Modif Motor Kayu, Faktor Keamanan Harus Menjadi Prioritas

Motorisblog.com – Modif motor kayu menurut SDCI dan Kepolisian. Om Bro…!! Belakangan ini tengah marak pemberitaan mengenai modifikasi motor berbodi kayu. Hal itu pun mengundang komentar dari Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, melalui detik.com. Menurutnya, modifikasi motor berbahan kayu belum teruji faktor keselamatannya.

Penggunaan bahan kayu sebagai bodi motor dapat mempengaruhi stabilitas motor di jalan raya. Kayu pada umumnya memiliki elemen lentur yang dapat berpengaruh pada stabilitas motor saat menikung, kena getaran dan lain-lain. Berbeda dengan bahan logam dimana pabrikan telah menghitung segala sesuatunya, bahkan sampai hal-hal terkecil demi keamanan, kekuatan untuk keselamatan berkendara.

Modif motor kayu bagus dalam hal hobi dan kreativitas, namun kelayakannya hanya untuk pajangan, untuk kontes atau pun demo. Tidak layak untuk dikendarai di jalanan umum kecuali jika sudah lulus uji dari pemerintah.

modif motor kayu
Suzuki Shogun 2004 Bodi Kayu

Masih menurut Sony, selain berbahaya bagi pengendaranya, modif motor kayu juga berbahaya bagi pengguna jalan lain. Misalnya saja, motor kayu dapat retak, patah, pecah, bahkan hancur di tengah jalan. Sementara di belakangnya ada kendaraan lain yang harus menghindar rem mendadak.

Jika luput, motor kayu dan pengendaranya beresiko tertabrak oleh kendaraan di belakangnya.

modif motor kayu

Jika bicara secara estetika, motor kayu memang indah. Unik dengan ukuran-ukiran dan model khasnya. Tapi ya itu tadi… dalam hal safety belumlah teruji. Bahkan pihak kepolisian pun belum memutuskannya perihal legalitas motor kayu di jalan raya. Hal itu masih diteliti oleh Dishub, karena KIR-nya ada di Kementerian Perhubungan. Demikian menurut Direktur Registasi Identifikasi (Regident) Korlantas Polri, Brigjen Pol Halim Pagarra beberapa waktu lalu. (Mtb – Modif motor kayu).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: