viar q1 pemprov dki jakarta

Pajak STNK Viar Q1 Masih Lebih Mahal dari Motor 110cc

Motorisblog.com – Om Bro…!! Salah satu hal yang masih menjadi hambatan bagi perkembangan motor listrik di Indonesia ialah perkara pajaknya yang terlalu tinggi. Seperti misalnya pajak STNK Viar Q1 yang bahkan lebih mahal dibanding motor skutik 110cc. Dan disini Mtb menganggapnya terlalu mahal lantaran kendaraan listrik memiliki hubungan dengan wacana kendaraan masa depan yang ramah lingkungan.

Lah iya… Jika tujuan jangka panjangnya ingin membuat motor listrik menjadi motor masa depan, maka mereka para produsen dan pemerintah selaiknya dapat membuat masyarakat tertarik, …misale saja dengan harga yang lebih murah dibanding motor bermesin bakar.

Sementara itu, salah satu faktor yang menentukan harga jual ialah besaran pajaknya…

Mtb mengambil contoh pajak tahunan Viar Q1 yang ternyata nominalnya sebanding dengan motor skutik 110cc, maka harga jualnya pun jadi tinggi. Padahal sepatutnya motor listrik punya harga lebih murah supaya masyarakat tertarik untuk membelinya.

Tapi pun begitu, pabrikan juga tentunya tetap harus memiliki laba… Nah, mengingat biaya riset dan lain-lain yang masih mahal sehingga harga off the roadnya pun lebih mahal, maka salah satu opsi untuk menekan harga jual motor listrik ialah dengan cara menurunkan bea pajaknya.

Sebagai informasi, saat ini pajak motor listrik Viar Q1 pada pendaftaran awal mencapai Rp1,7 jutaan.

Begini rinciannya,
. BBN KB Rp1.320.000
. PKB Rp198.000
. SWDKLLJ Rp35.000
. Biaya ADM STNK Rp100.000
. Biaya ADM TNKB Rp60.000

Total Rp1.713.000

Bandingkan dengan pajak awal Honda Beat 2018 yang bermesin 108cc,

. BBN KB Rp1.220.000
. PKB Rp274.500
. SWDKLLJ Rp35.000
. Biaya ADM STNK Rp100.000
. Biaya ADM TNKB Rp60.000

Total Rp1.689.500

Nah, tampak jelas bahwa pajak motor Viar Q1 lebih mahal dari Honda Beat, …meskipun selisihnya tidak begitu banyak. So… jika pemerintah tidak segera membuat regulasi pajak yang terjangkau, maka potensi perkembangan motor listrik di Indonesia bakal sangat lambat.

Soale begini…

…motor listrik secara umum belum dapat menarik minat banyak konsumen lantaran performanya belum bisa menandingi motor mesin bakar (secara produk massal). Selain itu, waktu charging selama berjam-jam pun di anggap tidak praktis dibanding mengisi BBM di SPBU yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

So… jika masih ditambah lagi dengan harga unitnya yang mahal, maka secara otomatis minat masyarakat pun bakal sulit terbangun.

Solusinya…??

Opsi yang sudah tampak di depan mata saat ini baru ada pada pemberian insentif pajak dari pemerintah. Sedangkan untuk harga off the roadnya dari pabrik ke dealer, Mtb pikir nanti dengan sendirinya akan menjadi lebih terjangkau setelah biaya riset dan pengembangan tidak lagi mahal.

Maksudnya,… jika si produk laku banyak, maka biaya development akan jadi ringan bagi pabrikan lantaran biaya tersebut dibagi sekian banyak unit yang terjual.

***

Ada satu hal yang berbeda dari pajak Viar Q1 dan kendaraan listrik lainnya, …bahwa di dalam STNK tidak ada data kapasitas silinder (cc), tapi yang ada ialah data daya motor listrik.

Lah iya… motor listrik kan ngga pake piston, …maka ngga ada silinder dan ukuran cc. (Mtb). (Sumber data: detikOto, 13/12/2018).

Makasih udah singgah... Jika bermanfaat, monggo di share ke sosmed Om Bro masing-masing...

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *