grabexpress skema tarif

Link dan Cara Melaporkan Order Fiktif Grab Express

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Di area Mtb onbid, pernah kejadian beberapa kali percobaan penipuan yang dilakukan dengan order fiktif Grab Express.

Advertisement

Mtb sendiri belum tahu persis bagaimana modus penipuan via GE itu, apakah ada modus penipuan langsung dari orderan atau tidak. Sementara ini Mtb baru bisa menyimpulkan bahwa tujuan si penipu membuat order fiktif Grab adalah untuk mengambil data nama dan nomor telpon driver yang menjadi sasaran. Nah, dengan data nama dan nomor telpon itulah nantinya si penipu akan menghubungi driver. Biasanya mengaku-ngaku sebagai staff Grab, lanjut memberi ancaman putus mitra dan lain-lain, yang ujung-ujungnya akan meminta email dan password si driver korban.

Seterusnya, setelah si penipu mendapatkan email & password driver korban, maka selanjutnya dia akan membobol saldo dompet tunai milik korban. Selain itu, biasanya si penipu pun akan minta di transfer sejumlah uang dengan ancaman putus mitra.

Nah, itu Om… Itu cuma salah satu modusnya. Bisa jadi selain modus itu, si penipu juga mungkin punya modus lain lagi.

Tapi kalau tujuannya untuk “mencuri” email dan password driver, seharusnya order fiktif Grabbike pun bisa jadi modus penipuan serupa.

Kenapa si penipu cenderung menggunakan layanan Grabexpress??

Entah lah. Mtb belum bisa menyimpulkan. Tapi memang ada juga si penipu yang menggunakan orderan Grabbike, meski kebanyakan menggunakan Grabexpress.

Terus, bagaimana dengan order fiktif Grabfood??

Kalau itu biasanya dilakukan oleh oknum driver yang ingin “mencuri” insentif dari sistem Grab tanpa mau menunggu pekerjaan asli.

Yup. Seperti yang Om Bro tahu, layanan Grabfood punya poin berlian lebih banyak ketimbang order Grabbike dan Grabexpress. Maka para pelaku pun memanfaatkan order Grabfood untuk menjalankan operasinya.

Nah, tahukah Om Bro sekalian bahwa bahaya order fiktif Grab bukanlah hanya mengancam pelakunya saja, tapi juga mengancam driver lain yang bekerja dengan jujur. Terbukti di area onbid Mtb ada beberapa akun driver dan akun penumpang yang tiba-tiba dibekukan oleh sistem. Mtb dan kawan-kawan menduga bahwa akun-akun tersebut menjadi korban “kesalahan deteksi” sistem yang menganggap mereka termasuk dalam salah satu dari pelaku order fiktif.

Memang sih jika dilihat dari situ, Mtb kira Grab pun harus membenahi sistemnya supaya tidak lagi terjadi kesalahan deteksi. Namun selama harapan itu belum tercapai, sementara ini Mtb sarankan pada Om Bro sekalian, lawan order fiktif Grab dengan cara melaporkannya ke layanan sistem.

Advertisement

Lantas, bagaimana cara melaporkan order fiktif di Grab??

Link Pelaporan Order Fiktif Grab Express

Tiap layanan (order) punya link pengaduan yang berbeda Om… Untuk formulir pengaduan opik untuk order fiktif Grabfood dan Grabbike, Mtb sudah pernah share pada artikel sebelumnya. So, kali ini Mtb akan share cara melaporkan order fiktif Grabexpress saja.

Om Bro…!! Untuk menjaga kondusifitas dan menghindari terjadinya penurunan performa akibat pembatalan, disarankan kita melaporkan jika terjadi order fiktif Grab.

Di area Mtb disini sih Mtb belum pernah mendapati kasus order fiktif (opik) Grabexpress yang melibatkan toko tertentu. Namun mengingat notifikasi himbauan yang masuk ke aplikasi Grab Driver, sepertinya kasus seperti itu sudah pernah ada, utamanya dikota-kota besar dimana Grab telah bekerja sama dengan provider jual beli online. Kasusnya bisa berupa toko fiktif (tokonya tidak ada), paket amplop kosong, atau pun paket kardus kosong.

Nah, jika Om Bro mendapati opik seperti itu, laporkan saja ke link ini: https://grb.to/LaporGrabExpress

Di halaman link itu, Om Bro isi semua kolom isian yang tersedia, termasuk:

  • Data toko
  • Foto barang (paket)
  • Kota domisili

* Pengisian dilakukan menggunakan huruf kapital (huruf besar semua).

form lapor order fiktif grabexpress

Form pelaporan order fiktif Grab Express

Jujur saja Om… Mtb sih ngga peduli pada Grab-nya ya. Dia perusahaan besar, dan dia pun mana peduli dengan anyep-nya pekerjaan kita dilapangan. Namun begitu, Mtb suka melaporkan jika ada order fiktif. Soale adanya order fiktif bukanlah sekedar membuat kacau sistem Grab, tapi juga meresahkan kita driver anti-opik.

Lah iya Om… Om Bro driver yang lurus-lurus saja pasti bakal kesal ketika mendapat order fiktif. Buang-buang waktu, buang-buang bensin, dan tentunya menghambat masuknya order asli.

Iya Om… Ketika aplikasi kita “kena tembak” order fiktif, kan tentu saat itu tidak akan ada order asli yang masuk. Karena status aplikasi kita tengah menerima pekerjaan.

Selebihnya jika kita rajin melaporkan order fiktif, diharapkan nantinya aplikasi Grab jadi lebih akurat dan kita bisa onbid dengan aman tanpa ancaman opik. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *