Motor bekas

23 Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Dasar dari pemikiran Mtb untuk menulis panduan membeli motor second ini adalah karena pengalaman pribadi yang mengecewakan. Walaupun saat itu sebenarnya si penjual tidak bermaksud membohongi Mtb, tapi secara emosi Mtb merasa tertipu.

Advertisement

Awal kisah: di akhir tahun 2008 lalu Mtb membeli motor Honda Legenda lansiran tahun 2002. Saat itu Mtb merasa bangga karena sudah mampu membeli motor pakai uang sendiri, hasil dari kerja Mtb sendiri.

Tapi kebanggaan Mtb tidak berlangsung lama karena kemudian Mtb harus menghabiskan uang sebesar Rp1,5 juta untuk membenahi motor tersebut. Padahal motornya itu sendiri Mtb beli hanya dengan harga Rp3,5 juta saja.

Berarti hampir setengah dari harga beli motor itu sudah Mtb keluarkan untuk service sana-sini dan ini-itu.

Ya sudahlah. Akhirnya sang Legenda Mtb jual kembali, dan uang hasil penjualannya Mtb gunakan untuk DP kredit Honda Fit X.

Ketiwasan. Maksud Mtb dulu beli motor second lantaran tidak mau kredit motor baru, lantaran tidak mau pusing mikirin angsuran tiap bulan… Tapi malah begitu.

Panduan Membeli Motor Second (Bekas) Agar Tidak Tertipu

Nah, dari pengalaman buruk tersebut Mtb mengambil beberapa pelajaran berharga yang Mtb susun dalam 23 poin panduan membeli motor second alias motor bekas, agar Om Bro tidak merasa tertipu seperti Mtb dulu.

Iya Om… Saat itu si penjual mengatakan bahwa motornya masih layak. Tapi nyatanya setelah Mtb beli, itu motor minta jajan melulu.

Iya ma’lum saat itu Mtb masih polos pisan dalam hal permesinan motor. Mtb belum tahu apa-apa tentang memilih motor second, jadi begitulah yang terjadi. Mtb salah pilih.

Yo wiss. Sekarang langsung bae kita cekidot pada panduan membeli motor second yang berikut ini:

Dasar-dasar Panduan Membeli Motor Second

1. Tentukan Pilihan Motor Sesuai Budget, Selera dan Kebutuhan
Perhitungkan Budget

Om Bro pecahkan dulu celengan ayam jago dirumah, terus hitung ada berapa isinya… selanjutnya sesuaikan target motor dengan jumlah uang yang Om Bro miliki… apakah cukup untuk motor bebek, skutik atau motor laki.

Jangan sampai Om Bro menarget motor laki tapi dengan budget motor bebek… Wkwkwkwk… kebangetan amat itu gejloknya??

Pahami juga bahwa Om Bro harus menyiapkan dana ekstra jika mau membeli motor bekas… karena sebagus apapun motor bekas, pasti ada sedikit-banyaknya bagian yang harus di benahi.

Selain itu Om Bro juga harus menyediakan dana ekstra untuk proses mutasi dan balik nama… utamanya jika motor yang Om Bro beli beda wilayah Samsat dengan alamat domisili Om Bro.

Jadi jangan dihabiskan semua uang yang Om Bro miliki… Misale Om Bro ada budget Rp10 juta, maka belilah motor second yang seharga Rp6-7 jutaan saja… atau maksimal Rp8 jutaan.

Sesuaikan Selera

Pastikan Om Bro membeli motor yang Om Bro sukai… Jangan sampai misalnya Om Bro membeli motor bebek, padahal hati Om Bro ingin motor matic. Maka pastikan sejak awal, apakah Om Bro mau motor manual, bebek atau matic.

Jika memang budgetnya belum cukup, sebaiknya bersabar dulu sampai uangnya cukup… ketimbang nanti Om Bro menyesal dan motornya di jual lagi…

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Contohnya begini:

  • Jika Om Bro membutuhkan moto untuk transportasi jarak jauh, maka pilihlah motor laki alias motor sport manual… karena motor manual relatif lebih stabil untuk digunakan menempuh jarak jauh dengan kecepatan yang relatif tinggi.

