Oli Mobil untuk Motor Matic…?? Bisa… Tapi untuk Motor Manual…??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Jika dilihat dari metode pelumasannya, oli mobil untuk motor matic tampaknya masih relatif aman. Soale antara mesin mobil dan mesin motor matic sedikitnya masih memiliki kesamaan dalam hal pelumasan mesin dan transmisi. …yaitu bahwa sistem transmisi mobil dan motor matic sama-sama terpisah dari ruang mesin.

Lantas bagaimana dengan kisah oli mobil untuk motor manual…??

Nah, …disini yang Mtb kira rada rancu… Disini ada dua kubu yang punya pandangan berseberangan.

Iya Om… Penggunaan oli mobil untuk motor sport atau pun motor bebek, menurut pandangan pabrikan dan kaum mekanik intelektual sangatlah tidak disarankan. Alasannya ialah karena sistem pelumasan yang dianut oleh keduanya berbeda.

Mesin mobil menggunakan sistem kopling kering, sementara mesin motor manual menggunakan sistem kopling basah (wet clutch). …yang secara teknis berarti membutuhkan oli yang berbeda sifatnya.

Pada mesin motor manual, sistem transmisi menyatu didalam ruang mesin dan dilumasi oleh oli yang sama. Sedangkan sistem transmisi mobil terpisah dari ruang mesin, sehingga koplingnya pun tidak terendam oleh oli mesin. …maka pada umumnya oli mesin mobil menggunakan additive low friction.

Selanjutnya karena pada motor manual oli mesin juga melumasi kopling, maka oli yang digunakan tidak boleh terlalu licin. Apalagi sampai mengandung additive low friction. …karena jika terlalu licin, maka jadi rentan timbul slip kopling, utamanya pada kecepatan tinggi, beban berat dan ketika malalui tanjakan jalan.

Gejalanya ialah putaran mesin tinggi seiring putaran gas, namun putaran roda tidak mengejar…

Selain itu, pada mesin motor, selain hanya melumasi, oli juga turut berperan dalam pendinginan mesin dan transmisi. Maka itu oli motor manual butuh formula khusus, termasuk diantaranya additive anti-slip kopling.

Kesimpulannya, jika melihat dari penjelasan secara teori teknis diatas, maka penggunaan oli mobil untuk motor bebek atau sport adalah sangat tidak disarankan…

Tapi Om… Disisi lain banyak pula orang yang bereksperimen menggunakan oli mobil untuk motor 4 tak bertransmisi manual. Mungkin sih tidak semuanya bereksperimen, ada juga sebagian diantaranya yang melakukannya atas dasar ketidak tahuan dan menganggap semua oli sama.

Tapi pun begitu, sebagian yang lain yang tahu akan perbedaan oli mobil vs oli motor manual pun tetap banyak yang melakukannya. Dan dari pengakuan mereka, tidak ada gejala slip kopling atau pun indikasi buruk lainnya, bahkan setelah 1-2 tahun penggunaan.

Jadi, pandangan mana yang benar…??

Menurut Mtb sih keduanya benar.

Loh ko…??

Iya Om… Dahulu kala, Mtb pernah membaca buku panduan manual Honda Fit X yang menyebutkan secara jelas bahwa hanya oli-oli mobil dengan klasifikasi tertentu saja yang haram digunakan pada mesin motor manual. Salah satunya ialah oli mobil yang mesinnya menggunakan turbocharger.

Tapi sayangnya buku tersebut hilang sehingga Mtb sulit mengingat apa label olinya, dan klasifikasi apa saja yang secara detail haram digunakan pada mesin motor manual. …yang artinya bahwa oli mesin mobil yang kelas biasa-biasa masih lah relatif aman untuk digunakan pada mesin motor manual.

Terus… apakaha Mtb sendiri sudah pernah bereksperimen…??

Sejujurnya belum pernah…

Kenapa…??

Karena motor Mtb sekarang jenisnya skutik. Selain itu, untuk mendapat hasil yang obyektif, eksperimennya pun harus dijalankan dalam waktu lama. …setidaknya selama setahun lah Om… Soale kalo cuma sebulan-dua bulan, Mtb kira belum bisa di ambil kesimpulan yang matang.

So… pamungkasnya… Mtb kembalikan pada Om Bro masing-masing. Mau ikut standar label di botol oli atau mau ikutan bereksperimen juga…?? Moggo saja… Tapi kalau Om Bro ingin yang sudah jelas aman, maka gunakan oli sesuai dengan serifikasinya.

Untuk motor manual ya gunakan oli yang bersertifikasi Jaso MA/Jaso MA2. Untuk motor skutik, gunakan oli yang bersertifikat Jaso MB. Sementara untuk viskositas (SAE) dan standar mutunya (API Service), gunakan sesuai dengan anjuran di dalam buku panduan motor Om Bro masing-masing.

Secara umum, motor-motor dijaman now mensyaratkan minimal API SJ. Lebih baiknya gunakan oli bersertifikat API SL.

Bagaimana dengan API SM dan API SN…??

Kalau API SM dan API SN, Mtb kira yang tidak disarankan ialah lantaran harganya yang lebih mahal. Jadi ya tinggal dikembalikan saja pada kemampuan kantong Om Bro masing-masin. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: