mobil audi bekas

Mobil Audi Bekas Harganya Terjun Bebas, Kenapa?

Motorisblog.com – Mobil Audi bekas. Om Bro…!! Kita tahu kalau mobil-mobil buatan Eropa cenderung punya image mewah. Dan memang kebanyakan mengusung teknologi tinggi. Tapi sayangnya untuk pasar Indonesia, mobil-mobil mewah tersebut justru punya harga yang mengenaskan ketika hendak dijual kembali. Berbanding terbalik dengan mobil-mobil merk Jepang yang cenderung lebih stabil harga bekasnya.

Salah satu merk mobil dari Eropa, atau lebih tepatnya negara Jerman, Audi, adalah termasuk yang harganya terjun bebas di pasaran mabkas. Kita ambil contoh Audi A3 produksi tahun 2014 yang harga barunya berkisar Rp350 – Rp500 jutaan, kini di pasaran mobil bekas hanya berbanderol Rp140 jutaan saja.

Chief Operating Officer PT Garuda Mataram Motor, Jonas Chendana, menyatakan, penyebab anjloknya harga mobil Audi bekas ialah karena merk tersebut selalu dibandingkan dengan mobil-mobil yang secara teknologi tidaklah serupa. Padahal Audi sepatutnya tidak disamakan seperti itu. Pasalnya, Audi itu kan mobil dengan penggerak empat roda yang pajaknya saja lebih mahal dibanding mobil-mobil penggerak roda dua.

mobil audi bekas

Tapi kalau Mtb sih tidak sependapat. Mtb memang tidak tahu apa-apa dalam hal mobil, tapi Mtb hanya berfikir simple saja sih. Yakni, mobil-mobil merk Jepang kan layanan purna jualnya lebih terjamin, jadi wajar kalau harga bekasnya lebih bertahan. Orang mau beli mobil kan perlu mempertimbangkan juga perkars perawatannya. Betul? Tapi ya sudah… kita kembali ke Audi…

Audi di Indonesia termasuk dalam golongan mobil premium dengan rata-rata harga diatas Rp500 jutaan. Harga tersebut sebenarnya pantas lah untuk teknologi, peforma, dan kenyamanan yang dimilikinya. Bahkan lekukan eksteriornya pun terkesan lebih mewah dibanding mobil-mobil lain. Namun, segala kelebihan dari mobil Audi tersebut justru membuat banyak konsumen di Indonesia yang membelinya hanya untuk pajangan di garasi rumah saja. Karena itulah mobil Audi jarang terlihat di jalanan.

Menurut data Gaikindo (secara Wholesales), rata-rata mobil Audi terjual sebanyak 73 unit/tahun. Cukup banyak untuk ukuran mobil premium. Tapi popularitasnya di jalanan memang kalah dibanding Mercedes-Benz dan BMW. Padahal menurut Presiden Direktur PT Garuda Mataram Motor (GMM), Andrew Nasuri, mobil Audi sangat cocok dan nyaman digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sejatinya, mobil Audi juga cocok untuk digunakan di berbagai medan di Indonesia karena teknologi four wheel drive yang di usungnya.

Om Bro… Karena kelasnya yang premium, konon dari berbagai informasi yang Mtb dapat, pembeli Audi adalah orang-orang yang rata-rata telah berusia 30 tahunan. Wajar, karena di usia itulah rata-rata orang berduit mencari mobil dengan teknologi canggih dan memiliki peforma mumpuni.

Meski harga jual second-nya merosot tajam, Audi berkomitmen bahwa di Indonesia akan tetap fokus pada teknologi berpenggerak empat roda premium.

Soal harga…?

Mobil Audi itu kan langsung di import dari Jerman secara utuh, jadi, harga yang saat ini mendekati Rp700 juta hingga Rp2,4 miliar sebenarnya wajar sih ya…? Secara Audi punya teknologi four-wheel-drive serta fitur-fitur canggih lainnya.

Demi menunjukkan keseriusannya, baru-baru ini Diler Audi di Cawang kembali di buka serta dilengkapi fasilitas layanan 3S dengan kapasitas ruang pamer yang cukup memadai.

Kelengkapan dealer Audi tersebut ditunjukkan dengan layanan purna jual yang lengkap.

Showroom dan bengkel berada di lantai dasar dengan luas area 900 meter persegi yang mampu menampilkan hingga 9 mobil sekaligus. Selain itu juga tersedia ruang layanan cepat untuk perawatan dan perbaikan ringan dengan kapasitas hingga 12 mobil.

Dealer Audi Cawang juga menyediakan layanan Same-Day Service. Yaitu layanan servis sehari selesai jika Om Bro melakukan booking sebelum mobil dibawa ke bengkel.

Showroom Audi MT Haryono, Cawang tersebut pada awalnya adalah Audi Center MT Haryono yang mulai dibuka pada tahun 2003. (Mtb – Mobil Audi bekas).

Tinggalkan Komentar