Jarak jauh yang Mtb maksud disini ialah seperti misalnya Om Bro tinggal di Bogor tapi kerjanya di Jakarta.

Artinya jarak jauh dalam penggunaan harian… Bukan jarak jauh yang hanya sesekali saja saat touring.

  • Namun jika kebutuhan Om Bro hanya untuk transportasi harian jarak dekat, maka skutik bisa jadi pilihan.

Karena cara pengoperasian motor matic yang praktis, maka jenis motor ini lebih bisa di gunakan oleh seluruh anggota keluarga.

  • Lain lagi ceritanya jika Om Bro membutuhkan motor untuk menunjang bisnis kecil… motor bebek lebih bisa jadi pilihan yang tepat.

Motor bebek cenderung lebih mudah perawatannya dan lebih hemat konsumsi bahan bakarnya. Dengan begitu cost operasional perusahaan bisa ditekan rendah.

Mtb sendiri dulu salah pake motor skutik buat jualan keliling jadi sales motoris… Cost-nya lebih besar dibanding teman sesama motoris yang pake motor bebek… Entah dari sisi konsumsi, juga dari sisi biaya perawatan.

Betul Om… komponen mesin dan komponen CVT box pada motor skutik cenderung lebih cepat rusak dibanding motor bebek… kala digunakan untuk kerja berat.

Bagaimana dengan motor sport untuk armada usaha??

Kalau motor laki itu lebih pada kurangnya kepraktisan. Apa lagi jika usaha Om Bro sering muat-muat barang… Om Bro pasti bakal banyak mengalami kesulitan nantinya.

2. Jangan Fanatik pada Merk

Sewaktu Mtb kerja di Serang Banten selama 2011 hingga 2013 lalu, Mtb punya teman yang fanatik merk ‘Y’.

Fanatiknya itu kebangetan Om…

Waktu itu Mtb tanya, “Andai saya kasih kamu Ninja 250 kamu mau ngga?”

ninja 250 keyless

Ternyata jawaban dia sangat dramatis dan lebay…

“Saya kalo ngga Vixion ogah”

yamaha vixion old facelift headlamp
Old Yamaha Vixion

Wkwkwkwk… Itu kan jawaban orang yang cinta buta Om…

Logikanya kalau pun dia suka Yamaha Vixion, apa salahnya itu Ninja diterima… terus dijual… uangnya di pake beli Vixion… kan masih sisa banyak uangnya kan Om??

Wkwkwkwk… Asli Mtb ngga habis pikir sama itu orang… Bodohnya luar biasa…

Memang sih itu pertanyaan hanya candaan. Mtb juga duit dari mana, terus ngapain kasih motor mahal-mahal buat orang lain?? Lah wong motor Mtb sendiri saja saat itu cuma bebek Yamaha New Vega R doang ko…

Nah… begitu pun saat Om Bro hendak membeli motor bekas… Jangan fanatik pada satu merk.

Pilih motor sesuai kebutuhan dan sesuai budget.

3. Pertimbangkan Kemudahan Perawatannya

Ada kalanya kita menginginkan motor yang “tidak terlalu pasaran” supaya bisa tampil beda. Namun dalam hal kemudahan perawatan, motor yang pasaran justru lebih mudah perawatannya.

Misale kalau dari Honda ya jajaran skutik entry-levelnya… kalau dari Yamaha ya skutik entry-level dan skutik Maxi-nya… Kawasaki dengan Ninja-nya… Suzuki dengan Satria-nya…

Soul red black honda beat 2019

Yamaha nmax 2020 abs matte black

suzuki satria f150
Suzuki Satria F150

Itu motor-motor yang baik dalam popularitas dan jumlah populasinya…

Motor-motor yang populer dan banyak populasinya, maka mereka akan mudah urusan perawatannya. Banyak tersedia suku cadang (spare part)-nya dan banyak montir yang menguasai tehnik perbaikannya.

Perlu di garis bawahi juga bahwa nama besar suatu merk belum tentu menjamin kemudahan perawatannya. Maka tetap utamakan popularitas si model motornya itu sendiri.

Contohnya ada pada diri Mtb sendiri… Mtb menggunakan Honda Spacy FI lansiran tahun 2013…

honda spacy fi 2013

Secara brand jelas Honda yang menguasai dunia persilatan roda dua tanah air… Tapi faktanya model Spacy adalah salah satu produk Honda yang bisa Mtb katakan gagal lantaran harus discontinue setelah sebelumnya “ngga laku”.

Selanjutnya karena populasi Spacy tidak banyak, maka pada sebagian part yang tidak bisa di subtitusi dengan model lain pun jadi jarang tersedia.

Salah satunya adalah per pulley (per CVT atau apa lah namanya) yang tidak tersedia di bengkel-bengkel dan toko spare part di kampung Mtb. Lain cerita dengan Honda Beat, Vario dan Yamaha Mio yang spare part-nya berserakan dimana-mana.

Bahkan saking tidak populernya Spacy, Mtb sampai pernah kesulitan untuk mendapatkan fan cover (tutup kipas mesin) untuk Spacy kesayangan nan menyebalkan.

Fan cover kipas spacy beat fi

Lah iya Om… Gimana ngga jengkel Om… Ada 4 bengkel dan 1 toko spare part motor yang mengatakan bahwa fan cover Spacy itu beda dengan Beat.

Padahal apa bedanya?? Wong mesinnya juga sama.

Akhirnya setelah Mtb mendapat referensi dari laman hondacengkareng.com, barulah Mtb bisa meyakinkan pelayan toko bahwa tutup kipas Honda Spacy adalah sama dengan Beat, Scoopy dan Vario 110.

Nah… dari pelajaran tersebut Mtb menganggap bahwa untuk motor harian, sebaiknya membeli motor yang populer di pasaran… supaya Om Bro tidak mengalami kesulitan dalam hal perawatannya nanti.

Kecuali jika Om Bro minatnya pada motor hobi… ya lain lagi ceritanya.

4. Usahakan Membeli Motor dari Pengguna Langsung

Sebenarnya tidak ada salahnya membeli motor dari pedagang mokas… hanya saja kadang-kadang ada penjual mokas (motor bekas) yang suka “ngibul”.

Sudah menjadi kodrat alam bahwa setiap penjual pasti akan mengklaim produk yang dijual itu “barang bagus”. Demikian pula dengan pedagang motor bekas. Dia pasti akan mengatakan barang jualannya bagus.

Padahal saat pedagang tersebut membeli barang, dia bakal dengan sebisa mungkin “mengulik kekurangan” motor yang akan dibelinya supaya dia dapat harga murah.

Iya ini prinsip ekonomi dasar sih… dimana seorang pebisnis akan berusaha untuk memenuhi prinsip ekonomi “Dengan modal sekecil-kecilnya mendapat keuntungan sebesar-besarnya”.

Mtb katakan “mungkin” tidak semua pedagang mokas akan memanipulasi barang dagangannya… tapi satu hal yang pasti ialah bahwa motor second yang di pajang di showroom-showroom mokas, itu pasti sudah melalui tahap pemolesan dan “rekayasa” supaya motor terlihat sempurna.

Rekayasa tersebut umumnya dilakukan pada tampilan body dan peredaman suara kasar pada mesin.

Hal itu di lakukan oleh pihak showroom untuk menaikkan harga jual motor.

Atas dasar itulah Mtb katakan bahwa lebih baik membeli motor second kepada pengguna langsung… karena selain harganya cenderung lebih murah, biasanya kondisi motornya pun asli tanpa rekayasa.

Kecuali mungkin polesan body saja supaya tampak bersih…

Di jaman now yang serba canggih ini, mencari tawaran motor seken dari pemakai bukanlah hal sulit. Om Bro dapat mencarinya di situs-situs toko online terpercaya dan iklan-iklan lainnya di internet.

5. Usahakan Membeli Mokas pada Orang Dekat

Poin panduan membeli motor second yang berikutnya adalah… membeli dari orang dekat.

Orang dekat yang Mtb maksud adalah orang yang domisilinya dekat dengan alamat Om Bro.

Maksud membeli dari orang dekat adalah supaya Om Bro mudah berkonsultasi jika dikemudian hari ada kekurangan dari si motor yang lupa diberitahukan oleh penjual saat proses transaksi.

