mobil nasional indonesia 2017

Mobil Nasional Indonesia 2017-2018, Esemka Garuda 1 dan Esemka Digdaya

Motorisblog.com – Mobil nasional Indonesia 2017-2018, Esemka Garuda 1 segera rilis. Lama tak terdengar kabarnya, belakangan ini mobil nasional Esemka tengah hangat dibicarakan lagi. Sumbernya adalah dua buah foto dari media sosial Facebook yang salah satunya merupakan indikasi kelahiran Esemka Garuda 1.

Garuda 1 adalah mobil jenis SUV dari Esemka yang tertangkap kamera tengah diangkut menggunakan mobil towing. Terlihat jelasi di bagian belakang mobil terdapat logo Esemka, badge tulisan Esemka dan Garuda 1.

Foto tersebut adalah yang kedua setelah sebelumnya beredar pula foto jenis pick up Esemka yang disinyalir akan diberi nama Esemka Digdaya.

Yang menarik bagi Mtb dalam hal ini adalah sumber informasinya yang berasal dari mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. Beliau mengaku memang mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan produksi dan pengembangan mobnas. Dan menurutnya, fokus terarah pada mobil Esemka yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun 2018 ini.

Belum gamblang seperti spesifikasi mobilnya nanti, tapi yang jelas akan menggunakan mesin dengan kapasitas di atas 1000 cc.

mobil nasional indonesia 2017

Apakah ada kemungkinan produksi Esemka Garuda 1 dan Esemka Digdaya akan melibatkan lagi siswa-siswa SMK?

Pun belum jelas. Namun jika minilik sejarah pada awal perintisannya, Esemka kemungkinan akan kembali mengajak siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pasalnya, kelahiran Esemka memang tidak lepas dari peran para siswa yang telah dilibatkan sejak 10 tahun lalu, yakni tahun 2008.

Hingga saat ini Esemka telah memproduksi sebanyak 38 mobil yang dijual ke berbagai wilayah, seperti Solo, Pati dan Wonogiri. Mobil-mobil tersebut adalah Rajawali, Rajawali 1 dan Rajawali 2.

Sekedar informasi, saat ini pabrik mobil Esemka tengah dibangun di Boyolali.

Menanggapi informasi diatas, banyak timbul pro-kontra tentunya. Beberapa diantaranya adalah tanggapan nyinyir dari pembaca yang pesimis dengan keberadaan mobil nasional, khusnya Esemka. Malah tidak kurang juga yang mengaitkan dengan isu politik Jokowi. Dianggap pencitraan karena sebentar lagi menjelang Pemilu dan Pilpres.

Bagi Mtb pribadi, persetan dengan pencitraan dan isu politik. Yang penting hasilnya memajukan industri otomotif nasional. Tidak hanya menjadi konsumen merk asing dan harus membaar royalti setiap tahun ke bangsa lain.

Kemudian kalau membahas soal mutu produk, jelaslah jangan serta merta diadu dengan merk besar. Intinya, dukung dulu, beli dulu. Jika produknya laku, tanpa diminta pun pabrikan akan menaikkan tingkat mutu.

Kalau tidak mau mendukung dan tidak mau beli ya sudah, diam saja. Jangan banyak baco*. Betul, Om Bro? (Mtb – Mobil nasional Indonesia 2017-2018). Sumber: detikOto

Tinggalkan Komentar