20 Motor Legendaris Yamaha Indonesia Sejak 1983

Motorisblog.com – Om Bro! Ada yang menarik dari perjuangan pabrikan cap garpu tala dalam membangun brand image besar untuk pasar Indonesia. So, inilah beberapa motor legendaris Yamaha yang punya peran sangat penting dalam perkembangan pasar pabrikan tersebut.

Bukan hanya membangun image motor kencang, namun sekarang Yamaha juga sudah membangun image sebagai motor berfitur lengkap.

Motor Legendaris Yamaha Indonesia

1. RX King (1983-2008)
Yamaha RX King
Yamaha RX King

Sang legenda Yamaha sport 2-tak.

Yamaha RX King adalah motor jadul Yamaha yang sudah melegenda dan tetap memiliki banyak penggemar.

Meskipun motor ini sekarang sudah discontinue, namun jumlah populasinya masih cukup banyak berkat loyalitas para penggemarnya.

Bahkan sudah tak terhitung banyaknya jumlah komunitas yang menaungi para pengguna Yamaha RX King.

2. Force 1 / Force One (1992-1993)
3. F1Z (1994-1996)
4. F1Z R (1997-2003)
Yamaha F1Z 1996
Yamaha F1Z 1996
Yamaha F1ZR
Yamaha F1ZR

Selanjutnya ada motor bebek Yamaha 2tak jadul yang juga legendaris

Jika Suzuki punya Tornado, maka Yamaha punya Force 1.

Force 1 alias Force One merupakan salah satu bebek 2-tak dengan desain sporty dan akselerasi spontan pada masa itu.

Setelah Force 1, Yamaha melanjutkan model ini dengan label F1Z.

Penyempurnaan dari Force 1 ini mampu menarik banyak minat konsumen penggemar bebek 2-tak pada zamannya, terutama kaum muda.

Meskipun pada tahun 1996 Yamaha sudah memulai penjajakan pasar dengan produk bebek 4 tak Yamaha Crypton, namun tidak sekonyong-konyong membuatnya meninggalkan mesin 2-tak. Yamaha Indonesia masih memasarkan Yamaha F1ZR untuk mengimbangi Suzuki Satria RU 120 yang juga masih bermesin 2 tak.

Dengan kapasitas mesin dan gigi percepatan yang masih kalah dari Suzuki Satria RU, Yamaha FIZ R sudah mengunakan sistem kopling manual. Sedangkan kita tahu bahwa aplikasi kopling manual pada sepeda motor, membuat akselerasinya menjadi lebih cepat.

Karena daya tariknya tersebut, Yamaha FIZR masih cukup menarik minat banyak konsumen Indonesia, meskipun sebagian pengguna sudah banyak yang beralih ke motor 4 tak.

5. Crypton (1996-2001)
Yamaha Crypton
Yamaha Crypton

Yamaha Crypton menjadi motor Yamaha jadul 4 tak untuk pasar komersil Indonesia.

Saat itu Yamaha Crypton berhadapan langsung dengan Suzuki Shogun 110 (Shogun Kebo) dan Kawasaki Kaze R. Mereka bertiga bersaing dan berusaha menjadi bagian dari pasar bebek 4 tak yang sebelumnya menjadi milik motor jadul Honda dengan produk Honda Astrea Grand.

Honda kemudian merilis Astrea Supra 100 yang kemudian berkembang menjadi Honda Supra X 100.

Meskipun kurang sukses, Crypton merupakan pembuka bagi generasi motor 4 tak Yamaha yang terus berkembang hingga tahun 2021 ini. Paling tidak ia sudah berhasil menggebrak pasar bersama Suzuki Shogun dan Kawasak Kaze, sehingga motor lama Honda yang semulai berdesain lurus-lurus saja, kini ia mau berubah menjadi sporty.

6. Vega (2001-2003)
7. Vega R (2003-2005)
8. New Vega R (2005-2008)

Secara basis mesin, Yamaha Vega R adalah penyempurnaan dari Yamaha Crypton yang kurang sukses secara penjualan.

Tidak seperti perjalanan motor Yamaha tahun 90an dan motor Yamaha 2 tak lama, kali ini segmen pasar sepeda motor sudah lebih kompleks.

Vega

Secara kelas, Yamaha Vega memasuki segmen entry level alias kelas hemat yang selanjutnya harus bersaing melawan Honda Legenda, Honda Supra Fit Series, Suzuki Smash 110 dan Kawasaki Blitz. Maka sejak era ini sejarah motor 2-tak Yamaha sudah mulai beralih secara gencar ke 4 tak. Yamaha 2 tak lawas mulai memudar. Tidak banyak lagi motor 2 tak jadul Yamaha yang terjual.

Kabar baiknya, Yamaha Vega berhasil meraih sukses besar secara penjualan untuk pasar Indonesia.

Melalui produk ini pula Yamaha Indonesia telah mengukir sejarah baru dunia persilatan roda dua tanah air. Vega terbukti telah mengangkat nama Yamaha dalam menduduki posisi runner up penjualan motor, menggeser posisi Suzuki saat itu.

Vega R
Yamaha Vega R 100 2003
Yamaha Vega R 100 2003

Setelah Vega, Yamaha melanjutkan suksesnya dengan Vega R.

Vega R belum mengusun update signifikan. Ia masih menggunakan mesin 102cc. Hanya saja Vega R sudah menggunakan rem cakram pada roda depannya.

Update Vega masih terus berlanjut hingga New Vega R. Model ini menggunakan kapasitas mesin yang lebih besar, yaitu 110cc.

Vega ZR
Yamaha Vega ZR
Yamaha Vega ZR

Pada akhir tahun 2008, Yamaha menghentikan produksi New Vega R dan menggantinya dengan Yamaha Vega ZR yang bermesin 113.7cc.

Namun sayang, meski volume silindernya lebih besar, Vega ZR ini justru malah kurang menarik minat konsumen tanah air lantaran desain generasi awal yang Mtb kira malah jadi jelek. Misalnya saja lampu sein yang kembali pada model jadul dengan mika buram. Kemudian juga panel speedometer, terutama indikator gigi percepatan yang hanya menunjukkan posisi netral dan top gear saja.

Vega Force
Yamaha Vega Force
Yamaha Vega Force

Hingga saat ini Yamaha masih mempertahankan eksistensi Vega dengan memberinya nama Yamaha Vega Force.

Jiwa dari nama itu adalah gabungan dua legenda, yaitu Vega dan Force 1.

Tapi pada perkembangannya, segmen bebek memang semakin kurang menarik minat konsumen. Tren sepeda motor tanah air kini telah beralih ke model skutik dan sport.

9. Scorpio 225 (2001-2005)

Terget utama dari rilis Yamaha Scorpio adalah menciptakan pengganti RX King sekaligus melawan Honda Tiger 2000 dan Suzuki Thunder 250.

Meski tidak berhasil mengejar penjualan Tiger, tapi Scorpio mampu melampaui jumlah populasi Thunder 250.

Yamaha Scorpio memiliki kelebihan karena menggunakan karburator jenis vacum yang terbukti mampu menghasilkan akselerasi spontan seperti motor 2 tak.

10. Jupiter (2001-2003)
Yamaha Jupiter Z
Yamaha Jupiter Z. Sumber: id.carousell.com

Selain menciptakan Vega untuk kelas low end, Yamaha juga memproduksi Jupiter yang kemudian berevolusi menjadi Yamaha Jupiter Z.

Jupiter mengusung spesifikasi yang identik dengan Vega R, namun menempati kelas yang sedikit lebih tinggi. Persis seperti Supra X 100 dan Supra Fit saat itu yang juga identik namun beda kelas.

Jika Om Bro perhatikan spesifikasi mesinnya, Vega dan Jupiter adalah sama. Namun sebenarnya pada beberapa titik, mereka memiliki perbedaan, misalnya saja pada bagian bawah blok mesin Jupiter yang memiliki plat pelindung benturan.

Selain itu desain body Jupiter juga lebih panjang dan bobotnya pun lebih berat sehingga lebih mantap pada kecepatan tinggi.

Kemudian saat rilis New Jupiter Z, Yamaha telah mengupgrade mesinnya menjadi 110cc yang kemudian lanjut menjadi 113.7cc pada tahun 2009.

11. Nouvo (2003-2005)

Meskipun penjualannya kurang sukses, namun sebenarnua Nouvo inilah cikal bakal kejayaan Yamaha pada masa kemudian.

Bermodalkan mesin matic 115cc, saat itu Yamaha mulai masuk ke segmen skuter matic yang sebelumnya dominan produk asal China, Taiwan dan Korea Selatan.

Saat itu Yamaha menjadi satu-satunya merk Jepang yang memproduksi motor skutik.

12. Mio karbu generasi 1 (2003-2008)
13. Mio karbu generasi 2 (2005-2012)
14. Mio Sporty (2008-2013)
Yamaha Mio Sporty 2009
Yamaha Mio Sporty 2009

Inilah bibit Mio series pertama sampai sekarang.

Sebagai penyempurna dari Nouvo, Yamaha Mio justru menerapkan desain yang sama sekali berbeda. Desain Mio lebih pendek secara jarak sumbu roda dan lebih ramping serta lebih ringan.

Pada awalnya Mio memang menyasar kaum hawa dengan tagline ‘Wanita, jangan mau ketinggalan’.

Mio pertama kali launching di Malaysia untuk pasar Asia Tenggara. Model motor yang awalnya bukan menjadi produk andalan ini justru menunjukkan prestasi yang luar biasa. Mio telah membantu bahkan menggantikan posisi Vega series yang sebelumnya menjadi tulang punggung penjualan Yamaha Indonesia. Terbukti penjualan motor Yamaha pada tahun 2010 berhasil mancapai jumlah tertinggi hingga 4.3 juta unit. Hanya selisih 100 ribuan unit dari jumlah penjualan Honda saat itu.

Kemudian pada tahun 2013, Mio series mampu membukukan penjualan hingga 1.139.217 unit. Dan dengan angka itu pula Mio (sendirian) telah mampu terjual sebanyak 7 juta unit sejak awal produksinya.

Luar biasa.

Betul Om. Yamaha Mio Sporty Karbu pernah menjadi motor terlaris di Indonesia sebelum akhirnya tersalip oleh Honda Beat Karbu.

15. Jupiter MX 135 (2006-2010)
16. New Jupiter MX 135 (2010)
New Yamaha Jupiter MX 135
New Yamaha Jupiter MX 135

Pada saat Suzuki dan Honda masih bermain di kelas 125cc dengan produk Shogun dan Supra X 125, Yamaha tidak latah. Ia menciptakan kelas sendiri dengan mesin 135cc.

Melalui iklan yang kocak dan mengena, Yamaha Jupiter MX 135 mengusung konsep motor bebek kencang.

Jupiter MX juga menjadi motor Yamaha pertama yang menerapkan suspensi monoshock pada bebek sport komersil untuk pasar Indonesia.

Kesuksesan Jupiter MX 135 kemudian berlanjut menjadi Yamaha MX King 150.

17. Vixion Generasi Awal (2007-2012)
Old Yamaha Vixion
Old Yamaha Vixion v2 Lampu Sporty

Vixion merupakan motor komersil pertama dari Yamaha Indonesia yang menerapkan sistem injeksi.

Inovasi Vixion tidak hanya pada injektor tetapi juga pada rangka model deltabox dan suspensi monoshock.

Awalnya Vixion masih kurang meyakinkan saat sistem injeksi belum populer. Kebanyakan orang masih suka motor karburator sehingga Vixion belum cukup sukses. Namun kemudian penjualannya cukup sukses setelah sistem injeksi menggantikan keberadaan karburator.

Mtb menganggap Vixion generasi awal sebagai motor legendaris Yamaha lantaran kegigihannya dalam menanti kondisi mesin injeksi menjadi hal yang lumrah dan tidak tabu.

18. Lexam (2010-2012)

Meski tidak sukses di pasaran, Lexam pernah juga mengaspal di jalanan tanah air.

Konsep bebek matic dengan rantai penggerak yang unik ini terbukti kurang meanarik minat masyarakat tanah air.

Namun Lexam bukanlah satu-satunya bebek matic yang layu sebelum berkembang. Ada juga Honda Revo AT yang bernasib sama dengan Yamaha Lexam.

19. X-Ride (2013)

Dari 4 pabrikan besar merk Jepang di Indonesia, X-Ride merupakan pelopor skutik off road untuk pasar Indonesia.

Mtb menganggap X-ride bakal jadi motor legendaris Yamaha karena ia yang pertama keluar dari konsep suspensi stiff khas Yamaha dan menggunakan shockbreaker empuk.

20. Nmax 155 (2015)
Matte Red Yamaha NMAX 2020
Matte Red Yamaha NMAX 2020

Satu lagi langkah besar Yamaha yang mampu mengubah tren dunia persilatan roda dua tanah air.

Hingga pertengahan tahun 2018, Yamaha NMAX masih menjadi model terlaris pada kelas skutik gambot untuk pasar tanah air. Entah sih sekarang. Soale sekarang data AISI tidak lagi terbuka untuk publik secara detail.

Satu kunci keberhasilan Yamaha adalah keputusannya untuk memproduksi NMAX di Indonesia sejak awal.

Yup. Betul banget Om. Pemain skutik bongsor yang lebih dulu sebenarnya Honda PCX, yaitu sejak tahun 2009. Namun PCX masih impor CBU dari Thailand yang kemudian berpindah basis ke Vietnam.

Status CBU tentu membuat banderol Honda PCX jadi sangat mahal. Maka itulah NMAX bisa laris manis lantaran banderol yang lebih terjangkau berkat lokasi produksi di pabrik Yamaha Indonesia.

Jika pun kemudian Honda memproduksi PCX di Indonesia, ia sudah terlanjur tertinggal cukup jauh dari NMAX.

Mtb menganggap NMAX sebagai bakal motor legendaris Yamaha lantaran kisahnya yang dramatis dalam mengubah trend skutik bonsor. Hampir sama dengan Mio karbu yang membuka popularitas skutik dari merk Jepang. (Mtb).

20 pemikiran pada “20 Motor Legendaris Yamaha Indonesia Sejak 1983”

  1. kayaknya motor yang baru belum jadi legenda deh
    bagi ane yang legenda alah rx king, yang auranya tak terlupakan sejak tahun 80-an

    Balas
    • Wkwkwkwk… Iya Om… Lupa dikasih keterangan. Yang baru masih calon legenda, belum jadi legenda.

      Balas
  2. dari deratan motor legendaris,. tetep sang raja yang merajai hingga kini,. harga jualnya udah nggak wajar,.

    Balas
    • Sayang-nya iklan MX King ngga dilanjut pake Komeng.

      Yang versi Komeng itu luar biasa iklan MX 135. Kocak & kena banget… jadi berbekas banget di hati.

      Balas
  3. Yamaha selalu di hati.. btw motor pertamaku adalah Honda tapi motor kedua, ketiga dan keempat adalah Yamaha..!
    Tak terasa sudah 15 tahun lebih pakai Yamaha..!

    Balas
    • Sisanya sy asumsikan sebagai calon legenda.

      Soal nantinya jadi legenda atau ngga, kita lihat nanti beberapa puluh tahun yang akan datang.

      Balas
  4. aku punya crypton 97

    bener” aku rawat
    karna motor hasil krja kerasku
    dan ga akan aku jual sampe kapanpun 😁

    Balas

Tinggalkan komentar