Selain itu, jika membeli dari orang dekat, Om Bro masih bisa pinjam KTP-nya dahulu untuk membayar pajak tahunan… jika Om Bro belum memiliki cukup uang untuk biaya balik nama motor.

Tapi jangan keenakan juga Om… Sebisa mungkin secepatnya ganti nama pemilik motor dengan nama Om Bro… supaya tidak perlu merepotkan pemilik sebelumnya.

Lagi pula biasanya pemilik pertama akan langsung ke Samsat untuk memblokir data motor yang telah dijualnya, supaya dia tidak terbebani oleh pajak progresif saat dirinya membeli motor baru lagi.

Kemudian selain itu… membeli motor bekas dari orang dekat yang masih satu wilayah Samsat dengan Om Bro juga memberi keuntungan dalam hal biaya mutasi dan balik nama. Setidaknya Om Bro tidak harus mengeluarkan banyak ongkos transport seperti jika Om Bro mutasi-kan motor dari wilayah Samsat yang berbeda.

6. Jika Harus, Cari Informasi Showrom Mokas yang punya Reputasi Baik

Meski di atas Mtb sarankan untuk membeli motor dari pemakai langsung, tapi dalam situasi tertentu, showroom mokas juga bisa jadi pilihan. Yang penting Om Bro cari referensi sebaik-baiknya agar mendapat showroom mokas yang punya reputasi baik.

Cari tahu kredibilitas pengelola showroom… Pastikan pengelola showroom tersebut adalah orang yang relatif jujur… Orang yang tidak terlalu melebih-lebihkan produk yang sebenarnya kurang bagus.

7. Pastikan Motor tidak dalam Sengketa

Di era 1990-an, kredit sepeda motor hanya di berikan kepada orang-orang yang benar-benar mampu menurut penilaian surveyor… Artinya ialah mampu secara finansial untuk membayar cicilan setiap bulannya hingga lunas.

Mtb masih ingat betul saat Paman Mtb hendak mengajukan kredit motor Honda Astrea Star… saat itu dia harus mengajukan kredit ke Muncul Bursa Motor, Purwokerto… padahal domisili Paman adalah sama dengan Mtb, yaitu di Ciamis, Jawa Barat.

Advertisement

Namun kala itu fasilitas kredit motor di Banjar – Ciamis masih relatif sulit. Persyaratan dan survey-nya ketat… sehingga Paman dan beberapa orang di kampung Mtb justru memilih mengajukan kredit ke Purwokerto, Jawa Tengah.

Tapi lain dulu lain sekarang…

Di jaman sekarang ini sudah ada banyak sekali perusahaan pembiayaan (leasing) kendaraan bermotor.

Karena saking banyaknya leasing, maka persaingan diantara para leasing pun menjadi sangat ketat…

Seketat celana Nikita Mirzani dan Agnes Mo…

Selanjutnya karena tensi persaingan yang semakin tinggi, maka lama-kelamaan mulai timbul persaingan tidak sehat di antara para leasing. Mereka menetapkan syarat yang mudah, uang muka rendah dan sebagainya…

Karena kemudahan yang luar biasa tersebut, maka masyarakat pun berbondong-bondong mengajukan kredit motor baru… padahal tidak semua orang mampu membayar angsuran kreditnya.

Akibatnya… banyak kasus kredit macet.

Nah… jika motor yang Om Bro beli tersebut masih dalam status kredit (yang artinya Om Bro over kredit dari pemilik pertama), maka pastikan dahulu bahwa pemilik pertama tidak memiliki tunggakan ke leasing.

Sedangkan jika Om Bro membeli motor bekas yang bukan motor kredit, maka pastikan bahwa BPKB dan STNK-nya asli dan sesuai dengan fisik kendaraannya.

Pemeriksaan Kendaraan yang Akan Dibeli

Langkah selanjutnya dalam panduan membeli motor second versi Mtb adalah pemeriksaan fisik kendaraan dan surat-suratnya…

8. Periksa Tampilan Fisik Motor

Jika Om Bro belum terlalu paham seluk beluk motor, ada baiknya Om Bro ajak teman / mekanik yang paham pada kondisi motor.

Jika memungkinkan, buka blok mesin sebelah kanan dan kiri untuk memastikan kondisi sepul dan plat kopling masih baik (secara kasat mata).

Perhatikan juga bagian body… Pastikan tidak ada lecet atau baret yang parah pertanda motor tersebut bekas jatuh parah.

Meski pun bekas jatuh bisa di manipulasi dengan part body baru, namun dengan pemeriksaan ini Om Bro sudah memperkecil potensi “kecolongan”.

9. Perhatikan Volume Oli Mesin

Penjual motor bekas yang licik kadang mengisi oli mesin dengan volume berlebih… atau menggunakan oli yang amat kental untuk memanipulasi suara mesin supaya terdengar halus.

Maka pastikan motor yang hendak Om Bro beli kondisi dan volume olinya normal.

stick tutup oli

Lihat pada deepstick (pen tutup oli)… Pastikan volume oli berada di antara batas atas dan batas bawah.

10. Pastikan Motor tidak di Modifikasi

Perlu Om Bro ketahui bahwa modifikasi apa pun dapat menurunkan durabilitas (keawetan) si motor itu sendiri. Utamanya jika modifikasinya dilakukan di sektor mesin dan kelistrikan. Entah itu korek harian, apalagi jika motor dikorek untuk balapan.

Bisa jadi si pemilik menjual motornya karena sudah tidak betah dengan kerewelan motor yang sudah dia modifikasi… utamanya modifikasi di sektor mesin (korek mesin)… entah itu bore up, stroke up dan sebagainya.

Selain itu pastikan juga sektor rangka tidak di modifikasi.

Lebih dari itu, cover body juga sebaiknya ada dalam kondisi standar.

11. Periksa Panel Indikator

Pastikan juga bahwa panel-panel idikator dapat beroperasi dengan baik… termasuk di dalamnya fungsi speedometer, fuelmeter, indikator injektor, indikator lampu sein / lampu dim dan lainnya.

Panel indikator speedometer yamaha mio m3

Sekedar informasi, harga panel indikator motor Honda Spacy Mtb saja (yang original) harganya Rp400 ribuan… apa lagi untuk motor-motor yang kelasnya di atas Spacy.

Artinya jika panelmeter motor yang akan Om Bro beli ada dalam kondisi rusak, maka nantinya Om Bro jadi harus keluar uang ekstra untuk perbaikannya.

12. Periksa Fungsi-fungsi Melistrikan

Periksa lampu utama, lampu sein, stater listrik dan fungsi-fungsi lain. Pastikan tidak ada lampu sein mati, lampu utama mati, bahkan lampu rem.

Pastikan juga sepul, kiprok dan aki dalam kondisi baik… tandanya ialah dengan berfungsinya seluruh sistem kelistrikan.

Ketahuilah bahwa masalah kelistrikan biasanya lebih sulit di lacak di banding masalah mesin. Maka jika motor yang Om Bro beli kondisi kelistrikannya bermasalah, maka nantinya Om Bro bakal mengalami beberapa kesulitan.

13. Periksa Blok Mesin terhadap Kebocoran

Intiplah ke bagian kolong motor… Pastikan bahwa blok mesin ada dalam kondisi kering dan bersih dari kebocoran.

Perhatikan dengan seksama… apakah blok mesin benar-benar bersih dari rembesan oli atau bersih karena baru di cuci…

14. Nyalakan Motor dan Pastikan Putaran Mesin Bisa Langsam (stasioner) dengan Baik

Cobalah nyalakan motor dan dengarkan putaran stasioner (langsamnya). Pastikan langsamnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah (sedang).

Perlu Om Bro pahami bahwa mesin motor yang bermasalah biasanya akan sulit di stel pada putaran langsam normal.

Setelan langsam yang terlalu tinggi biasanya dilakukan jika mesin sudah sulit di stel pada langsam sedang. Sedangkan langsam rendah biasa dilakukan untuk menyembunyikan suara kasar dari mesin.

Jadi pastikan putaran langsamnya sedang dan suara mesinnya tidak kasar.

15. Coba Kendarai Motor dan Rasakan Perpindahan Gigi Transmisinya

Jika yang Om Bro minati adalah motor manual, maka Om Bro dapat merasakan perpindahan gigi sebagai indikator keausan kampas kopling.

Jika perpindahan gigi terasa keras, artinya kampas kopling telah aus…

Tapi pun begitu, gigi transmisi yang keras juga dapat disebabkan oleh setelan kopling yang tidak tepat. Jadi pastikan juga setelan koplingnya sudah tepat.

Jika motor yang hendak Om Bro beli adalah tipe mesin matic, pastikan tenaga motor masih normal.

Salah satu ciri dari kampas ganda (kampas kopling) motor matic yang sudah aus adalah tenaga yang sangat drop dan tarikan mesin terasa ngos-ngosan… dan tidak kuat nanjak.

Namun begitu ngedropnya power motor matic juga dapat disebabkan oleh kerusakan pada komponen lain selain kopling… misale saja kerusakan roller dan pulley.

16. Pastikan Segitiga dan Rangka Motor Ada dalam Kondisi Baik

Coba jalankan motor dengan kecepatan sedang (60-80 km/jam…

Jika rangka motor sudah tidak baik… biasanya akan ada feel limbung alias pada rentang kecepatan itu… atau pada kecepatan yang lebih tinggi.

Coba juga lepaskan tangan dari stang… apakah motor dapat berjalan lurus dengan baik atau tidak…

Jika motor tidak dapat lurus tanpa memegang stang atau bahkan rangka motor terasa oleng… kemungkinan motor sudah pernah ndlosor agak parah.

17. Cek Harga Rata-rata di Pasaran

Cara yang Mtb kira paling simple adalah dengan mencari informasi melalui situs jual-beli online. Pastikan harga yang di tawarkan tidak terlalu mahal untuk wilayah Om Bro.

Tapi jangan membandingkan harga dengan daerah lain yang jauh dari lokasi domisili Om Bro… karena setiap daerah punya kisaran harga pasaran yang berbeda.

18. Lakukan Penawaran dengan Santai

Jangan mamperlihatkan kepada penjual bahwa Om Bro amat ngebet pada motor tersebut… Tunjukkan sikap seolah-olah Om Bro santai dan akan membatalkan transaksi jika harganya terlalu mahal.

Cara itu dapat dilakukan untuk memancing supaya penjual mau menurunkan harga yang ditawarkan.

Tapi jangan terlalu kejam juga… Jangan menawar harga hingga jauh di bawah harga rata-rata pasaran supaya negosiasi tidak terlalu alot.

19. Perkirakan Jumlah Part yang Harus Diganti

Setelah mengamati dengan seksama, Om Bro perkirakan kira-kira komponen apa saja yang sudah minta ganti dari unit motor tersebut.

Tidak harus mengamati hal-hal yang rumit… lihat saja part fast moving yang tampak secara kasat mata… misale saja ban, rantai, kanvas rem dan lain-lain.

Perhitungan part-part tersebut Om Bro gunakan sebagai dasar untuk menawar harga yang pantas…

20. Cari Tahu Biaya Mutasi dan Balik Nama

Yang ini tidak kalah penting…

Jangan tergiur dengan harga murah jika domisili motor berbeda Samsat atau bahkan beda Polda dengan lokasi domisili Om Bro sekalian.

Sebagai gambaran, motor Honda Vario 125 tahun 2012 milik Kakak Mtb menghabiskan biaya Rp2,2 juta untuk mutasi dari Jakarta ke Banjar Patroman.

Itu tidak termasuk BBN karena tidak berganti kepemilikan.

Itu biaya yang kakak keluarkan untuk mengurusnya melalui biro jasa…

Jika mengurusnya sendiri tanpa biro jasa, bea-nya memang tidak akan sampai sebesar itu… Tapi coba saja Om Bro hitung waktu dan ongkosnya untuk bolak-balik Banjar – Jakarta… Hasil akhirnya justru akan lebih besar lantaran urusan mutasi tidak bisa sekali jalan langsung selesai.

Mtb sendiri saat mutasi motor Spacy dari Tangerang ke Ciamis menghabiskan biaya hampir Rp1,7 juta… itu pun Mtb sama dengan kakak, yaitu hanya mutasi saja tanpa balik nama.

Mtb cabut berkas ke Tangerang dengan bantuan biro jasa dan mengurus mutasi masuk ke Ciamis sendiri.

Segitu habisnya…

21. Hitung Total Akhir Harga Motor

Setelah Om Bro menghitung semua poin di atas (termasuk perkiraan ganti part fast moving dan biaya mutasi / BBN)… selanjutnya kalkulasikan… Berapa total semuanya ditambah dengan harga si motor.

Jika hasil total akhirnya mendekati harga motor baru, lebih baik batalkan saja. Lebih baik sedikit bersabar dan menambah tabungan untuk membeli motor baru.

Mtb pernah dihampiri oleh seorang makelar mokas yang menawarkan Honda New Beat dengan harga Rp13,5 juta. Lah… Mtb menahan ketawa dalam hati…

Harga Honda Beat yang baru mahalnya juga cuma Rp16 jutaan… dia nawarin seken harganya Rp13,5 juta??

Harga segitu ditambah biaya mutasi dan balik nama ya mendingan beli baru…

Hadeuh… padahal wajah Mtb kan smart begini ko bisa-bisanya dianggap segitu bodohnya ya?? Wkwkwkwk…

22. Cek Nomor Rangka dan Nomor Mesin

Poin selanjutnya dalam panduan membeli motor second versi Mtb adalah mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin yang terdapat pada STNK dan BPKB… dengan data yang ada pada fisik motor.

Pastikan kedua data tersebut sama… demi menghindari resiko masalah yang mungkin bisa terjadi di kemudian hari.

Pada rata-rata motor jaman now, nomor rangka ada di bawah jok… sementara nomor mesin biasanya di cetak di blok samping bagian bawah untuk motor manual… dan di samping bawah gear box untuk motor matic.

Langkah ini dilakukan bukan semata-mata untuk memastikan keaslian surat-surat kendaraan saja… namun juga untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan cetak pada surat-surat kendaraan.

Iya Om… Mtb pernah mengalami data di STNK berbeda dengan data pada fisik kendaraan.

23. Cek Keaslian BPKB dan STNK di Samsat Terdekat

Langkah pertama yang bisa Om Bro lakukan ialah dengan cek data kendaraan secara online menggunakan aplikasi yang banyak tersedia di Google Playstore.

Untuk lebih yakinnya lagi, Om Bro bisa mendatangi Samsat terdekat.

Di Samsat nanti, selain bisa memastikan data-data kendaraan, Om Bro juga bisa memastikan bahwa fisik berkas STNK dan BPKB-nya adalah berkas asli… bukan aspal atau pun palsu.

Langkah ini perlu dilakukan karena kadang ada kasus pemalsuan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh sindikat pemalsu surat-surat kendaraan. (Mtb – Panduan Membeli Motor Second).

Advertisement

16 komentar untuk “23 Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu”

  1. menurut saya yang paling mudah adalah mengajak teman yang tahu motor apalagi temennya itu montir bengkel motor jadi kita bisa dapat saran dari ahlinya saya juga menulis artikel tentang tips membeli motor agar tidak tertipu cek website saya ya di kirimartikel.com semoga kita bisa saling berbagi informasi terima kasih

    1. Wkwkwkwk… iya Om… Padahal hati manusia kan bisa berubah-ubah. Makanya sy suka heran sama orang yang fanatik kayak gitu.

  2. Pengalaman dulu beli motor second hampir sama denganmu pak.. sama2 ngabisin uang setelahnya..!
    Setelah itu ahirnya beli kredit untuk 2 motor berikutnya wkwk

  3. Akan lebih afdol lagi kalau buku service masih ada,. dari situ bisa kita check track record service kendaraannya, kalau rutin service dan kondisi bagus, boleh lah kasih harga lebih .

    1. Siap…!! Semoga dapet yang terbaik.

      Isunya trail merah 150cc lagi naik tuh… Tapi yang ijo juga udah kuat komitmennya.

      Ngga tau nih pemain baru yang warna biru… Keknya secara kubikasi dia berani kasih lebih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *