jakarta macet hari ini

Pajak Emisi Karbon Lebih Tepat untuk Mendukung Kendaraan Bermesin Listrik

Motorisblog.com – Pajak emisi karbon sepertinya hal baru didunia persilatan otomotif Indonesia. Tapi jangan salah, Om Bro… di negara lain di Asia Tenggara ini sudah ada yang pakai, yakni Thaliland. Disana, sistem penerapan pajak mobil tengah mulai dialihkan perhitungannya dari kapasitas dan power mesin menuju perhitungan jumlah emisi (gas buang / polusi).

Tujuannya jelas… yakni menekan angka polusi menjadi serendah-rendahnya.

Penjelasannya begini…

…jika pajak mobil / motor dihitung berdasarkan jumlah emisi karbon yang dikeluarkan, maka kendaraan listrik akan menjadi yang termurah dalam hal pajak. Jelas… dia kan bebas polusi. Betul? Nah… cara penerapan pajak emisi karbon ini nanti dengan sendirinya akan menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan BBM menuju kendaraan listrik.

Selanjutnya, jika masyarakat telah rela beralih ke mobil / motor listrik, maka setidaknya ada 2 keuntungan yang didapat. Pertama, ancaman kehabisan bahan bakar fosil berupa minyak bumi akan dapat dihindari. Kedua, jumlah polusi udara akan berkurang secara drastis sehingga ancaman global warming dapat diperlambat dengan baik.

Contoh kadar emisi dari mesin mobil

Sebelumnya Thailand juga menggunakan sistem pajak berdasarkan daya kuda dan kapasitas mesin. Namun sejak tahun 2016 sudah mulai diubah menjadi pajak emisi karbon (berdasarkan gas buang CO2).

Sebagai gambaran tingkat emisi dari mobil, Mtb rangkum data berikut dari hasil olah TKP. Datanya menggunakan mobil merk BMW.

– BMW 335i, mesin bakar, keluaran emisi 169 gram/km,

– BMW ActiveHybrid 3, teknologi hybrid konvensional, emisi 139 g/km,

– BMW 330e, teknologi plug-in hybrid, emisi 49 g/km

– BMW i3, mesin listrik, emisi 0 g/km).

Nah, dari data diatas, jelas bahwa mobil listrik tidak mengeluarkan emisi sama sekali.

Beberapa waktu lalu, pabrikan Viar telah merilis motor listrik yang diberi nama Q1. Selain itu, Yamaha pun sedang mengembangkan skuter matic bertenaga listrik yang rencananya akan diberi label “Fino”.

Dilihat dari geliatnya, terlihat bahwa pabrikan motor di Indonesia pun sudah mulai mengarah pada teknologi listrik. Sekarang tinggal kesediaan pemerintah yang harus membangun stasiun-stasiun pengisian listrik demi melancarkan program tersebut. Pasalnya, pihak konsumen tentu tidak akan dengan mudah beralih dari mesin bakar ke mesin listrik jika tidak ada dukungan dalam segala hal pentingnya. (Mtb – pajak emisi karbon) Sumber: detik.com

Tinggalkan komentar