Mobil China vs Korea Selatan, Wuling Mengasapi Hyundai dan KIA

Motorisblog.com – Mobil China vs Korea. Om Bro…!! Ada beragam merek otomotif dari berbagai negara yang beredar di Indonesia, tapi brand Jepang masih paling dominan di pasaran. Wajar… brand image Jepang sudah lebih dari 40 tahun dibangun. Dua kali lipat lebih lama dibanding brand Korea Selatan yang baru sekira 20 tahunan masuk pasar Indonesia, itu pun melalui perjalanan yang berliku.

Bagaimana dengan merk China?

Beberapa produsen China pernah mencoba peruntungan di Indonesia pada beberapa tahun yang lalu. Namun, karena lemahnya mutu produk dan jaminan aftersales, mereka beramai-ramai gulung tikar.

Tapi itu dulu…

Sekarang, brand China perlahan mulai membangun kembali kepercayaan konsumen Indonesia. Salah satunya melalui merk Wuling.

Wuling masuk ke Indonesia dengan nilai investasi yang cukup besar dengan membangun pabrik di Cikarng dan memberikan layanan suku cadang dan pemeliharaan yang cukup baik. Bahkan lebih baik ketimbang dua merek otomotif Korea, yakni KIA dan Hyundai.

Hasilnya…?

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia selama periode Januari – Mei 2018 mancatat Hyundai hanya mampu menduduki posisi 16 dengan penjualan sebanyak 547 unit dan KIA hanya berada di posisi 22 dengan penjualan 122 unit. Selisih jauh dari Wuling yang merupakan pendatang baru asal China tapi posisinya sudah bertengger di urutan 9 dengan 6.981 unit penjualan.

Jika bicara perkara kualitas, sebenarnya mobil-mobil Korea Selatan sudah cukup baik. Beberapa pihak bahkan menyebut mereka dapat disandingkan dengan merek-merek Eropa. Tapi, ya itu tadi… Merk-merk Korea tidak memiliki pabrik di Indonesia sehingga banderolnya menjadi lebih tinggi dibanding merk China.

Korea Selatan sejak 10 tahun terakhir sudah mampu membuat mobil-mobil dengan kualitas setara merek-merek Eropa. Popularitasnya pun telah mampu masuk ke dalam ranking lima besar dunia. Tapi, lain di Indonesia dimana soal harga masih menjadi salah satu bahan pertimbangan utama bagi calon konsumen.

Hal itu terjadi akibat tidak adanya pabrik di Indonesia, sementara untuk mendatangkan mobil secara impor tentu membutuhkan biaya, pajak dan lain-lain yang tidak sedikit sehingga imbasnya langsung terasa pada harga jual yang relatif mahal.

Disisi lain, mobil China saat ini telah mampu memberikan desain yang sesuai dengan selera pasar global, termasuk pasar Indonesia sehingga dia siap bersaing dengan merek-merk Jepang, Korea, bahkan merk Eropa.

Harga mobil bekas merk Korea Selatan

Akibat dari popularitasnya yang menyusut, di Indonesia, harga mobil-mobil bekas dari pabrikan Kia dan Hyundai pun merosot. Contoh saja… jenis mobil keluarga Hyundai Trajet saat ini harganya di pasaran mobkas hanya berkisar Rp50-Rp70 juta (tergantung kondisi). Sementara SUV Tucson, kisaran pasar mobkas berada di angka Rp130 jutaan.

mobil china vs korea
Hyundai Trajet

Untuk yang agak kecil, Grand Avega berkisar Rp80-Rp90 jutaan.

mobil china vs korea
Hyundai Grand Avega

Dan perkiraan harga-harga tersebut adalah harga pedagang mobkas. Tentu akan lebih murah ketika Om Bro membelinya dari pemakai langsung. (Mtb – Mobil China vs Korea).

Tinggalkan Komentar