Motor Matic Tidak Kuat Nanjak?? Begini Solusinya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro!! Mtb pernah mengalami masalah motor matic tidak kuat nanjak. Syukur akhirnya Mtb dapatkan solusinya. Nah, jika misale Om Bro juga pernah mengalami masalah seperti Mtb, mungkin tulisan sederhana ini bisa memberikan penyelesaian.

Advertisement

Sekedar sharing buat Om Bro sekalian. Jika Om Bro mengalami masalah pada motor kesayangan, Mtb sarankan sebaiknya cari dulu referensi di internet sebelum pergi ke bengkel. Sebisa mungkin mencari solusi dari pengalaman orang lain yang sama atau mimimal mirip kronologisnya.

Bukan maksud Mtb meremehkan kemampuan seorang mekanik bengkel. Tapi montir itu juga manusia biasa seperti kita. Sesekali bisa saja melakukan kesalahan.

Contoh Masalah

Mtb berkata demikian lantaran pernah mengalaminya sendiri. Betul Om. Setidaknya ada 3 kelalaian mekanik bengkel yang masih Mtb ingat sampai sekarang.

1. Masalah Oli Mesin

Saat itu Mtb bermaksud untuk membeli oli motor matic. Tapi Mtb malah di tawari oli motor manual.

Si montir bilang bahwa itu oli bagus. Dia juga menyebutkan bahwa oli mesin motor matic adalah sama dengan oli mesin motor manual.

2. Masalah Starter Elektrik

Pada saat starter Honda Spacy kepunyaan Mtb ngadat, itu si montir malah membersihkan otomatis starter, padahal masalahnya ada pada bostel (cool starter). Alhasil. Mtb harus membayar jasa membersihkan otomatis starter, padahal pekerjaan tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

3. Masalah di Area CVT Box

Hal inilah yang akan Mtb bahas sekarang.

Pada saat Mtb mendapati masalah motor matic tidak kuat nanjak, itu si montir malah mengotak-atik per CVT (per pulley). Padahal masalahnya ada pada kampas kopling (atau kampas ganda).

Nah Om. Supaya lebih jelas, mari kita bahas step by step perkara ini.

Penyebab Motor Matic tidak Kuat Nanjak

Kronologis Masalah (Contoh Kasus)

Suatu hari motor Spacy Mtb tidak kuat menanjak saat mengangkut beban muatan yang lumayan berat. Untunglah saat itu ada orang yang membantu mendorong motor Mtb sampai melewati tanjakan terjal tersebut.

Hari itu juga Mtb bawa motor ke bengkel tetangga.

Sebenarnya sejak awal Mtb sudah faham bahwa kinerja montir bengkel tersebut tidak bagus. Tapi atas dasar pertimbangan kekeluargaan, Mtb bawa motor Mtb kesana.

Maksudnya nggak enak sih ya Om. Punya tetangga bengkel, masa’ Mtb harus maksa membawa motor ke bengkel yang lebih jauh.

Selain itu kalau di bengkel tetangga kan bisa ngutang dulu. Wkwkwkwk.

Ketika itu si montir menyimpulkan bahwa van belt alias part CVT harus diganti.

Dan memang secara jarak tempuh, CVT motor Honda Spacy Mtb itu sudah melewati batas waktu penggantian.

Tapi saat area CVT box dibongkar, rupanya roller-nya juga sudah pada peyang. Maka perangkat CVT dan roller segera diganti dengan yang baru.

Total biaya yang Mtb keluarkan saat itu ialah Rp110.000.

Tapi ternyata setelah penggantian kedua part tersebut, Mtb tidak merasakan adanya perubahan baik. Maka Mtb kembali ke bengkel tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sayang sekali, Mtb masih belum mendapatkan solusi di sana. Si montir men-vonis bahwa per pulley sudah lemah dan harus diganti.

Mtb tidak yakin. Dan kebetulan per pulley untuk Honda Spacy sulit di dapat di sekitaran Kota Banjar Patroman. Maka niatan untuk mengganti per pulley pun batal dilakukan.

Betul Om. Ukuran per pulley Honda Spacy berbeda dengan Vario dan Beat sehingga ketersediaannya sangat jarang di kota kecil seperti kampung Mtb ini.

Penyelesaian Masalah

Esok harinya Mtb menuju bengkel resmi motor Honda di Banjar Patroman, yaitu AHASS Buana Motor Banjar.

Dan benar saja. Di sana Mtb mendapat pencerahan bahwa masalah motor matic tidak kuat nanjak yang Mtb alami tersebut bukan karena per pulley yang sudah lemah. Tapi karena kampas kopling yang sudah menipis dan karena rumah roller yang sudah mulai rusak.

Jadi hasil akhirnya: Honda Spacy punya Mtb ngacir lagi setelah ganti rumah roller dan kampas kopling.

Analisa Masalah Motor Matic Tidak Kuat Nanjak

Nah, sampai disini ada yang mau ditanyakan??

Wkwkwkwk. Kaya’ guru lagi ngajar di kelas.

Om Bro. Pada motor matic, power drop biasanya disebabkan oleh masalah pada mesin atau pada rangkaian CVT.

Untuk area mesin tidak akan Mtb bahas sekarang. Yup. Kali ini Mtb hanya akan membahas masalah di area CVT saja, sesuai dengan kisah yang pernah Mtb alami.

Pada area CVT box ada 3 komponen penting yang sangat erat kaitannya dengan power motor, yaitu:

  1. Kopling
  2. Pulley
  3. Roller

1. Motor Matic tidak Kuat Nanjak karena Roller dan Mangkoknya Rusak

Di bengkel resmi Honda, montirnya langsung menduga bahwa masalahnya ada pada kampas kopling. Namun untuk lebih pastinya, CVT box dibongkar dahulu untuk mengetahui tiap-tiap komponen di dalamnya.

Nah, di atas tadi sudah Mtb sebutkan bahwa sehari sebelum menyambangi AHASS, Mtb sudah mengganti roller di bengkel tetangga. Ternyata saat itu tetangga Mtb tidak mengetahui bahwa rumah rollernya juga rusak. Maka itulah saat itu hanya rollernya saja yang diganti, tidak berikut rumahnya.

Advertisement

Roller adalah komponen pemberat dalam variator yang mengatur diameter CVT sesuai dengan rpm mesin.

Roller bergerak dengan gaya sentrifugal untuk mengatur transmisi.

Pada motor matic, gigi transmisi hanya akan masuk setelah rpm mesin cukup tinggi dibanding motor manual. Jadi harus ada “efek ayun” dari putaran gas.

Efek ayun tersebut di atur oleh roller.

Roller inilah yang menentukan kapan masuknya gigi transmisi. Karena itulah timing masuknya gigi transmisi pada mesin motor matic dapat berbeda-beda sesuai dengan bobot rollernya.

Singkatnya, bobot roller yang berat akan membuat gigi masuk lebih awal. Begitu sebaliknya: jika bobot roller ringan, maka transmisi akan masuk lebih lambat.

Akibat dari penggunaan roller di luar standar pabrikan akan berimbas pada akselerasi motor matic.

Jika roller terlalu berat, maka akselerasi akan berat karena transmisi masuk terlalu awal saat putaran mesin masih rendah. Sementara jika roller terlalu ringan, maka akselerasi motor akan lebih rensponsif, mamun akan mengurangi capaian top speed.

Pasa kasus yang Mtb alami, roller yang Mtb gunakan terlalu berat sehingga akselerasinya lambat dan motor tidak kuat saat malalui tanjakan terjal.

Motor Matic tidak Kuat Nanjak karena Kampas Kopling Sudah Aus

Hal yang paling tepat saat aus adalah minum.

Wkwkwkwk. Itu haus Om. Bukan aus.

Jika kampas kopling sudah aus, masalah yang terjadi adalah slip kopling.

Slip kopling adalah kondisi di mana kopling sudah terbuka penuh tapi tidak memberi cengkraman yang kuat pada mangkoknya.

Jika kampas kopling sudah aus atau menipis, maka imbasnya power mesin bakal drop dan motor jadi tidak kuat menanjak. Putaran mesin melambat dan terasa berat.

Mtb sudah merasakan gejala ini pada Mio Sporty milik mertua dan Honda Spacy milik Mtb sendiri. Pada saat menanjak dengan berboncengan, suara motor seperti megap-megap ngos-ngosan, padahal putaran gas sudah full.

Tambahannya lagi, pada Mio karbu, vakum karburator yang sudah rusak juga dapat menyebabkan tenaga motor ngedrop.

Tenaga Motor Matic Lemah karena CVT Sudah Uzur

Diantara gejala CVT motor matic rusak adalah adanya efek ayunan panjang pada saat Om Bro menarik gas, dan sesekali ada feel “ndut-ndutan”.

Namun dari apa yang pernah Mtb alami, kerusakan CVT tidak menimbulkan efek yang sangat parah. Motor masih tetap bisa menanjak meski akselerasinya mengayun.

Tenaga Motor Matic Lemah karena Kerusakan Pulley

Ini prinsip yang di pertahankan oleh mekanik tetangga Mtb di atas tadi.

Secara teori memang benar: jika per CVT sudah lemah, maka tenaga akan drop.

Teknis kerjanya: per akan menahan pulley pada rpm rendah. Dan jika Om Bro buka gas, maka CVT akan terbenam ke celah pulley dan menyesuaikan antara putaran mesin (rpm) dengan perputaran roda.

Penyesuaian tersebut di dasarkan pada seberapa cepat rpm mesin dan seberapa berat beban angkut motor itu sendiri.

Namun begitu, gejala lemahnya pulley juga dapat dipengaruhi oleh kampas kopling yang telah habis.

Betul Om. Kampas kopling juga punya pengaruh terhadap tekanan pulley.

Jika kampas kopling telah aus, maka tekanan per pulley akan menjadi lemah sehingga CVT mudah terbenam ke dalam celah pulley. Akibatnya akselerasi jadi lambat dan motor tidak kuat nanjak.

Kemudian untuk kerusakan pulley, biasanya akan disertai dengan suara brisik (kolotok-klotok) di area yang bersangkutan.

Tapi bunyi klotok klotok bukan hanya disebabkan oleh kerusakan pulley saja. Roller dan laher blok yang rusak juga dapat menimbulkan bunyi klotok yang serupa.

Tenaga Motor Matic Lemah karena Kerusakan di Sektor Mesin

Kalau di sektor ini hal paling mendasar adalah busi, filter udara, injektor atau karburator, setelan klep, dan saluran bahan bakar. Semua hal itu dapat juga menurunkan tenaga motor.

Gejala masalah mesin yang paling umum adalah brebet dan ngelos, juga langsam motor yang sulit di setting.

Kesimpulan

Pada motor skutik, komponen yang paling dominan menjadi penyebab tenaga drop adalah kerusakan di tiga bagian, yaitu:

  • Kampas ganda (kampas kopling)
  • Pulley set
  • Roller set

Maka saat Motor Om Bro tenaganya ngedrop secara drastis, tiga bagian utama itulah yang harus diperiksa terlebih dahulu.

Sementera untuk mesin, jika tidak ada gejala yang aneh seperti brebet, sulit langsam dan lain-lain, itu artinya tidak ada masalah. (Mtb).

Advertisement

49 komentar untuk “Motor Matic Tidak Kuat Nanjak?? Begini Solusinya”

  1. Luar biasa komplit,, thanks mas bro pengalaman anda sangat membantu menjawab semua pertanyaan saya seputar permasalahan beat karbu.
    Jangan lelah menulis, karena sebuah tulisan yang positif sama dengan amal jariah.

  2. Oh iya mas bro, saya pengalaman juga masalah dibengkel resmi honda malahan, motor kendala kurang tenaga saat tanjakan dan oli mesin rembes kemana mana, montirnya juga abal abal, ya nggak semua montir sih, servise nggak komplit, servis karbu (nggak ganti vakum), ganti vbelt, ganti roller, ganti filter, ganti oli mesin. nggak bisa atasi oli rembes dan saya tes mesin nggak ada perubahan, alhasil saya bongkar sendiri tu mesin saya cek ternyata dari komponen penekan kamrat (sudah beres), vakum karbu saya ganti baru, kampas ganda baru, seal pulley baru, pelumas khusus cvt, operasi selesai, tetap tenaga kurang saat tanjakan, tapi untuk putaran atas dapat.
    Saya tes konsumsi BBM dari rumah saya isi 1 liter pas odo diangka 40821 buat jalan ke pantai yang jarak 28 km lalu pulang ditengah perjalanan odo diangka 40859 bensin habis (kesimpulan 1 liter jarak 38 km).
    Pertanyaan : boros tidak itu secara dikelas matic. Atau memang ada masalah pada karburator motor beat saya ini.
    Maaf bahasa rada belepotan karena menulis dipagi hari karena belum tidur.
    Terima kasih

    1. Alhamdulillah skywave saya sedang gejala ngga kuat nanjak. Rpm nahan di rendah. Kondisi mesin menurut saya baik, asap masih wangi dan stasioner juga merdu.
      Tulisan ini sangat membantu karena memang montir kadang bikin analisa yg bikin kepala nyut..nyutan.
      Besok saya mau tune up dulu. Lalu next baru mau cek cvt. Mungkin rumah roller nya kenapa2. Maklum usia motor sdh 11thn.
      Makasih tulisannya.. Bagus sekali.

  3. Sebenarnya, perkara teknis, saya tidak begitu faham selain hal yang pernah saya alami sendiri. Tapi kalo soal konsumsi BBM Honda Beat Karbu, angka 38 km/liter itu normal.

    Saya ada reviewnya diblog ini. Silahkan Om Bro ke kotak pencarian untuk menuju artikel "konsumsi BBM Beat Karburator".

  4. Kalo berdasarkan kasus yang pernah saya temui, tenaga ngedrop (nggak kuat nanjak) tapi putaran mesin kencang, kemungkinan terdekat ada pada kampas kopling yang sudah aus. Tapi, ausnya kampas kopling itu umumnya setelah usia motor diatas 2 tahun, bahkan lebih.

    Kasus lain yang pernah saya dapatkan informasinya, setting karburator juga bisa jadi penyebabnya. Nah, Om Bro / Tante Sis pake Scoopy karbu atawa injeksi?

    Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan bengkel terpercaya. Nanti tinggal dibandingkan, apakah diagnosa dari si mekanik ada kesamaan dengan isi artikel ini atau tidak?

    Kalo belom ngrasa yakin, cukup konsultasi aja dulu, jangan langsung dibongkar mesinnya.

    Saya juga sering kayak gitu. Kalo ada masalah, saya konsultasi sama kepala mekanik di bengkel resmi langganan. Setelah itu saya pulang, kemudian cari referensi di google. Kalo udah yakin dan udah ada uangnya, baru deh saya kembali ke bengkel untuk melakukan service.

  5. Motor scopy saya kalo di tanjakan gk kuat gimana solusinya y. Padahal mesin belum pernah di obrak abrik. Cuma satu kali purus tali mesinnya putus. Gejalanya kurang lebih kaya kasus no 2. Mesin kencang tapi rpm berkurang dulu bisa sampai 110 sekarang 80 aja udah gk karuaan. Minta masukannya bang..

  6. motor saya beat fi 2013 akhir
    klo tanjakan ga kuat
    dan klo gas pertama ngegerudug
    klo udh kencang hilang suara ngegerudug nya
    yg udh diganti semua ori
    kampas ganda
    roller
    bearing cvt

    belt masih ok

    kira2 apa ya penyebab nya?

  7. Kalo dari gejalanya, sepertinya justru masalahnya ada pada cvt-belt. Kadang visual masih bagus tapi sebenarnya belt sudah minta ganti.

    Anjuran penggantian v-belt motor matic Honda adalah setiap 24,000 km. Kira-kira v-belt Om Bro sudah mencapai jarak itu belom?

    Kalo belom yakin, coba konsultasi dengan mekanik yang benar-benar berkompeten?

    Saya pernah konsultasi sama mekanik bengkel sambil setengah ngancam. Saya bilang, "kalau dugaan Anda salah, saya minta pertanggung jawaban atas penggantian part tersebut".

    Tapi cara itu sebaiknya jangan ditiru kecuali si mekanik benar-benar kelihatan ngawur.

  8. Saya tidak menyarankan, tapi sejujurnya saya sendiri pake v-belt KW untuk Honda Spacy saya. Wkwkwkwk…!!

    Dan nyatanya, kebetulan part KW yang saya pake kok nggak kalah awet dibanding yang ori.

    Trus teliti juga kalo mau ganti belt. Saya pernah mendapati montir ngawur yang memasang belt vario 125 pada spacy saya.

    Saat saya complaint, dia jawab, "sama aja". Padahal secara visual juga sudah tampak jelas bahwa panjangnya berbeda.

  9. Gejalanya gimana, Om? Maksud saya, putaran mesinnya saat menanjak

    – Apakah dia menderu dengan putaran mesin kencang?

    – Atau putaran mesinnya justru melambat seperti yang megap-megap?

    – Apakah ada gejala ndut-ndutan seperti melompat-lompat?

    – Atau ada gejala mbrebet seperti mesin mau mati?

      1. Kalo menurut yang pernah saya alami, gejala seperti itu masalahnya ada pada salah satu, entah itu per pulley atau roller atau kanvas ganda. Coba Om Bro konsultasikan ke bengkel terpercaya untuk memeriksa keduanya.

  10. Mas bro, terima kasih oencerahannya.
    Motor saya honda vario thn 2011, selama ini memang saya jarang lewati tanjakan yang curam, paling hanya tempat parkir, yg sudutnya mgkn kurang dari 45 derajat. Nah, tadi pagi,, motor saya naik tempat parkir, yng tanjakannya mgkn antara 45-60 derajat, baru di pertengahan, motor tidak kuat, alhasil saya turun dan mendorong motornya.
    Sayangnya td saya tdk memerhatikan rpm motornya, apakah turun atau tidak shg apakah masalahnya di roller atau di kanvas kopling, no idea at all. Tidak ada gejala aneh lainnya. Entahlah. Rencana Baru mau ke bebgkel sore ini selepas kerja..

  11. Gan minta bantuannya dong motor scoopy saya klo diajak nanjak gitu jadi lambat padahal putaran mesinnya kenceng dan klo dipaksa malah jadi bau gosong gitu. Mohon solusinya gan

    1. Kemungkinan besar ada di area kopling. Entah kampas koplingnya sudah habis atau ada masalah yang lain. Konsultasikan ke bengkel terpercaya dan arahkan mekanik bengkelnya untuk cek area kopling lebih dulu. Jika area kopling oke, nanti mekaniknya akan cek bagian lain.

      Semoga bermanfaat…

  12. Maulana Firdaus

    Bang Maaf Mau tanya Motor Ane Beat pop Fi 2015,Ko Waktu tanjakan Motor Ga ada tenaganya Ukuran Roller Yg Enak Waktu tanjakan yg brpa gram Ya Sama Per cvt Yg Brpa RPM Mohon dibalas Bang

    1. Bobot roller Beat Pop 15 gram, lebih berat dari Beat Sporty yang 13 gram.

      Saya agak bingung menjelaskannya dalam bahasa mekanik, soale saya memang bukan montir. Intinya sih, untuk lebih ringan di tanjakan, bobot roller harus diganti dengan yang lebih ringan. Tapi masalahnya, diameter roller Beat Pop beda dengan diameter roller Beat Sporty. Jadi solusinya, Om Bro tanyakan ke bengkel/toko spare part terpercaya, “apakah ada roller aftermarket untuk Beat Pop yang bobotnya lebih ringan?”. Jika ada, Om Bro bisa ganti pake roller itu.

      Periksa juga apakah “rumah” rollernya masih bagus. Soale, lagi, saya pernah mengalami dimana kerusakan pada rumah roller juga sangat berpengaruh pada kinerja roller.

      Kalo untuk CVT, sejauh ini saya belum pernah mendengar ada pengaruh yang signifikan pada akselerasi di tanjakan. Jadi saran saya, tetap gunakan CVT standar saja. Salah-salah, takutnya timbul masalah semisal CVT putus atau resiko lainnya.

      Kalo masalah CVT putus kan mutlak, motor harus di dorong. Repot kalo lagi perjalanan jauh atau lagi lewat di jalanan macet.

      Satu lagi yang paling sering bikin matic ngga kuat nanjak itu kanvas ganda (kanvas kopling). Karena kanvas ganda juga punya efek pada tekanan pulley.

    2. Maaf, salah. Per CVT ya… tadi saya baca sekilas, saya kira CVTnya.

      Saya belum punya saran untuk penggantian per CVT. Sejauh yang saya alami, “akal-akalannya” cukup di roller saja. Jadi belum tahu seberapa besar perubahannya dengan mengganti per CVT (per pulley).

      Satu saja yang harus di ingat, jangan mengganti per pulley (per CVT) dengan yang lebih empuk. Karena jika per lebih lembut dari standar pabrikan, otomatis CVT jadi lebih mudah amblas. Artinya, di pake nanjak justru malah jadi lebih berat.

  13. Bang mau tanya motor xride saya ga kuat dibawa nanjak (posisi boncengan) terutama di tanjakan yg panjang dan terjal. Putaran mesin melambat tp ngga mati, padahal udh ganti roller, diturunin 1gr dari 8gr jd 7 gr. Mohon pencerahannya bang..

    1. Coba konsultasikan ke bengkel, periksa rumah rollernya (saya lupa apa nama rumah roller). Saya pernah ganti roller ngga sembuh, pas ganti satu set ama rumahnya langsung sembuh. Cek juga kampas koplingnya.

      Kalo ada yang harus diganti, pastikan pakai part ori.

      Sekiranya ragu, masuknya ke bengkel resmi saja.

      Kadang bengkel umum memang lebih faham kondisi kantong kita, tapi ada kalanya bengkel resmi lebih baik meskipun lebih mahal.

      Ketika konsultasi, tekankan pada montirnya supaya yakin. Jangan sampai si montir hanya menduga-duga tapi akhirnya motor tidak kunjung sembuh.

      Itu aja Om… Semoga bermanfaat.

    1. Kalo ngga salah berat roller standar Beat karbu itu 12 gram. Kalo ukuran per CVT-nya saya ngga faham, tapi pastinya lebih dari 1000 rpm.

      Artinya secara teori, kombinasi roller 10 gram dengan per CVT 1000 rpm jelas ngacir banget di tanjakan. Ringan banget. Tapi untuk jalanan datar, top speed-nya jadi berkurang.

      Jadi kembali lagi pada karakter Om Bro sendiri. Kalo Om Bro ngga suka terlalu ngebut, cukup dengan kecepatan 80 km/jam atau kurang, iya kombinasi itu cocok. Pas banget…

      Tapi kalo Om Bro suka mentokin gas di jalanan datar, nanti Om Bro bisa kecewa.

      Tapinya lagi… ngapain lah ngebut-ngebut banget. Makin kencang, makin besar juga resiko celakanya.

      Itu pandangan saya. Jika ada Om Bro yang lain yang akan menambahkan / mengkoreksi, monggo, saya persilahkan.

  14. malah saya bingung ketika ditanjakan apakah mesin menderu atau tdk… gak punya perkiraan yang pasti di tanjakan gak kuat nanjak..

      1. Assalamualaikum mau nanya bg, soal beat karbu, vacum ori bawaannya, tapi di tukar sama vario rumah roller ya, roller ya juga, sama penutup rumah roller juga, jalan kota begitu enak tarikan ya daripada biasa pake roller bawaan beat, tapi masalah ya bg, boncengan saat tanjakan tajam gak sanggup melambat tarikan ya rasa mau mundur, tapi kalau sendiri laju cepat, itu apa yang mau di periksa bg.

        1. Bobot roller Vario lebih berat 1.5 gram.

          Beat 11.5 gram
          Vario 13 gram

          Makanya efeknya jadi begitu. Ngga kuat nanjak.

          Coba cek kampas kopling. Kalo kampas kopling udah habis, berarti disitu masalahnya. Tapi kalo kampas kopling masih bagus, berarti roller’nya harus dikembalikan ke roller standar.

          Monggo Om Bro yang lain kalo ada tambahan atau koreksi.

        1. Dari yang pernah sy alami, kemungkinannya:

          1. Kalo udah pernah ganti roller berarti roller penggantinya salah, bobotnya terlalu berat

          2. Kalo blm pernah ganti roller, kemungkinan rollernya udah pada peyang & rumah rollernya udah aus

          3. Kalo kondisi roller & rumah roller masih bagus, kemungkinan per pulley udah lemah

          4. Kalo ada gejala ndut-ndutan, berarti van-belt (CVT) udah minta ganti

          5. Perhatikan lagi, kalo putaran mesin menderu cepat kek ada slip, berarti kanvas koplingnya udah abis

          6. Kanvas ganda (kanvas kopling)… ini yang paling dominan menjadi penyebabnya.

  15. om klo mio sporty saya ga kuat nanjak, pas ditanjakan ga ada tenaga, putaran mesin melambat, terpaksa harus didorong, mohon pencerahannya om harus cek bagian apa??

    1. Pertama cek dulu roller dan mangkoknya. Kalo roller peyang, mangkok roller udah ngga mulus alurnya, berarti disitu masalahnya.

      Cek juga per pulley. Kalo per pulley (per CVT) udah lemah, pun gejalanya akan seperti itu.

      Cek juga CVT-nya, barangkali udah waktunya ganti.

      Dan satu lagi yang paling sering jadi penyebabnya adalah kanvas ganda (kanvas kopling).

  16. Ridwan G Hutauruk

    Mohon pencerahannya mas bro..motor saya mio soul GT 125 baru 2 thn tapi motor pada saat nanjak tidak kuat,dan oli sudah naik ke knalpot tapi tidak berasap,kira2 apa ya yg perlu di ganti biar tarikan pada saat nanjak kuat..
    Dan saya pernah nanya montir di bengkel resmi biaya nya katanya 1.5 jt an bingung saya,katanya harus ganti blok mesin…mohon pencerahannya mas bro..trima kasih

    1. Waduh,, kalo sampe oli bocor ke knalpot,, sy ngga paham Om… Mekanik bengkel yang tau. Sy taunya cuma sebatas dari apa yang pernah sy alami.

      Kalo bengkel resmi memang lebih mahal Om… Soale bengkel resmi biasanya semua part diganti. Kadang komponen yang (sebenarnya) masih layak pake juga ikut diganti. Maksudnya sih bagus,, supaya seluruh bagian normal lagi. Hanya saja buat kita kadang berat di uangnya.

      Sy sendiri ke bengkel resmi cuma sebatas servis rutin & konsultasi saja. Kalo pas ada perbaikan besar,, sy lebih milih ke bengkel umum yang terpercaya. Asli selisih biayanya jauh.

      Tapi resikonya di bengkel umum memang tidak ada jaminan spare part-nya original.

      Biasanya sy sih tegaskan ke bengkelnya untuk minta part original. Jika pun (misalnya) pihak bengkel membohongi sy dengan memberikan part KW,, yaa… Itu resiko sy. Yang penting motor bisa normal kembali untuk waktu yang relatif lama.

      Nyatanya sampe sekarang motor sy baik-baik aja meski pernah turun mesin di bengkel umum,, bukan bengkel resmi.

      Tapi ya itu,, kita musti pinter-pinter milihnya. Harus benar-benar di bengkel umum yang bagus dan terpercaya.

    1. Coba cek kampas kopling (kampas ganda). Kemungkinan terbesarnya ada disitu.

      Lebih lengkapnya periksa juga pulley & CVT belt.

  17. Motor saya Vario 110 esp 2016 , kalo sendiri sih ngacir baik datar atau tanjakan , tapi kalo boncengan ketika ditengah tanjakan motor langsung ngedrop rpm nya , dan gas dibejek lagi baru naik lagi rpm nya .. dugaan sementara roller agak berat ..

  18. Saya Mio Soul Gt , Yg Saya Alami Sama Seperti Dirimu Bang Klo Di Pakai Sendiri Ngacir Tapi Kalo Boncengan Motor Ngos Ngosan Gak Bisa Nanjak , Roller Sama Rumahnya Sudah Saya Ganti , V Belt Saya Ganti , Per Cvt Saya Ganti Yg 1500 Rpm , Cuma Kampas Ganda Yg Belum Karena Mnurut Saya Dan Teman Saya Kampas Masih Tebal Dan Mangkoknya Masih Bagus , Masih Kampos Juga , Apa Bisa Kampas Masih Tebal Tenaganya Gak Maksimal ? Mohon Sarannya Bang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *