Oli Mobil yg Kental, Apakah Masih Dibutuhkan untuk Mesin Modern…??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Entah mobil atau pun motor, dijaman now ini selalu diharuskan memakai oli encer. Lantas apakah oli mobil yg kental hanya khusus untuk mobil-mobil lawas tok doang…?? Kemudian jika nanti semua mobil jaman old telah punah, apakah tidak akan ada lagi oli dengan viskositas tinggi (kental) lantaran tak lagi dibutuhkan…??

Ternyata tidak begitu Om…

Om Bro…!! Efek oli kental mobil memang akan mengakibatkan akselerasi menjadi lambat lantaran mesin bekerja lebih berat. Karena itu, mobil/motor jaman now disarankan untuk selalu menggunakan oli encer.

Kenapa…??

Karena kostruksi mesin jaman now telah dibuat semakin presisi sehingga celah antar komponennya pun menjadi amat sempit. Nah, lantaran celahnya yang amat sempit itu, maka diperlukan oli encer untuk dapat melumasi komponen dalam mesin dengan baik.

Lantas, untuk apa pabrikan oli tetap membuat oli-oli kental…??

Karena oli kental untuk mobil tua bukan berarti sudah tua pisan, tapi setidaknya mobil yang telah berusia 5 tahun keatas. Begitu menurut pandangan dari web resmi ‘Total Indonesia’.

Iya Om… Salah satu hal dalam ritual perawatan berkala kendaraan bermotor ialah ganti oli mesin dan oli transmisi, …disamping juga servis ringan/tune up. Cara itu dilakukan untuk memastikan supaya kendaraan selalu berada dalam kondisi terbaik serta aman dan nyaman ketika dikendarai.

Perkara waktu servis, pada umumnya pabrikan menganjurkan penggantian dengan patokan jarak tempuh atau waktu, …tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Misalnya, tiap kelipatan 10.000 km atau 10 bulan… dan seterusnya…

Atawa contoh lainnya ialah pada motor entry level Honda, anjuran servis berkala dan ganti oli mesin pada setiap 4000 km atau 4 bulan, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Kembali ke bahasan oli kental untuk mobil…

Seperti yang Mtb singgung diatas, konstruksi mesin-mesin kendaraan bermotor di jaman now telah dibuat sangat presisi. …yang artinya jarak antar komponen jadi semakin rapat.

Sebagai contoh…

…di era 1980-an pabrikan menganjurkan kita untuk menggunakan oli mesin dengan viskositas tinggi, yaitu SAE 20W-50. Kemudian di akhir dekade 1990-an, kebanyakan mesin mobil telah dianjurkan menggunakan oli mesin SAE 10W-40, …meski pada mesin motor masih banyak yang menganjurkan SAE 20W-50.

Nah, memasuki abad 21, setelah tahun 2000, era permesinan mobil-motor telah memasuki masa presisi tinggi, …sehingga viskositas oli yang dianjurkan oleh pabrikan pun angkanya turun menjadi 10W-30.

Seiring waktu, setelah beberapa tahun pemakaian, jelas jarak antar komponen dalam mesin pun jadi merenggang akibat terjadinya gesekan yang terus-menerus, …sehingga (menurut situs Total Indonesia), pelumasan mesin menggunakan oli encer pun jadi tidak efektif.

Maka dari itu banyak sumber yang menyarankan bahwa setelah usia kendaraan mencapai 3-5 tahun, ada baiknya Om Bro mengganti oli dengan yang lebih kental.

Tapi Om Bro harus benar-benar paham akan akibat oli mesin mobil terlalu kental, yaitu menurunnya responsifitas gerak mesin karena perputaran mesin yang lebih berat.

Iya Om… Oli mobil yang kental pastinya membuat perputaran mesin jadi lebih berat sehingga akselerasi pun menurun. Maka pastikan bahwa mobil/motor Om Bro memang telah memasuki masa kebutuhan akan oli yang lebih kental.

Kenapa di masa itu kita harus menggunakan jenis oli mobil yang kental?

Soale untuk mesin tua yang celahnya telah longgar, oli encer tidak akan lagi melindungi dengan sempurna.

Itu teori dasarnya… Walau pun untuk oli yang benar-benar bagus (biasanya oli sintetis), dia akan tetap dapat memberikan perlindungan yang baik, bahkan pada mesin tua sekali pun, meski viskositasnya rendah. Tapi biasanya oli dengan sifat seperti itu selalu punya harga yang lumayan mahal.

Selain hanya usia kendaraan, ada juga parameter lain yang bisa Om Bro jadikan acuan …kapan harus ganti ke oli kental. Yakni jika ada penyusutan volume oli didalam mesin secara signifikan.

Biasanya oli encer akan lebih mudah menguap dibanding oli kental. Apa lagi jika penggunaannya pada mesin tua… Potensi menguapnya jadi semakin besar.

Namun demikian, jika pun oli mobil/motor Om Bro mudah susut pastikan juga untuk memeriksa blok mesin dari kebocoran. Kalau sudah yakin tidak ada kebocoran, barulah dapat dipastikan bahwa penyusuran tersebut terjadi akibat dari viskositas oli yang terlalu encer.

So… jika telah dipastikan bahwa oli motor/mobil Om Bro memang harus dinaikkan viskositasnya, maka naikkanlah. Ada banyak merk oli mobil yang kental di luaran sana. Jangan hanya berpatokan pada oli standar pabrikan saja.

Dan pamungkasnya, masih ada satu lagi parameter untuk menaikkan viskositas oli, yaitu suara mesin. Yup… Bener pisan Om… Biasanya mesin tua akan terdengar kasar jika menggunakan oli encer. (Mtb).

Makasih udah singgah... Jika bermanfaat, monggo di share ke sosmed Om Bro masing-masing...

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *