatkan fasilitas top up OVO melalui mitra.

Modus penipuan atas nama Grab sudah seringkali terjadi. Di area Mtb saja sudah beberapa korban yang berjatuhan…

Om Bro…!! Sebenarnya, mungkin, kasus penipuan Grab top up OVO penipu ini bukanlah benar-benar barang baru… Ada kemungkinan, si penipu sudah pernah melancarkan aksinya di kota-kota besar. Namun, berhubung di kampung Mtb masih baru, maka Mtb baru sekarang ini share pada Om Bro sekalian…

Sekilas OVO

Bagi driver lama, nama OVO sebagai fasilitas pembayaran Grab tentu sudah tidak asing lagi… Secara singkat, OVO ialah sejenis uang elektronik yang salah satu fungsinya ialah untuk melakukan pembayaran jasa ojek online Grab, termasuk juga untuk pembayaran pesanan Grab Food.

Nah, di dalam sistem Grab, ada cara top up melalui mitra… Yaitu, penumpang melakukan top up saldo OVO miliknya melalui driver.

Uang yang di isikan ke dalam saldo OVO ialah pemindahan saldo dari dompet tunai milik aplikasi si driver….

Sementara, saldo dompet tunai milik si driver itu di dapat dari pendapatan insentif (bonus), potongan promo dan pembayaran OVO dari penumpang-penumpang sebelumnya…

Laaahh… rancu ya…??

Ya, gitu lah. Pokonya, driver Grab pasti tahu lah…

Kemudian, sekarang, permasalahannya adalah… fasilitas top up OVO tersebut menjadi celah yang dimanfaatkan oleh penipu untuk menipu driver… Terutama karena salah satu langkah dari proses top up OVO ialah dengan munculnya tombol dialog “KUMPULKAN UANG”, sehingga driver jadi berpotensi terkecoh…

Ini salahnya juga… seharusnya Grab jangan pakai kata “LEBAY” kaya itu… Pakai kata normal aja sih… misalnya, “TOP UP KE PENUMPANG” atau semacamnya…

Lah, mengecoh gimana??

Nanti Mtb jelaskan di bawah…

Kemarin ini, setidaknya ada dua orang teman Mtb yang menjadi korban, salah satunya terkuras Rp350,000 dari saldo dompet dunai di aplikasinya. Lah, lumayan besar itu lah untuk ukuran Mtb mah…

Teknis penipuan top up OVO

Teknis yang dilakukan oleh si penipu, kurang lebihnya begini,

. Si penipu melakukan order fiktif dari jarak jauh,

. Driver mendekati titik penjemputan,

. Sampai di titik penjemputan, jelaslah tidak ada orang yang dimaksud,

. Kemudian si penipu akan menghubungi driver melalui fitur chat di aplikasi (bisa juga melalui SMS/telepon/Whatsapp) dengan kalimat yang bertubi-tubi, seolah-olah si penumpang sudah berangkat menggunakan transportasi lain (misalnya di jemput saudara dsb…), dan dia akan berkata-kata seolah-olah dia merasa bersalah, merasa ngga enak, dan meminta Om Bro untuk tetap menjalankan orderan tersebut dengan menjanjikan pembayaran di lokasi antar…

Disini Om Bro harus benar-benar jeli… harus benar-benar peka, karena disinilah fokus dari proses pengalihan pikiran Om Bro supaya masuk kedalam jebakan yang dia pasang…

. Jika pikiran Om Bro sudah teralihkan, kemudian si penipu akan melakukan permintaan top up OVO melalui aplikasi penumpang miliknya,

. Sementara itu, ketika Om Bro sedang dalam perjalanan, si penipu akan terus melakukan chat pengalihan pikiran dengan dalih bahwa dia akan melakukan pembayarannya melalui e-payment…

Disini ini lagi kuncinya…!!

Yang Om Bro harus benar-benar pahami, bahwa cara pembayaran melalui e-payment (yaitu melalui OVO) itu yang seharusnya sudah tercantum ketika orderan baru masuk. Tidak bisa di ubah ketika dalam perjalanan.

Pahami itu…

. Selanjutnya, jika pikiran Om Bro sudah tersugesti, maka Om Bro akan percaya bahwa si penipu akan membayar ongkos pesanannya melalui e-payment…

Maka ketika sampai di tempat tujuan, ketika di aplikasi driver muncul kata “KUMPULKAN UANG”, Om Bro akan berasumsi bahwa itu adalah pembayaran dari si pemesan. Padahal, kotak dialog dengan kata “kumpulkan uang” tersebut adalah langkah konfirmasi bahwa Om Bro bersedia melakukan top up saldo OVO ke aplikasi penumpang.

So… ketika Om Bro klik tombol “Kumpulkan Uang”, maka saldo dompet tunai milik Om Bro akan terkuras dan berpindah menjadi saldo OVO milik si penipu.

kumpulkan uang grab top up ovo

Maka itu, Mtb katakan di atas tadi bahwa pihak Grab pun turut bersalah dengan menciptakan kata-kata lebay “kumpulkan uang”. Seharusnya, driver bisa lebih waspada jika Grab menggunakan kata-kata yang JELAS sesuai dengan maksudnya, yaitu TOP UP OVO KE PENUMPANG.

Nah, kronologisnya kira-kira begitu…

Lantas, bagaimana langkah-langkah pencegahannya??

Langkah pencegahan terhadap penipuan Grab top up OVO

Yang jelas, Om Bro harus jeli… harus peka jika mendapatkan opik (order fiktif). Jangan mau menjalankan orderan ketika si penumpang tidak ada di lokasi penjemputan, meskipun dia bilang bakal bayar di lokasi antar (atau bayar pakai OVO).

Jika mendapat order fiktif, lebih bijak untuk Om Bro menunggu selama 10 menit di lokasi jemput, kemudian lakukan pembatalan tanpa mengurangi performa driver.

Intinya, jangan percaya dengan hal-hal yang tidak lazim… Ketika Om Bro mendapati ada yang tidak wajar namun Om Bro tidak paham apa hal itu, maka segeralah merapat & sharing dengan driver-driver lain yang sudah paham. Jangan melakukan tindakan apa pun atas hal yang tidak Om Bro pahami…

Pamungkas… Jika Om Bro mendapati opik-opik semacam itu, segera laporkan ke link:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSf5WjAhvUrK3lv45trOJ-5hXKEDoW4KuOQJIlOHjovJQgdVYw/viewform?c=0&w=1

Itu link pengaduan order fiktif Grab…

Berikut ini beberapa contoh chat bertubi-tubi dari pelaku penipuan top up OVO

chat penipuan grab top up ovo

chat penipuan grab top up ovo

chat penipuan grab top up ovo

Tambahan…

Selain penipuan top up OVO dan penipuan Grab Activation Code, dari beberapa sumber, Mtb juga mendapat informasi perkara penipuan pendaftaran Grab.

Penipuan pendaftaran Grab Bike (Penipuan daftar Grab) umumnya terjadi dengan alasan biaya pendaftaran, uang top up awal, uang sogokan supaya tidak mengantri saat menunggu formulir pendaftaran dan lain-lain…

Yang harus Om Bro pahami adalah, bahwa pada saat pendaftaran, Om Bro hanya harus melakukan top up awal sebesar Rp100 ribu. Itu pun di lakukan saat aktifasi akun. Jadi, ketika akun Om Bro belum jelas akan aktif atau tidak, jangan berikan uang serupiah pun.

Malahan di beberapa wilayah (termasuk Banjar Patroman), top up awal di lakukan melalui layanan pihak ketiga (Alfamart, Pegadaian, dll). So… Tetap Waspada…!! Jangan sampai Om Bro menjadi korban berikutnya. Semoga artikel ini bermanfaat. (Mtb – Penipuan mengatasnamakan Grab).

6 tanggapan untuk “Penipuan Mengatasnamakan Grab Muncul Lagi Dengan Modus Top Up OVO, Waspadalah…!!

  • 25 Oktober 2018 pada 20:22
    Permalink

    Sialnya ane kna jebakan betmen ini kemarin..untung saldo di dompet tunai ga lebih dari 25 ribu..tapi kesel jengkel pula udah di kerjain

    Balas
    • 25 Oktober 2018 pada 20:26
      Permalink

      Ngga apa-apa Om Bro… Jadi pengingat aja supaya ke depannya kita ngga kena lagi…

      Tetap semangat…!! Salam gacor…

      Balas
  • 28 Oktober 2018 pada 12:05
    Permalink

    Om bro saya juga kena modus penipuan seperti itu, tapi saya tidak klik kumpulkan uang,saya klik penurunan penumpang, tp kendala saya walaupun sudah tidak melakukan perjalanan dengan penipu, tp permintaan isi saldo ovonya masih nggantung, mohon infonya cara ngebatalin isi saldo ovo dri sang penipunya,trimakasih

    Balas
    • 28 Oktober 2018 pada 17:21
      Permalink

      Hasil sharing sama teman yang pernah cancel OVO,

      Hapus data pada pengaturan aplikasi (manajer aplikasi). Restart hp.

      Kalo gagal, kosongkan dulu dompet tunai. Transfer saldo tunai ke rekening Om Bro, atau bisa juga di pake top up kredit.

      Setelah saldo tunai kosong, lanjutkan pengisian ovo, maka transaksi ovo akan gagal.

      Kalo ngga berhasil juga, hubungi layanan bantuan Grab via email, twitter atau telpon.

      Balas
  • 31 Oktober 2018 pada 06:44
    Permalink

    Tanggal 29 kemarin saya mengalami kejadian kek gini.. Saldo ke kuras 1 juta mas.. Klo di urus gak bisa y ini

    Balas
    • 31 Oktober 2018 pada 07:19
      Permalink

      Sejauh yang saya tahu, pada kasus kek gini Grab ngga bisa apa-apa. Tapi coba tanya layanan bantuan Grab. Sapa tau bisa di tangani kalo uangnya masih dalam bentuk saldo OVO si penipu.

      Jadikan pengingat aja Om Bro… ke depan, sebaiknya jangan kelamaan simpen uang di dompet tunai. Rajin-rajin transfer ke rekening aja sekira saldo tunai udah ada 50-100k.

      Selain beresiko penipuan, saldo tunai juga bakal hangus kalo akun kita kena suspend. Kita tahu lah, Grab. Suspend akun ngga selamanya lantaran kesalahan kita. Ada kalanya kita ngga salah juga tiba-tiba suspend. (Info dari berbagai sumber).

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: