Beranda » Tips » 23 Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu

23 Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu

Motorisblog.com – Om Bro! Dasar dari pemikiran Mtb untuk menulis panduan membeli motor second ini adalah karena pengalaman pribadi yang mengecewakan.

Meskipun pada saat itu sebenarnya si penjual tidak bermaksud membohongi Mtb, tapi secara emosi Mtb merasa tertipu.

Yup. Mtb punya pengalaman buruk pada akhir tahun 2008 saat membeli motor second Honda Legenda 2 lansiran tahun 2002. Kata penjualnya, itu motor masih layak pakai. Tapi faktanya motor tersebut sudah banyak bermasalah pada bagian mesin dan kelistrikan. Sampai akhirnya Mtb menghabiskan uang Rp1.5 jutaan untuk membenahi si motor, padahal harga beli motornya sendiri hanya Rp3.5 juta.

Dan setelah menghabiskan uang Rp1.5 juta itupun si motor masih belum baik kondisinya. Hingga akhirnya Mtb nyerah dan menjual kembali Honda Legenda tersebut dan uangnya Mtb gunakan untuk uang muka unit baru Honda Fit X.

Itulah sekelumit pengalaman pahit Mtb akibat membeli motor bekas tanpa mencari tahu panduan membeli motor second.

Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu

Nah, dari pengalaman buruk tersebut Mtb mengambil beberapa pelajaran berharga yang Mtb susun dalam 23 poin panduan membeli motor second alias motor bekas, agar Om Bro tidak merasa tertipu seperti Mtb saat itu.

Iya mohon maklum. Saat itu memang Mtb masih sangat polos dan sama sekali belum tahu seluk-beluk motor second. Yang Mtb tahu hanya sekedar mengendarainya saja.

Dasar-dasar Panduan Membeli Motor Second

1. Tentukan Pilihan Sesuai Budget, Selera dan Kebutuhan
Perhitungkan Budget

Lihat dahulu budget yang Om Bro miliki, kemudian pertimbangkan, apakah Om Bro akan membeli motor model manual bebek atau matic?

Fahami juga bahwa Om Bro harus menyiapkan dana ekstra jika hendak membeli motor bekas. Karena sebagus apapun motor bekas, pasti ada sedikit-banyak bagian yang harus kita benahi.

Selain itu Om Bro juga harus menyediakan dana ekstra untuk proses mutasi dan balik nama, utamanya jika motor yang Om Bro beli, beda wilayah Samsat dengan alamat domisili Om Bro. Jadi jangan habiskan semua uang yang Om Bro miliki untuk membeli unit motornya doang.

Contoh. Misalnya Om Bro punya budget Rp10 juta, maka beli motornya yang seharga Rp6 – 7 jutaan saja atau maksimal Rp8 juta.

Sesuaikan dengan Selera

Pastikan Om Bro membeli motor yang Om Bro sukai. Jangan sampai misalnya Om Bro membeli motor bebek, padahal hati Om Bro ingin motor matic.

Jika memang budgetnya belum cukup, sebaiknya bersabar dulu sampai uangnya cukup, ketimbang nanti Om Bro menyesal dan motornya Om Bro jual lagi.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Contohnya begini.

  • Jika Om Bro membutuhkan motor untuk transportasi jarak jauh, maka pilihlah motor laki alias motor sport manual, karena motor manual relatif lebih stabil untuk perjalanan jarak jauh dengan kecepatan yang relatif tinggi

Jarak jauh yang Mtb maksud ialah misalnya Om Bro tinggal di Bogor tapi kerja di Jakarta.

Artinya jarak jauh dalam penggunaan harian. Bukan jarak jauh yang hanya sesekali saat touring saja.

  • Jika kebutuhan Om Bro hanya untuk transportasi harian jarak dekat, maka skutik bisa jadi pilihan
  • Jika Om Bro membutuhkan motor untuk menunjang bisnis kecil, maka motor bebek lebih bisa jadi pilihan yang paling tepat

Motor bebek cenderung lebih mudah perawatannya dan lebih hemat konsumsi bahan bakarnya. Dengan begitu cost operasional perusahaan bisa Om Bro tekan rendah.

Mtb sendiri dulu salah. Dulu Mtb menggunakan motor skutik Honda Spacy untuk armada sales motoris. Iya cost’nya jadi besar, baik dari segi konsumsi bahan bakar maupun dari sisi biaya perawatan.

Betul Om. Komponen mesin dan CVT box pada motor skutik cenderung lebih cepat rusak ketimbang motor bebek, jika kita menggunakan si motor untuk aktivitas berat.

Bagaimana dengan motor sport untuk armada usaha?

Kurang praktis Om. Apalagi jika motornya Om Bro gunakan untuk memuat barang-barang. Susah muatnya.

2. Jangan Fanatik Merk

Pilih sepeda motor sesuai dengan kondisi, budget dan kebutuhan. Jangan cinta buta pada merk tertentu.

3. Pertimbangkan Kemudahan Perawatannya

Ada kalanya kita menginginkan motor yang tidak terlalu pasaran supaya bisa tampil beda. Namun dalam hal kemudahan perawatan, motor yang pasaran justru lebih mudah perawatannya. Jadi saran Mtb sih beli motor yang jumlah populasinya banyak, karena motor yang banyak beredar, maka sparepart’nya pun banyak tersedia.

Demikian juga dengan montirnya. Setiap montir bengkel pasti menguasai penanganan motor yang banyak beredar di pasaran.

Soul Red Black Honda Beat 2019

Matte Black ABS Yamaha NMAX 2020

Suzuki Satria F150

4. Membeli Motor dari Pengguna Langsung

Sebenarnya tidak ada salahnya membeli motor dari pedagang motor bekas. Hanya saja kadang ada penjual mokas yang suka “ngibul”.

Sudah menjadi kodrat alam bahwa setiap penjual pasti akan mengklaim produk yang ia jual itu “barang bagus”. Demikian pula dengan pedagang motor bekas, ia pasti akan mengatakan barang jualannya bagus.

Padahal saat pedagang tersebut membeli barang, ia bakal dengan sebisa mungkin “mengulik kekurangan” motor yang akan ia beli supaya ia mendapat harga murah.

Iya ini prinsip ekonomi dasar sih. Seorang pebisnis pasti akan berusaha untuk memenuhi prinsip ekonomi, “Dengan modal sekecil-kecilnya mendapat keuntungan sebesar-besarnya”.

Mungkin tidak semua pedagang mokas akan memanipulasi barang dagangannya. Tapi jika Om Bro belum sangat memahami panduan membeli motor second, maka Om Bro berpotensi akan terkecoh. Karena itulah lebih baik membeli motor dari penggunanya langsung. Karena selain harganya yang cenderung lebih murah, biasanya kondisi motornya pun asli tanpa rekayasa.

Kecuali mungkin polesan body saja supaya tampak bersih.

Pada zaman now yang serba canggih ini, mencari tawaran motor seken dari pemakai bukanlah hal sulit. Om Bro dapat mencarinya melalui marketplace online terpercaya atau iklan-iklan lainnya melalui internet.

5. Membeli Mokas pada Orang Dekat

Poin panduan membeli motor second yang berikutnya adalah, membeli dari orang dekat.

Orang dekat yang Mtb maksud adalah orang yang domisilinya dekat dengan alamat Om Bro.

Maksud membeli dari orang dekat adalah supaya Om Bro mudah berkonsultasi jika pada kemudian hari ada kekurangan dari si motor yang lupa tidak diberitahukan oleh si penjual saat proses transaksi.

Selain itu, jika membeli dari orang dekat, Om Bro masih bisa pinjam KTP’nya dahulu untuk membayar pajak tahunan, jika Om Bro belum memiliki cukup uang untuk biaya balik nama motor.

Tapi jangan keenakan juga Om. Sebisa mungkin secepatnya ganti nama pemilik motor dengan nama Om Bro supaya tidak perlu merepotkan pemilik sebelumnya.

Lagi pula biasanya pemilik pertama akan langsung ke Samsat untuk memblokir data motor yang telah ia jual, supaya ia tidak terbebani oleh pajak progresif saat ia membeli motor baru lagi.

Kemudian selain itu, membeli motor bekas dari orang dekat yang masih satu wilayah Samsat dengan Om Bro juga memberi keuntungan dalam hal biaya mutasi dan balik nama. Setidaknya Om Bro tidak harus mengeluarkan banyak uang seperti biaya mutasi motor keluar provinsi.

6. Jika Harus, Cari Informasi Showrom Mokas yang punya Reputasi Baik

Meskipun Mtb sarankan untuk membeli motor dari pemakai langsung, tapi dalam situasi tertentu, showroom mokas juga bisa jadi pilihan. Yang penting Om Bro cari referensi sebaik-baiknya agar mendapat showroom mokas yang punya reputasi baik.

Cari tahu kredibilitas pengelola showroom. Pastikan pengelola showroom tersebut adalah orang yang relatif jujur dan tidak terlalu melebih-lebihkan produk yang sebenarnya kurang bagus.

7. Pastikan Motor tidak Sedang dalam Sengketa

Pada era 1990’an, kredit sepeda motor hanya untuk orang yang benar-benar mampu menurut penilaian surveyor. Artinya ialah orang mampu secara finansial untuk membayar cicilan setiap bulannya hingga lunas.

Mtb masih ingat betul saat Paman Mtb hendak mengajukan kredit motor Honda Honda Astrea Star. Kala itu Paman sampai harus mengajukan kredit ke Muncul Bursa Motor, Purwokerto, Jawa Tengah. Padahal domisili Paman adalah sama dengan Mtb, yaitu Ciamis, Jawa Barat.

Memang pada masa itu fasilitas kredit motor di Banjar – Ciamis, masih relatif sulit. Persyaratan dan survey’nya ketat sehingga Paman dan beberapa orang yang sekampung dengan Mtb justru lebih memilih mengajukan kredit ke Purwokerto, Jawa Tengah.

Tapi lain dulu lain sekarang.

Pada zaman now ini sudah ada banyak sekali perusahaan pembiayaan alias leasing kendaraan bermotor.

Karena saking banyaknya leasing, maka persaingan antar leasing pun menjadi sangat ketat.

Selanjutnya karena tensi persaingan yang semakin tinggi, maka lama-kelamaan mulai timbul persaingan tidak sehat antar leasing. Mereka menetapkan syarat yang mudah, uang muka rendah dan sebagainya.

Karena kemudahan yang luar biasa tersebut, maka masyarakat pun berbondong-bondong untuk mengajukan kredit motor baru, padahal sebenarnya tidak semua orang mampu membayar angsuran kreditnya.

Akibatnya banyak kasus kredit macet.

Nah. Jika motor second yang Om Bro beli tersebut masih dalam status kredit, yang artinya Om Bro over kredit dari pemilik pertama, maka pastikan dulu bahwa pemilik pertama tidak memiliki tunggakan ke leasing.

Sedangkan jika Om Bro membeli motor bekas yang bukan motor kredit, maka pastikan bahwa BPKB dan STNK’nya asli dan sesuai dengan fisik kendaraannya.

Pemeriksaan Kendaraan

Langkah selanjutnya dalam panduan membeli motor second versi Mtb adalah pemeriksaan fisik kendaraan dan surat-suratnya.

8. Periksa Tampilan Fisik Motor

Jika Om Bro belum sangat faham seluk beluk motor, ada baiknya Om Bro ajak teman atau memilih montir bengkel yang berkompeten untuk Om Bro ajak melakukan pemeriksaan unit motor yang akan Om Bro beli.

Jika memungkinkan, buka blok mesin sebelah kanan dan kiri untuk memastikan kondisi sepul dan plat kopling masih tampak baik secara kasat mata.

Perhatikan juga bagian body. Pastikan tidak ada lecet atau baret yang parah pertanda motor tersebut bekas jatuh keras.

Meskipun bekas jatuh bisa dimanipulasi dengan part body baru, namun dengan pemeriksaan ini Om Bro sudah memperkecil potensi “kecolongan”.

9. Perhatikan Volume Oli Mesin

Penjual motor bekas yang licik kadang mengisi oli mesin dengan volume berlebih atau menggunakan oli yang amat kental untuk memanipulasi suara mesin supaya terdengar halus. Maka pastikan motor yang hendak Om Bro beli, kondisi dan volume olinya normal.

Stick Tutup Oli

Lihat pada deepstick alias pen penutup oli. Pastikan volume oli berada antara batas atas dan batas bawah.

10. Pastikan Unit Motor Bukan Bekas Modifikasi

Perlu Om Bro ketahui bahwa modifikasi apapun dapat menurunkan durabilitas alias keawetan si motor itu sendiri. Utamanya jika modifikasinya ada pada bagian mesin, seperti korek harian.

Pada kondisi unit motor sudah pernah mengalami modifikasi mesin, bisa jadi si pemilik itu menjual motornya karena si motor sudah rewel dan banyak minta jajan.

Selain itu pastikan sektor rangka juga bukan bekas modifikasi.

Lebih dari itu, cover body juga sebaiknya ada dalam kondisi standar.

11. Periksa Panel Indikator

Pastikan juga bahwa panel-panel idikator dapat beroperasi dengan baik, termasuk fungsi speedometer, fuelmeter, indikator injektor, indikator lampu sein, lampu dim dan lainnya.

Panelmeter Yamaha Mio M3

Sekedar informasi. Harga panel indikator motor Honda Spacy Mtb saja yang original harganya Rp400 ribuan lebih. Apalagi untuk motor-motor yang kelasnya lebih mahal dari Spacy.

Artinya jika panelmeter motor yang akan Om Bro beli ada dalam kondisi rusak, maka nantinya Om Bro jadi harus keluar uang ekstra untuk perbaikannya.

12. Periksa Fungsi-fungsi Kelistrikan

Periksa lampu utama, lampu sein, stater listrik dan fungsi-fungsi lainnya. Pastikan tidak ada lampu sein mati, lampu utama mati, bahkan lampu rem pun jangan mati.

Pastikan juga sepul, kiprok dan aki, ada dalam kondisi baik. Tandanya ialah dengan berfungsinya seluruh sistem kelistrikan.

Ketahuilah bahwa masalah kelistrikan biasanya lebih sulit kita lacak ketimbang masalah mesin. Maka jika motor yang Om Bro beli kondisi kelistrikannya bermasalah, itu nantinya Om Bro bakal mengalami beberapa kesulitan.

13. Periksa Blok Mesin terhadap Kebocoran

Intiplah ke bagian kolong motor. Pastikan bahwa blok mesin ada dalam kondisi kering dan bersih dari kebocoran.

Perhatikan dengan seksama, apakah blok mesin benar-benar bersih dari rembesan oli atau bersih karena baru dicuci.

14. Pastikan Putaran Mesin Bisa Langsam dengan Baik

Cobalah nyalakan motor dan dengarkan putaran stasioner alias langsamnya. Pastikan langsamnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Perlu Om Bro fahami bahwa mesin motor yang bermasalah biasanya akan sulit berputar langsam dengan normal.

Setelan langsam yang terlalu tinggi biasanya terjadi karena mesin sudah sulit langsam normal. Sedangkan langsam rendah biasa mereka lakukan untuk menyembunyikan suara kasar dari mesin.

Jadi pastikan putaran langsamnya sedang dan suara mesinnya tidak kasar.

15. Coba Kendarai Motor dan Rasakan Perpindahan Gigi Transmisinya

Jika yang Om Bro minati adalah motor manual, maka Om Bro dapat merasakan perpindahan gigi sebagai indikator keausan kampas kopling.

Jika perpindahan gigi terasa keras, artinya kampas kopling telah aus.

Tapi meskipun begitu, gigi transmisi yang keras juga bisa terjadi karena setelan kopling yang tidak tepat. Jadi pastikan juga setelan koplingnya sudah tepat.

Jika motor yang hendak Om Bro beli adalah tipe mesin matic, pastikan tenaga motor masih normal.

Salah satu ciri dari kampas ganda atau kampas kopling motor matic yang sudah aus adalah tenaga yang sangat ngedrop dan tidak kuat nanjak.

16. Pastikan Segitiga dan Rangka Motor Ada dalam Kondisi Baik

Coba jalankan motor dengan kecepatan sedang, misalnya 60 – 80 km/jam.

Jika rangka motor sudah tidak baik, biasanya akan ada feel limbung alias tidak stabil.

Coba juga lepaskan tangan dari stang, apakah motor dapat berjalan lurus dengan baik atau tidak.

Jika motor tidak dapat lurus tanpa memegang stang atau bahkan rangka motor terasa oleng, memungkinan motor sudah pernah jatuh agak parah.

17. Cek Harga Pasaran

Cara yang Mtb kira paling simple adalah dengan mencari informasi melalui situs jual-beli online. Pastikan harga yang mereka tawarkan tidak terlalu mahal untuk wilayah Om Bro.

Tapi jangan membandingkan harga dengan daerah lain yang jauh dari lokasi domisili Om Bro, karena setiap daerah punya kisaran harga pasaran yang berbeda.

18. Lakukan Penawaran dengan Santai

Jangan mamperlihatkan kepada penjual bahwa Om Bro amat ngebet pada motor tersebut. Tunjukkan sikap seolah-olah Om Bro santai dan akan membatalkan transaksi jika harganya terlalu mahal. Tujuannya ialah untuk memancing supaya penjual mau menurunkan harga yang ia tawarkan.

Tapi jangan terlalu kejam juga. Jangan menawar hingga jauh dari harga pasaran.

19. Perkirakan Jumlah Part yang Harus Diganti

Setelah mengamati dengan seksama, Om Bro perkirakan kira-kira komponen apa saja yang sudah minta ganti dari unit motor tersebut.

Tidak harus mengamati hal-hal yang rumit. Lihat saja part fast moving yang tampak secara kasat mata, misale ban, rantai, kampas rem dan lain-lain.

Perhitungan part-part tersebut Om Bro gunakan sebagai dasar untuk menawar harga yang pantas.

20. Cari Tahu Biaya Mutasi dan Balik Nama

Bagian ini juga tak kalah pentingnya.

Jangan tergiur dengan harga murah jika domisili motor berbeda Samsat atau bahkan beda provinsi dengan lokasi domisili Om Bro sekalian.

Sebagai gambaran, motor Honda Vario 125 tahun 2012 milik Kakak Mtb menghabiskan biaya Rp2.2 juta untuk mutasi dari Jakarta ke Banjar Patroman.

Itu tidak termasuk BBN karena tidak berganti kepemilikan.

Itu biaya yang kakak keluarkan untuk mengurusnya melalui biro jasa.

Jika mengurusnya sendiri tanpa biro jasa, biayanya memang tidak akan sampai sebesar itu. Tapi coba saja Om Bro hitung waktu dan ongkosnya untuk bolak-balik Banjar – Jakarta, hasil akhirnya justru akan lebih besar lantaran urusan mutasi tidak bisa sekali jalan langsung selesai.

Mtb sendiri saat mutasi motor Spacy dari Tangerang ke Ciamis menghabiskan biaya hampir Rp1.7 juta. Itupun Mtb sama dengan kakak, yaitu hanya mutasi saja tanpa balik nama.

Mtb cabut berkas ke Tangerang dengan bantuan biro jasa dan mengurus sendiri mutasi masuknya ke Ciamis. Segitu habisnya.

21. Hitung Total Akhir Harga Motor

Setelah Om Bro menghitung semua poin tersebut, termasuk perkiraan ganti part fast moving dan biaya mutasi dan balik nama. Selanjutnya kalkulasikan, berapa jumlah total dari semua biaya tersebut ditambah harga motornya.

Jika hasil total akhirnya mendekati harga motor baru, lebih baik batalkan saja. Lebih baik sedikit bersabar dan menambah tabungan untuk membeli motor baru.

Mtb pernah mendapat penawaran dari seorang makelar motor bekas. Ia menawarkan Honda Beat sejarga Rp13.5 juta. Lah Mtb menahan tawa dalam hati. Lah wong harga barunya saja saat itu hanya Rp16 juta.

Iya dong! Harga motornya Rp13.5 juta, terus kita masih harus mengeluarkan uang untuk biaya mutasi dan balik nama? Ya mendingan saya beli motor baru. Betul?

22. Cek Nomor Rangka dan Nomor Mesin

Poin selanjutnya dalam panduan membeli motor second versi Mtb adalah mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin yang terdapat pada STNK dan BPKB dengan data yang ada pada fisik kendaraan.

Pastikan kedua data tersebut sama, demi menghindari resiko masalah yang mungkin bisa terjadi di kemudian hari.

Langkah ini kita lakukan bukan semata-mata untuk memastikan keaslian surat-surat kendaraan saja, namun juga untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan cetak pada surat-surat kendaraan.

Iya Om. Mtb pernah mengalami data nomor mesin yang tertera pada STNK, berbeda dengan data pada fisik kendaraan.

23. Cek Keaslian BPKB dan STNK Melalui Samsat Terdekat

Langkah pertama yang bisa Om Bro lakukan ialah dengan cek data kendaraan secara online menggunakan aplikasi yang banyak tersedia melalui Google PlayStore.

Untuk lebih yakin lagi, Om Bro bisa mendatangi Samsat terdekat.

Melalui Samsat, selain bisa memastikan data-data kendaraan, Om Bro juga bisa memastikan bahwa fisik berkas STNK dan BPKB’nya adalah berkas asli.

Langkah ini perlu Om Bro lakukan karena kadang ada kasus pemalsuan surat kendaraan bermotor. (Mtb).

16 tanggapan pada “23 Panduan Membeli Motor Second Agar Tidak Tertipu”

  1. menurut saya yang paling mudah adalah mengajak teman yang tahu motor apalagi temennya itu montir bengkel motor jadi kita bisa dapat saran dari ahlinya saya juga menulis artikel tentang tips membeli motor agar tidak tertipu cek website saya ya di kirimartikel.com semoga kita bisa saling berbagi informasi terima kasih

  2. fanatik merk…
    dulu temen ada yang fanatik vixion juga, eh sekarang katanya malah dijual motornya… wkwkwk

    1. Wkwkwkwk… iya Om… Padahal hati manusia kan bisa berubah-ubah. Makanya sy suka heran sama orang yang fanatik kayak gitu.

  3. Pengalaman dulu beli motor second hampir sama denganmu pak.. sama2 ngabisin uang setelahnya..!
    Setelah itu ahirnya beli kredit untuk 2 motor berikutnya wkwk

  4. WarungBiker.Com

    Akan lebih afdol lagi kalau buku service masih ada,. dari situ bisa kita check track record service kendaraannya, kalau rutin service dan kondisi bagus, boleh lah kasih harga lebih .

    1. Siap…!! Semoga dapet yang terbaik.

      Isunya trail merah 150cc lagi naik tuh… Tapi yang ijo juga udah kuat komitmennya.

      Ngga tau nih pemain baru yang warna biru… Keknya secara kubikasi dia berani kasih lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *