mio s yamaha safety riding

Pengertian Safety Riding: 6 Hal Penting Menuju Aman Bersepeda Motor

Motorisblog.com – Om Bro…!! Dalam penalaran yang sederhana, pengertian safety riding adalah “perilaku berkendara motor yang aman”. Yaitu cara berkendara yang aman bagi diri sendiri dan bagi orang lain disekitarnya, utamanya sesama pengguna jalan.

Nah… ngga pake panjang basa-basi, berikut ini beberapa hal penting yang musti kita perhatikan dalam pengertian safety riding.

Safety Riding Artinya Tidak Melakukan 15 Hal Berikut Ini…

6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Pengertian Safety Riding

1. Pentingnya Memakai Helm

Asli Om… sampai sekarang Mtb masih sering mendengar orang bilang, “Ah… Nggak usah pakai helm. Nggak ada polisi…”

Lah… Itu helm buat kepala kita masing-masing Om… Bukan buat polisi…

Ada juga yang bilang, “Gue kalo pake helm… kepala gue suka pusing.”

Wkwkwkwk… Aneh… Segitu beratnya kah beban pikiran Om Bro saat harus mengenakan helm?? Sampai-sampai bikin pusing kepala??

naik motor pakai rok mini

Oohh… maksudnya sakit kepala… bukan pusing pikiran.

Tapi tetap saja tidak benar. Dan Mtb sendiri ngga begitu yakin… apa iya pakai helm bisa bikin sakit kepala?? Mtb rasa sih itu hanya alibi saja. Apa lagi bocah-bocah ABG… mereka cenderung merasa gagah jika riding tanpa helm… jadilah mereka cari-cari alasan untuk pembenaran kebiasaannya bermotor tanpa helm.

Tapi sumpah deh… Mtb tidak pernah berpikiran seperti itu saat masih ABG sekalipun. Mtb ngga pernah tuh gagah-gagahan bermotor tanpa helm saat usia ABG…

Soale saat ABG, Mtb belum punya motor.

Wkwkwkwk… kehet siah…

Tapi serius Om… Asli… sejak era 1990-an saat Mtb masih SD pun Mtb sudah banyak membaca buku panduan bermotor dari motor-motor jaman itu. Artinya sejak masih kecil pun Mtb memang sudah suka membaca teori safety riding… sehingga saat Mtb memasuki usia remaja, di dalam pikiran Mtb sudah tertanam dasar pengertian safety riding.

Dan pola pikir seperti itu terus terbawa hingga Mtb mulai dewasa dan hingga kini saat Mtb mulai menua…

Hix hix hix… ngga sadar Mtb udah mendekati usia 40 tahun… Usia dimana seharusnya seseorang sudah lebih meningkatkan kualitas ibadah… disamping mengejar keduniawian.

Wkwkwkwk… Kenapa malah jadi tausiah kemana-mana sih Om??

Kita balik lagi ke bahasan helm dalam pengertian safety riding…

Begini Om… Dulu di sekira tahun 2011 atau 2012 (Mtb lupa tepatnya)… saat Mtb masih suka “seruntulan” di jalan, Mtb pernah jatuh di sekitaran Jayanti, Tangerang Barat.

Saat kecelakaan itu kepala Mtb membentur aspal hingga meninggalkan bekas baret pada helm. Syukurlah Mtb selamat tanpa luka berat… karena kepala Mtb di lindungi oleh helm yang bersertifikat SNI.

Lah… bukannya dilindungi oleh Alloh SWT??

Wkwkwkwk… lah iya itu hakikatnya Om… Syari’at-nya kepala Mtb terlindungi oleh helm.

Apa pelajaran dari kisah ini??

Pelajaran singkatnya adalah… bahwa saat itu kepala Mtb bisa luka parah jika tidak Mtb tidak memakai helm.

Sedangkan dari kejadian yang sudah-sudah, luka parah di kepala bisa mengakibatkan resiko fatal.

Resiko itulah yang banyak tidak disadari oleh orang-orang yang tidak suka memakai helm. Mereka memakai helm semata-mata hanya agar tidak ditilang polisi saja. Padahal tanpa ada polisi pun benturan di kepala tetap akan terasa sakit…

2. Buatlah Diri Om Bro Mudah Terlihat oleh Orang Lain

Biasakanlah Om Bro menggunakan helm dan jaket yang berwarna terang. Lebih bagus lagi memakai jaket khusus motor yang bisa memantulkan cahaya dimalam hari.

Biasakan pula Om Bro menyalip dalam jarak aman agar Om Bro terlihat oleh pengemudi kendaraan yang akan disalip.

Hindari blind spot alias titik buta… yaitu area yang tidak terlihat oleh pengemudi.

Cara Menghindari Blind Spot Saat Berkendara, Kenapa Kita Harus Menghindari Blind Spot…??

Dengan selalu menempatkan diri pada posisi yang mudah terlihat, maka orang lain bisa sama-sama menghindari terjadinya kecelakaan di jalan.

3. Berkendara Sesuai Batas Kemampuan

Kadang ada saja orang yang yang seruntulan dijalanan tanpa mengindahkan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Apa lagi anak-anak usia belasan… Sudah iya nggak pakai helm, nunggang motor kenceng-kencengan sambil bercanda dengan teman-temannya… Padahal kemampuannya berkendara belum mumpuni… Baru sebatas “bisa doang”… belum mahir dan belum cukup berpengalaman di jalanan.

Iya bukan hanya ABG saja… biker dewasa juga kadang ada yang seperti itu.

Intinya cara berkendara seperti itu… itu melebihi batas kemampuan yang sebenarnya.

Terus bagaimana cara mengetahui batas kemampuan berkendara kita??

Ada cara yang sederhana. Mtb contohkan dari diri Mtb sendiri…

Ketika Mtb memacu motor, hati Mtb mulai gamang saat jarum speedometer telah menyentuh angka 80 km/jam… dan hati Mtb mulai gentar ketika kecepatan speedometer mencapai 90 km/jam… dan Mtb sudah takut ketika jarum speedometer melampaui angka 100 km/jam.

Itu kondisi di jalan raya. Lain cerita dengan jika Om Bro memacu motor di sirkuit…

Iya ini kita kan lagi bahas pengertian safety riding di jalan raya ya Om… bukan membahas cara menggeber motor di sirkuit.

Lanjut…

Ciri lain ketika Om Bro sudah melewati batas kemampuan adalah saat Om Bro mudah kaget pada situasi di sekitar… misale saat ada kendaraan lain yang hendak berpindah lajur atau ada orang lain yang hendak menyeberang jalan.

Jadi kesimpulannya… Ketika hati Om Bro mulai gamang dan mudah terkejut di kecepatan tertentu, maka itulah batas kemampuan Om Bro. Maka jangan memaksakan diri untuk melebihi batas kemampuan Om Bro tersebut… kecuali Om Bro melakukannya di sirkuit dengan latihan yang benar.

Bahkan jika skill Om Bro mampu memacu motor hingga mentok gas sekalipun, tetap tidak boleh ugal-ugalan di jalanan umum…

Perhatikan juga… Kemampuan Om Bro di sirkuit tidak akan bisa diterapkan dijalan raya…

Beda situasi dan kondisinya Om…

Di sirkuit tidak ada lampu merah, perempatan jalan atau pun kendaraan dari arah yang berlawanan.

Wkwkwkwk… Lucu kali ya kalau di sirkuit ada perempatan dan lampu merah…

Jika pun Om Bro sungguh hebat dan sangat nekat, tetap saja salah. Tetap tidak boleh ugal-ugalan di jalan raya.

Jika pun Om Bro tidak takut celaka, maka takutlah jika Om Bro mencelakai orang lain… karena di jalan raya umum ada banyak pengendara lain yang berpotensi ikut celaka oleh perilaku Om Bro yang ugal-ugalan.

4. Jangan Minum Minuman Keras

Ini teori dasar banget sih ya Om… Yang namanya orang mabok… boro-boro mengemudi dengan benar… Lah wong jalan kaki aja oleng. Betul??

5. Jaga Motor agar Tetap dalam Kondisi Baik dan Kenakan Pelengkapan Keamanan

Untuk memastikan motor Om Bro selalu terjaga kondisinya, lakukan perawatan secara berkala sesuai dengan jadwal servis yang dianjurkan pabrikan.

Selain menjaga kondisi motor dengan servis rutin, sebaiknya periksa kondisi motor setiap kali Om Bro hendak berkendara.

Tips Safety Riding: Periksa 10 Bagian Sepeda Motor ini Agar Aman Berkendara

Selain dua hal di atas, untuk keamanan berkendara Om Bro juga perlu mengenakan perlengkapan keamanan atawa yang biasa disebut safety gear, diantaranya:

  • Gunakan sepatu yang tingginya hingga menutup mata kaki untuk melindungi kaki dari resiko gesekan
  • Gunakan sarung tangan untuk perlindungan dari sengatan matahari dan hawa dingin yang bisa menurunkan konsentrasi saat berkendara
  • Pakai jaket untuk melindungi badan dari terpaan angin dan resiko luka jika terjadi kecelakaan

6. Jangan Membawa Beban Berlebih

Memuat beban berlebihan seringkali dilakukan oleh pemotor pada musim mudik lebaran… padahal cara itu amat berbahaya bagi keselamatan pengendara.

Dalam hal mengangkut barang bawaan, perhatikan dimensi barang yang Om Bro angkut. Pastikan lebar barang tidak melebihi lebar setang.

Lebar barang yang melebihi lebar setang berarti barang tersebut juga menghalangi pandangan kaca spion.

Jika pandangan kaca spion tertutup, maka Om Bro jadi tidak aman saat hendak berbelok atau akan berpindah lajur jalan.

Cara Melihat Spion Motor dan Mobil yang Benar

Jangan juga membawa barang yang dimensinya melebihi tinggi kepala pengendara.

Barang yang tingginya melebihi tinggi kepala pengendara, itu akan merusak keseimbangan berkendara… juga beresiko tersangkut ketika Om Bro melalui portal di jalan lingkungan.

Satu hal lagi… Jangan membawa barang dibagian depan jika sekiranya dapat mengganggu keleluasaan pergerakan setang kemudi. (Mtb – Pengertian Safety Riding).

2 pemikiran pada “Pengertian Safety Riding: 6 Hal Penting Menuju Aman Bersepeda Motor”

Tinggalkan komentar