Overbore vs Overstroke, Mana yang Lebih Baik?

Motorisblog.com – Overbore vs Overstroke – Om Bro…!! Bicara perkara perbedaan overbore dan overstroke dalam dunia persilatan motor, tentu bukanlah soal mana yang lebih baik. Tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk, karena… keduanya memang sengaja diciptakan dengan karakter yang berbeda. Semua kembali pada selera Om Bro masing-masing.

Jika pun ada yang mengatakan “overstroke lebih baik” atau sebaliknya, “overbore lebih baik”, maka sesungguhnya itu hanyalah ucapan seorang fansboy yang tidak menghargai selera orang lain.

Iya… landasannya hanya soal selera…!!

…dan biasanya, perdebatan mengenai overbore vs overstroke hanya terjadi di kelas 250cc ke bawah. Belum pernah Mtb mendengar atau pun membaca ada orang yang memperdebatkan power motor gede 500cc, atau bahkan 1000cc ke atas. Alasannya, di kelas moge seperti itu, perkara efisiensi bahan bakar sudah bukan lagi suatu pertimbangan. Sudah jelas, motor besar pasti powernya juga besar dan minumnya pun lebih banyak.

Berbeda dengan kelas motor sport 150cc semisal Honda CBR150R, Yamaha R15 dan Suzuki GSX-R150 dimana produk-produk tersebut adalah hasil dari tuntutan konsumen yang menginginkan power mumpuni dengan harga relatif terjangkau dan konsumsi BBM masih manusiawi.

Om Bro…!! Secara teori teknis, mesin overbore punya power yang lebih besar di putaran atas. Sementara mesin overstroke lebih agresif di putaran bawah. Tentunya dengan asumsi kapasitas mesin dan teknologi yang sama.

Intermezo sedikit… Barangkali pembaca tulisan ini ada yang belum faham…

Overbore adalah diameter piston yang lebih besar, sementara overstroke adalah langkah piston yang lebih panjang.

Lanjut…

Pada umumnya, mesin overbore digunakan pada motor yang tidak mengutamakan akselerasi dan lebih mengedepankan kenyamanan. Sebaliknya, mesin overstroke digunakan untuk motor yang dibuat dengan karakter agresif.

Apakah ada hubungannya antara overbore dengan kenyamanan?

Ada…

…mesin overbore cenderung memiliki tingkat vibrasi (getaran) yang lebih rendah (lebih lembut) dibanding mesin overstroke. Hal itu karena langkah piston yang lebih pendek, menghasilkan gesekan yang lebih sedikit antara piston dan dinding silinder. Juga lebih minim stress pada crankshaft.

Honda CBR150R vs Yamaha R15 vs Suzuki GSX-R150

Contoh yang paling mudah adalah ketiga produk ini… Karena memang brand dan kelas ini yang paling ramai di bandingkan.

overbore vs overstroke
Honda CBR150R

Ada satu fenomena dimana Honda mengubah orientasi CBR150 dari jenis mesin overbore menjadi overstroke. Ada juga Suzuki yang membuat GSX-R150 dengan mesin overborenya menjadi motor paling powerfull (mengingat kapasitas mesinnya hanya 147cc, paling kecil dibanding dua kompetitor lainnya, tapi secara power – di atas kertas – berada di atas CBR150.

daftar harga motor yamaha
Yamaha R15

Ada pun yang lebih mumpuni dari, yakni Yamaha R15, itu karena kubikasinya lebih besar, yakni 155cc. Juga didukung teknologi kekinian pada sistem katup yang disebut VVA.

overbore vs overstroke
Suzuki GSX-R150

So… jika di asumsikan ketiga motor tersebut berkapasitas mesin dan berteknologi sama persis, pastinya karakter overbore pada GSX-R150 jelas punya power paling tinggi.

Tapi pun itu secara teori di atas kertas… Banyak faktor lain yang turut andil dalam peracikan si mesin oleh pabrikan. Juga ada faktor skill dari Om Bro masing-masing yang lebih menentukan seberapa cepat dan seberapa besar power yang mampu dikeluarkan oleh si motor, mengingat capaian power maksimal hanya dapat diraih pada rpm tertentu. Tidak di semua putaran.

Gambarannya, meskipun R15 lebih dari CBR150 dan GSXR150 dari segala sisi, tapi kalau Mtb yang menjadi jokinya saat balapan, sudah pasti bakal kalah. Alasannya simple… Mtb blabar pisan ngga punya skill balapan. Bahkan untuk memacu motor sampai kecepatan di atas 80 km/jam pun Mtb sudah gemetar… wkwkwkwk…!!

Berarti, mesin overbore sudah pasti lemot akselerasi putaran bawahnya…??

Jawabanya bisa beragam… yang secara teknis, jawabnya, “iya”. Tapi kembali lagi pada kebutuhan dan selera masing-masing.

Ada sih teknik sederhana untuk membuat mesin overbore jadi terasa responsif… yakni dengan cara menggantung rpm pada gigi rendah. Tapi ya… gitu. Hasilnya jadi tidak natural.

Itu secara teknis di lapangan…

Selain itu, pabrikan pun sudah berusaha meminimalisir efek lemot tersebut. Misalnya saja Honda yang menggunakan gear belakang bermata besar… juga Suzuki yang mengaplikasikan injector 10 titik dan bobot motor yang lebih ringan dibanding kedua rivalnya. (Mtb – Overbore vs overstroke).

Tinggalkan Komentar