Oli Mobil Berkurang Tapi Tidak Berasap… Ini Penyebabnya…

Motorisblog.com – Oli mobil berkurang tapi tidak berasap – Om Bro…!! Kalau soal oli motor, Mtb rada faham karena sudah bertahun-tahun mengendarai motor. Tapi kalau perkara oli mobil, sejujurnya Mtb tidak banyak tahu, tapi sedikit tahu dari sumber lain.

Yup. Konon oli mesin mobil bisa mengalami stress jika mobil sering terjebak macet.

Yang kadang jadi pertanyaan adalah, ada kalanya oli mobil berkurang tapi tidak berasap. Artinya tidak ada asap yang keluar dari knalpot si mobil.

Ternyata begini penjelasannya:

Menurut Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, Agung Prabowo, ketika mobil terjebak macet, mesin terus bekerja meskipun roda tidak bergerak. Karenanya oli jadi mudah stress lantaran tidak terjadi oksidasi serta terkena udara dan panas. Akibatnya oli mesin jadi harus lebih cepat diganti karena telah mengalami penurunan fungsi.

Maksud dari lebih cepat diganti adalah: lebih awal dibanding jadwal penggantian normal.

Oli mobil

Oli mesin yang stress maka kinerja unsur aditifnya akan menurun, kadar asam naik, serta viskositasnya (kekentalannya) menurun dari standar yang seharusnya.

Itu pengaruh dari situasi macet.

Selain macet,

Hal lain juga bisa jadi pemicunya, misalnya karena kontaminasi lain.

Contoh kontaminasi lain misalnya adalah bahan bakar yang tidak cocok.

Akibat dari ketidakcocokan oktan bahan bakar, maka pembakaran pun jadi tidak sempurna.

Nah, dari semua kondisi yang ada, anjuran penggantian oli mobil yang tepat bukan lagi berpatokan pada jarak tempuh, tapi pada waktu operasional. Jadi bukan berpatokan pada odometer, tapi lebih tepat menggunakan hoursmeter (hm engine).

Bagaimana jika mobil kita tidak ada hm engine??

Solusinya bisa dengan perkiraaan hari atau bulan.

Oli Mobil Berkurang Tapi Tidak Berasap

Sejatinya penyebab oli berkurang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Dan salah satu faktor yang paling dominan adalah karena oli terbakar bersama pembakaran mesin.

Umumnya oli bisa sampai ikut terbakar karena mesin sudah tua sehingga valve dan ring piston telah aus sehingga oli ikut masuk ke ruang bakar.

Kemungkinan lain, oli terbakar karena salah pemilihan viskositas (kekentalan / SAE). Umpamanya mesin yang seharusnya mengguanakan SAE 10W-40 tapi Om Bro malah menggunakan SAE 10W-30.

Atau juga Om Bro salah memilih API servicenya. Umpamanya mobil diesel tahun 90-an yang mustinya cukup dengan API CF semisal Mesran atau Prima XP, tapi Om Bro malah menggunakan API CI4 yang di anjurkan untuk mesin diesel tahun 2004 ke atas. Hal itu dapat terjadi karena karakter tiap-tiap oli, berbeda. Semua sudah disesuaikan dengan desain mesin dalam hal kompresi dan kepresisian ruang bakar.

Kemudian dari sisi BBM pun berpengaruh. Misalnya mobil tua, cukup menggunakan Premium dengan RON 88.

Jika Om Bro paksakan menggunakan Pertamax RON 92 atau lebih, mesin justru akan lebih panas. Akan terjadi knocking yang mengakibatkan suhu mesin menjadi lebih tinggi. Dan karena suhu yang terlalu tinggi tersebut, maka oli pun dapat ikut terbakar.

Atau jika tidak terbakar pun dapat menguap sehingga volumenya jadi berkurang.

Belum selesai sampai di situ, kemungkinan lain dapat juga terjadi karena pernafasan engine yang buntu.

Pada mesin-mesin generasi sekarang, biasanya ada PCV Valve yang jika tidak dibersihkan atau ganti secara teratur, maka ruang mesin atau tangki oil akan mengalami pressure tinggi. Akibatnya suhu menjadi naik sehingga oli terbakar. Bahkan pada tingkat yang lebih parah, bisa menyebabkan seal di beberapa lokasi menjadi bocor.

Kemudian pertanyaan finalnya, kenapa tidak ada asap mengepul dari knalpot??

Jadi begini Om… Asap akan keluar dari knalpot jika kondisi mesin memang sudah sangat parah. Jadi jika kondisinya belum masuk tahapan kritis, maka tidak ada asap yang keluar meski oli ikut terbakar bersama proses pembakaran mesin. (Mtb).

Oli Mobil yg Kental, Apakah Masih Dibutuhkan untuk Mesin Modern…??

Tinggalkan komentar