motor listrik sdr e trail

Spesifikasi dan Harga Motor Listrik Indonesia, SDR E-Trail

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Ada satu lagi motor listrik Indonesia yang muncul di Bandung… Modelnya off-road, harganya sekira Rp70 juta dan direncanakan bakal diproduksi secara massal pada awal tahun 2020 di Cirebon, Jawa Barat.

Advertisement

Yup… Dia adalah SDR E-Trail… Motor generasi kedua dari SDR yang sebelumnya bergenre streetfighter dan digunakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Kemananan SDR E-Trail

Om Bro…!! Bagi sebagian orang, keberadaan motor listrik mungkin masih diragukan keamanannya, utamanya ketika si motor berinteraksi dengan air. Asumsinya, karena air dapat menghantar aliran listrik sehingga berpotensi menimbulkan korsleting alias hubungan pendek arus listrik.

Jadi, bagaimana dengan SDR E-Trail??

motor listrik sdr e trail

Menurut klaim dari pihak SDR, E-Trail dikatakan aman dari air… Aman saat dicuci, bahkan aman digunakan menerabas banjir karena semua control panel secure dari air alias anti air. (Soegeng Rijadi, Pemilik PT Arindo Pratama (produsen motor listrik SDR) – DetikOto, 5/9/2019).

Jadi ya, sama dengan motor bensin pada umumnya ya Om… Kalau hanya melewati genangan air saat banjir ya tetap bisa… Kecuali kalau dibiarkan tenggelam, ya jelas rusak Om… Motor biasa pun seperti itu…

Rencana Pemasaran SDR E-Trail

Selain sebagai produsen motor listrik, PT Arindo Pratama juga menjalani bisnis di sektor e-Payment. So,, jalur finansial ini nantinya bakal dijadikan sebagai salah satu jalur penjualan motor listrik SDR.

Pada tahap awal produksinya, SDR E-Trail belum akan dijual bebas pada khalayak umum secara massal, tapi akan di sewa-kan terlebuh dahulu sebagai langkah sosialisasi pada masyarakat.

Jadi judulnya, SDR ingin membuat masyarakat tertarik pada motor listrik secara natural… Ingin masyarakat mengetahui secara alami akan keunggulan motor listrik… Ingin masyarakat melihat bukti bahwa motor listrik itu bandel, kuat, hemat dan sebagainya…

Setelah itu, pada lima tahun ke depan, barulah SDR akan menjual produknya secara umum…

Di tahap awal pemasarannya, SDR bukan hanya akan mengajak Pemerintah Bandung saja, tapi juga akan menawarkan kerja sama dengan metode sewa-bagi hasil pada Pemerintah DKI Jakarta.

Spesifikasi SDR E-Trail

Secara tampilan, SDR E-Trail tampak seperti motor trail pada umumnya… Hanya saja, tidak ada knalpot disana…

Lah iya Om… Lah wong dia pake mesin listrik… Ngga ada pembakaran, jadi ya ngga ada knalpot…

Dimensi
. Panjang 205 cm
. Lebar 82 cm
. Tinggi 114 cm

Jarak Terendah ke Tanah
. 30 cm

Baterai
. Lithium LiPo 72V-30Ah

Jarak Tempuh
. 90 km/satu kali pengisian penuh

Waktu Pengisian Baterai
. 1,5 jam di SPLU (fast charging)
. 4-5 jam pada listik rumah tangga (900 VA)

Spesifikasi Charger
. Input 220V-50Hz
. Output 72V-20A

Power Maksimum
. 5.000 Watt

Torsi Maksimum
. 11,5 Nm

Top Speed
. 110 km/jam

Ukuran Ban
. Depan 80/100-21
. Belakang 110/100-18

Rangka
. Baja

Suspensi Depan
. Teleskopik

Suspensi Belakang
. Monoshock

Pabrik, Investasi dan Produksi SDR E-Trail

Saat ini pembangunan pabrik SDR di Cirebon tengah berjalan… Lokasinya ialah di Desa Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Kapasitas produksinya cukup besar untuk ukuran produksi motor listrik,, yaitu sebanyak 1.000 unit/bulan alias 12.000 unit/tahun.

Advertisement

Dalam rencana produksinya, pada awal tahun 2020 nanti diharapkan telah ada satu gedung yang selesai dan siap produksi SDR E-Tail.

Iya Om… SDR E-Trail bakal menjadi motor listrik SDR pertama yang dirakit di pabrik SDR Cirebon. Sementara motor SDR pertama yang berdeasin streetfighter, justru tidak masuk ke dalam list produksi massal.

Dalam hal investasi, owner PT Arindo Pratama, Soegeng Rijadi mengaku telah menggelontorkan dana senilai Rp100 miliar. Investasi tersebut diakuinya berasal dari dana pribadi dan pinjaman dari bank… Tanpa melibatkan investor lain…

Perawatan SDR E-Trail

PT Arindo Pratama menggandeng Sucofindo (BUMN) dalam penyediaan layanan perawatan motor listik SDR…

Dalam hal perawatan, motor listrik lebih simple dibanding motor konvensional bermesin bakar… Tidak ada ganti oli rutin… Hanya pemeriksaan dinamo (motor penggerak),, baterai dan panel kontrol.

Baterai dan Komponen SDR E-Trail

SDR E-Trail tidak lagi mengunakan baterai Litesit seperti motor SDR Ridwan Kamil,, melainkan menggunakan baterai Lithium. So,, lebih mumpuni Om…

E-Trail lahir atas perminataan PLN pada SDR untuk membuat motor listrik sebagai kendaraan operasional lapangan…

Komponen utama motor listrik SDR E-Trail masih di datangkan dari China, yaitu baterai, motor penggerak dan controller alias ECU. Tapi begitu, kandungan komponen lokalnya sudah 70%,, diantaranya ban, rangka, suspensi dan lain-lain…

Mesin penggeraknya dari brand China tapi dengan lisensi Amerika…

Sebelum berwujud seperti sekarang ini, SDR E-Trail telah melalui proses perancangan selama sekira 3 bulan lamanya…

Harga Motor Listrik SDR E-Trail

Saat ini SDR E-Trail diperkirakan punya banderol sekira Rp70 jutaan. Cukup mahal ya Om…??

Om Bro… Konon komponen termahal dari sebuah motor listrik adalah baterainya. Apalagi baterai yang digunakan SDR masih impor dari China…

Untuk dapat menekan harga jual, PT Arindo Pratama berencana membangun pabrik baterai sendiri di Indonesia. Nantinya, baterai yang dibuat tersebut akan melalui cara alih teknologi dari China.

Nah, karena sekarang harga E-Trail masih mahal, makanya SDR belum akan menjualnya secara massal. Strategi pertamanya masih mau lewat jalur rental corporate… Baru setelah 5 tahun nanti, E-Trail akan dijual secara umum.

Selain karena baterainya yang masih impor, kurs Rupiah terhadap US Dollar pun dianggap berpengaruh pada harga jual. Jelas Om… Karena yang namamya ekspor-impor, urusannya tidak akan lepas dari nilai tukar Dollar terhadap rupiah. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *