Penipuan Grab OVO Semakin Berbahaya dengan Fitur ‘Ganti Tujuan’

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sebelum ini Mtb sudah pernah menuliskan perkara penipuan Grab OVO. Namun kala itu modusnya hanya memanfaatkan celah top up OVO saja. Nah, kali ini lebih parah lagi Om, …karena selain top up OVO, si penipu juga menggunakan fitur ‘Ganti Tujuan‘ untuk semakin membobol driver. Terutama jika percobaan penipuannya gagal.

Ini amat harus pisan Om Bro waspadai, karena jika tidak, saldo kredit Om Bro sekalian bisa turut jebol hingga jutaan rupiah. Ini sudah terjadi pada salah satu kawan driver di kampung Mtb dimana saldo kredit miliknya sampai minus hampir Rp1 juta, …bahkan salah satu pembaca blog ini ada yang jebol hingga Rp4 jutaan.

Teknisnya begini Om…

…awalnya si penipu akan melakukan order fiktif. Nembak gitu lah ya… Dari jarak jauh pastinya… Dan dalam opiknya tersebut, dia akan melakukan permintaan pengisian saldo OVO.

Kemudian ketika “tembakannya” mengenai sasaran, dia akan melakukan chat secara bertubi-tubi sehingga konsentrasi Om Bro (driver) akan terpecah. Dan dengan berbagai alasan si penipu akan meminta Om Bro untuk menjalankan orderan fiktif tersebut.

Nah, masalahnya, ketika Om Bro sudah menekan tombol ‘Saya Sudah Sampai‘ dan tombol ‘Menjemput‘, maka saat itu Om Bro sudah tidak bisa membatalkan pesanan dan harus menyelesaikannya. Ini nih… Dulu, kita masih bisa membatalkan pesanan meskipun kita sudah memulai perjalanan. Tapi entah atas dasar apa, sekarang sistem Grab tidak lagi memberikan pilihan pembatalan setelah pekerjaan dimulai.

Disinilah biasanya driver akan terkecoh…

Biasanya, awalnya si driver (yang belum paham resikonya) akan tetap memulai perjalanan meskipun tidak ada penumpang di lokasi tujuan. Dia pikir “dari pada ribet menunggu si penipu yang tidak mau membatalkan orderan…”. “Dari pada ribet harus menunggu 10 menit untuk membatalkan pesanan dilokasi penjemputan…”

…malahan kadang ada juga yang berpikiran, “Ah lumayan biar opik juga, buat nambah-nambah poin berlian”.

Naahh… itu…

Si driver tidak sadar bahwa ada resiko besar yang mengintai disana…

Jadi begini Om…

…ketika Om Bro telah memulai perjalanan, si penumpang palsu akan mengajukan permintaan top up OVO. Selanjutnya jika permintaan top up itu gagal lantaran saldo OVO milik Om Bro tidak mencukupi, atau pun karena Om Bro telah menyadari percobaan penipuan tersebut, maka si penumpang penipu akan merasa dongkol.

Kemudian untuk melampiaskan rasa kesalnya, si penipu akan menggunakan fitur ‘Ubah Tujuan‘ untuk mengganti lokasi tujuan dari order fiktif yang telah ia lakukan.

Dan lokasi yang yang ia tentukan jelas bukan jarak yang dekat… Seringnya lokasi tujuan baru akan disetting amat jauh, misalnya ke Papua, yang pastinya argo pesanan jadi mencapai jutaan, bahkan bisa puluhan juta rupiah…

Celakanya, beberapa driver yang menjadi korban, ada yang tidak menyadari bahwa lokasi tujuan telah di ubah. Maka ketika dia menyelesaikan perjalanan di lokasi tujuan yang awal, maka secara otomatis saldo kredit Om Bro akan minus.

Lah iya… Bayangkan jika argo orderan dari si penipu mencapai Rp5 juta, maka jelas potongan komisi Grab akan mencapai Rp1 juta. Bayangkan jika orgonya Rp20 jutaan, itu kan jelas potongannya yang 20% akan jadi Rp4 jutaan. Maka minuslah saldo dompet kredit Om Bro hingga jutaan rupiah.

Disini juga masalahnya, kenapa Grab tidak ada batasan jarak maksimal seperti Gojek…?? Dan kenapa Grab menghilangkan pilihan tombol pembatalan setelah pekerjaan dimulai…??

Tapi ya itu kebijakan management Grab. Kita sebagai mitra tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya meningkatkan kewaspadaan dan jangan pernah menjalankan opik.

Ingat Om… Jangan pernah mau menjalankan orderan ketika ada order fiktif yang masuk. Dan ingat pula ciri-cirinya… ketika si konsumen melakukan chat secara bertubi-tubi, maka pahamilah bahwa itu sudah menjadi tanda-tanda opik. Pastikan Om Bro tetap fokus, jangan terkecoh dan jangan sampai konsentrasi Om Bro buyar sehingga masuk ke dalam jebakan penipuan si pelaku opik.

Selanjutnya Om Bro juga harus jeli dan harus ingat bahwa ada banyak celah penipuan Grab Food penipuan Grab driver atau pun penipuan Grab Express. Maka pastikan Om Bro dapat memahami dan membaca segala hal yang tidak wajar yang dapat mengarah pada percobaan penipuan.

Iya Om… Penipuan Grab OVO hanyalah salah satu bentuk dari banyak bentuk penipuan mengatasnamakan Grab. Dan bukan hanya Grab saja,… di platform lain semisal Gojek pun Mtb kira akan selalu ada percobaan penipuan semacam itu. Bahkan di sektor-sektor kehidupan lain, baik online atau pun offline, selalu ada resiko penipuan dan resiko-resiko kejahatan lainnya.

Intinya sih kita tingkatkan kewaspadaan… kita tingkatkan kepekaan. Jangan percaya setiap hal apa pun yang tidak wajar. Jangan percaya hal-hal yang menggiurkan…

Bukan berarti kita harus selalu berburuk sangka, …tapi memang seperti itulah cara terbaik untuk menghindarkan diri dari resiko penipuan dan resiko kejahatan lainnya. (Mtb – Penipuan Grab OVO).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *