Servis yamaha mio karbu sporty smile

10 Tips Memilih Montir Bengkel Motor yang Bagus

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Bagi seorang biker, kesehatan motor adalah prioritas dalam berkendara. Dan salah satu langkah untuk menjaga kesehatan motor adalah dengan merawatnya secara baik dan benar. So… kali ini Mtb bakal share tips memilih montir bengkel motor yang baik supaya perawatan motor Om Bro berjalan dengan baik pula.

Advertisement

Om Bro… Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami kekecewaan pada bengkel atau pada montirnya… Mtb juga pernah mengalami hal seperti itu…

Motor Mtb bukan jadi sehat tapi malah rusak setelah dari bengkel.

Kekecewaan seperti ini kadang terjadi bukan hanya di bengkel umum saja… tapi juga bisa terjadi di bengkel resmi. Jadi, walaupun si bengkel resmi dan para mekaniknya telah memiliki sertifikat yang baik, tapi secara individu mereka hanyalah manusia biasa yang belum tentu baik dalam pelayanannya pada para konsumen.

Sertifikat tidak bisa menjamin 100% kompetensi montir… meskipun bisa dijadikan acuan standar… Karena yang paling utama adalah karakter pribadi si montirnya itu sendiri.

Atau dengan kata lain: “Sejago apa pun ilmu mekanis si montir, dia tidak akan bekerja dengan baik jika memiliki kepribadian buruk”.

Nah, untuk mengantisipasi hal buruk itu, Mtb punya beberapa tips jitu untuk memilih montir bengkel motor yang cerdas…

10 Tips Cerdas Memilih Montir Bengkel Motor yang Baik

1. Pilih Bengkel yang Ramai

Ini ilmu umum…

Bukan hanya urusan bengkel saja, tapi juga dalam memilih layanan-layanan lainnya…

Secara logika sederhana, suatu bengkel yang memiliki pelayanan dan mekanik yang buruk pasti bengkel tersebut bakal sepi lantaran banyak konsumen yang dikecewakan. Begitu sebaliknya… jika bengkel dan mekaniknya bagus, maka bengkel tersebut akan ramai oleh pelanggan yang merasa puas.

Ini ilmu marketing sederhana dimana promosi dari mulut ke mulut akan jauh lebih efektif dari pada promosi melalui media apa pun.

Artinya… seorang yang merasa puas dengan pelayanan suatu bengkel, maka secara tidak disengaja dan dengan sukarela dia akan menceritakan kepuasannya tersebut kepada orang lain.

Selanjutnya orang lain yang mendengar cerita kepuasan tersebut akan merasa tertarik untuk mencoba.

Begitu seterusnya hingga ramailah bengkel tersebut…

2. Cari Informasi (Penilaian) dari Orang Lain

Cara kedua dalam memilih montir bengkel yang baik adalah dengan bertanya pada orang lain sesama pemotor.

Tapi harus pemotor yang baik juga dalam perawatan kendaraannya. Jangan sampai Om Bro bertanya pada kawan biker yang justru kondisi motornya terlihat buruk.

Intinya sama seperti pada poin di atas, yaitu efek promosi dari mulut ke mulut…

Om Bro bisa tanyakan hal ini pada orang lain yang sedang antri giliran servis di bengkel yang Om Bro datangi. Tanyakan apakah dia sudah biasa merawat motornya di bengkel itu dan apakah bengkel tersebut baik kinerja-nya.

3. Coba Ajukan Keluhan dan Perhatikan Tanggapan Si Montir

Jika Om Bro sudah mendapatkan bengkel yang ramai dengan rekomendasi baik dari pelanggan lain, selanjutnya Om Bro coba sampaikan keluhan motor Om Bro pada Sang Mekanik.

Perhatikan apa tanggapannya…

Dari pengalaman Mtb, setidaknya ada 2 macam tanggapan dari montir dalam hal menampung keluhan dari pelanggan:

  • Mekanik Diam dan Mendengarkan Keluhan yang Mtb sampaikan

Setelah Mtb selesai bicara, selanjutnya dia akan memberikan perkiraan diagnosa penyakitnya, namun dengan sangkalan bahwa dia harus memeriksa kondisi motor terlebih dahulu sebelum menjatuhkan vonis.

Nah… ketika Om Bro mendapati montir yang seperti itu, maka Om Bro boleh sedikit lega… karena tanggapan yang seperti itu menjadi pertanda bahwa si mekanik adalah orang yang berhati-hati dalam menangani masalah. Dia tidak berani memvonis dengan serampangan sebelum memeriksanya secara menyeluruh… meskipun dia sudah cukup berpengalaman.

  • Mekanik yang Langsung Menjatuhkan Vonis Sebelum Melakukan Pemeriksaan

Nah… Mekanik yang seperti ini harus Om Bro waspadai…

Sekilas karakter montir yang seperti ini tampak seperti sakti mandraguna karena dapat langsung mengetahui masalah… tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Tapi dalam beberapa kasus, montir yang seperti ini kadang hanya “sok tahu”. Faktanya Mtb pernah mendapati montir yang seperti ini dan ternyata diagnosanya salah…

Ketika itu skutik Honda Spacy Mtb powernya ngedrop sampai tidak kuat melalui tanjakan jalan gegara kampas ganda sudah menipis dan rolernya rusak, tapi si mekanik justru malah mengotak-atik per pulley.

Motor Matic Tidak Kuat Nanjak? Lakukan Analisa Mendalam Agar Tak di Bodohi Montir Abal-Abal

Intinya… semahir dan sepengalaman apapun seorang mekanik, dia tetaplah manusia biasa… Dia harus tetap berhati-hati dengan statment dan perilakunya… dan tidak boleh takabur meski dia sudah kenyang dengan asam-garam dunia persilatan otomotif roda dua.

Bisa Om Bro bayangkan jika seorang montir setiap hari makanannya hanya asam dan garam… jelas dia tidak pandai. Yang ada palingan justru mules-mules setiap hari… Wkwkwkwk…

Dan satu hal lagi… Meskipun misale si montir itu seorang yang sakti mandraguna, tetap saja dia tidak setiap hari menunggang motor Om Bro… Jadi dia belum tahu 100% akan apa yang dialami oleh motor Om Bro sebelum melakukan pemeriksaan… sehingga seyogyanya dia harus berhati-hati dengan statement-nya.

Kenapa harus yogya?? Kenapa bukan solo??

Karena ngga enak Om… Masa iya Mtb tulis:

“… sehingga sesolonya…”

Kan ngga pantes di bacanya Om…

4. Coba Konsultasikan Hal-hal Ringan dan Perhatikan Jawabannya

Jika cara di atas belum cukup memuaskan, tanyakanlah hal lain yang masih berhubungan dengan perawatan motor.

Contoh yang paling gampang adalah pertanyaan:

“Berapa bulan sekali sebaiknya kita ganti oli mesin??”

Montir yang kurang baik biasanya akan menjawab:

“Sebulan sekali” atau “Dua bulan sekali” atau “Dua minggu sekali” atau “Lebih sering lebih baik”.

Sementara itu montir yang baik akan menjawab:

“Patokannya bukan bulan, tapi jarak tempuh… Motor Honda anjurannya setiap 4000 km… kalau motor Yamaha setiap 3000 km. Tapi kalo motornya sering kena macet ya sebaiknya jangan nunggu 4000 km atau 3000 km. Atau kalau odometernya rusak ya boleh lah pakai patokan setiap 1-2 bulan sekali”.

Nah… montir yang jawabannya fleksibel dan lengkap seperti itu berarti dia wawasannya luas. Bukan hanya belajar otodidak dengan cara monoton dari satu sumber saja.

Om Bro juga perhatikan… rata-rata berapa lama waktu yang Om Bro habiskan untuk mencapai jarak 2000 km, 3000 km atau 4000 km. Jadi nantinya jika speedometer / odometer motor Om Bro rusak, Om Bro sudah punya patokan waktu penggantian oli mesin yang seperti biasanya.

Jadilah Lebih Cerdas dari Mekanik Bengkel dengan 5 Tips Memilih Oli Mesin Motor 4 Tak

5. Bandingkan Tarif Jasa Service dan Harga Beberapa Part

Utamanya jika Om Bro hendak servis besar (overhaul) di bengkel umum…

Sebelum Om Bro memutuskan untuk service, sebaiknya Om Bro searching dulu di internet… Cari kasus yang sama atau minimal mirip dengan masalah motor Om Bro…

Atau Om Bro juga dapat melihat harga part-part yang harus diganti pada motor Om Bro… di situs-situs toko online. Dengan cara itu Om Bro akan bisa tahu… apakah tarif dan harga spare part di bengkel yang Om Bro tuju itu umum dengan bengkel lain atau tidak.

Advertisement

Jika ternyata harga di bengkel tersebut kemahalan, jelas bengkel itu tidak recomended.

Sebaliknya jika harga di bengkel itu terlampau murah pun Om Bro jangan langsung senang dulu… Karena harga yang terlalu murah, artinya ada indikasi part-part yang digunakannya itu KW alias part tiruan alias bukan original.

Jadi yang terbaik tetap yang “umum” dengan harga rata-rata bengkel lain.

Tapi ini kita bicara bengkel umum ya Om… Lain cerita kalau kita bicara bengkel resmi masing-masing merk. Harganya pasti tidak akan terpaut jauh dengan bengkel resmi lain yang masih satu merk.

Terus kenapa yang Mtb bahas malah bengkel umum??

Karena rata-rata tarif dan harga spare part di bengkel resmi itu lebih mahal dari bengkel umum. Makanya Mtb tidak merekomendasikan bengkel resmi untuk urusan servis besar alias overhaul.

Namun jika Om Bro saking takut salah pilih bengkel… ya lebih baik masuk saja ke bengkel resmi.

Tapi di bengkel resmi pun Om Bro tetap harus tetap memilih yang montirnya bagus. Caranya ialah dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut di atas tadi…

6. Perhatikan Sikap Montir Saat Bekerja

Perhatikan raut muka dan perilaku mekanik saat melakukan pekerjaannya. Jika raut mukanya muram dan kerjanya seperti bermalas-malasan (seperti terpaksa) mungkin dia tidak ikhlas dalam menjalankan pekerjaannya.

Ketidak ikhlasan si montir bisa terjadi karena ketidak puasan dia pada boss (pemilik bengkel), misalnya karena gaji yang tidak sesuai dan sebagainya…

Tapi meskipun si montir tidak ada masalah dengan Om Bro, jika dia punya masalah di wilayah internal bengkel maka hal itu dapat berpengaruh pada kinerjanya.

Jadi pastikan Om Bro melihat keikhlasan di wajah Sang Mekanik.

7. Perhatikan Cara kerjanya dengan Seksama

Dulu waktu Mtb masih tinggal di Tigaraksa Tangerang, Mtb punya bengkel langganan yang menurut Mtb bagus. Nama bengkelnya ‘Mulyana Jaya’.

Jika di lihat sekilas, Bengkel tersebut seperti tidak bagus. Kecil dan tidak menyediakan spare part lengkap.

Tapi menurut pandangan Mtb, Aa Yana (mekanik sekaligus pemilik bengkel tersebut) adalah seorang mekanik handal… Bahkan dia pandai dalam urusan korek-mengorek mesin motor.

Penilaian Mtb pada Aa Yana cukup sederhana… yaitu pada 3 poin berikut ini:

  • Aa Yana selalu menggunakan kedua tangannya untuk membuka dua mur / baut sekaligus. Tidak seperti umumnya montir yang hanya menggunakan satu tangan untuk membuka satu mur / baut… sementara satu tangan yang lain menganggur.

Artinya apa??

Artinya Aa Yana bekerja dengan cekatan.

  • Aa Yana dengan mudah mengeluarkan baut yang patah di blok mesin Yamaha Vega R Mtb… hanya dengan menggunakan sebatang mata bor kecil untuk menghancurkan mur yang patah… kemudian membuat drat baut yang baru.

Sebetulnya cara itu bukanlah pekerjaan yang luar biasa bagi seorang mekanik. Tapi yang luar biasa dari Aa Yana adalah kecepatan dan ketepatan dalam pekerjaannya…

  • Aa Yana dengan mudah membuka baut chooke Yamaha Vega R Mtb yang rusak parah… Padahal sebelumnya 2 bengkel (termasuk satu bengkel resmi Yamaha) sudah kehabisan akal dan tidak sanggup mencopor baut chooke (cuk) tersebut.

Akalnya Aa Yana itu ada saja untuk hal-hal yang menurut bengkel lain dianggap sulit. Bahkan kadang cara-cara yang digunakan oleh Aa Yana itu hanya cara-cara sederhana, menggunakan peralatan yang sederhana pula, namun hasilnya efektif.

Dan lagi… mencopot baut cuk itu sebenarnya bukanlah pekerjaan yang luar biasa… tapi kecerdikan dan ketangkasan Aa Yana menjadi nilai plus yang sulit didapati di bengkel lain.

Kalau di Cisaga Ciamis, bengkel langganan Mtb adalah Bagja Motor. Alasannya karena kedua montir disana tampaknya suka membaca… sehingga wawasannya luas dan enak untuk konsultasi.

yamaha mio m3 dalam perbaikan

8. Pastikan Part yang Harus Diganti Memang Perlu Diganti

Biasanya saat servis berkala alias servis rutin di bengkel resmi, montirnya sering menganjurkan untuk mengganti beberapa part yang sudah mendekati waktu penggantian.

Tapi dalam beberapa kasus, montir bengkel resmi suka menganjurkan untuk mengganti part yang sebenarnya belum “harus” diganti.

Iya memang dengan mengganti part tersebut nantinya kondisi motor jadi lebih prima… tapi jika terus-terusan seperti itu sih Mtb anggap mubadzir Om… Kita mengganti part yang belum seharusnya diganti… ya judulnya pemborosan.

Iya sih memang itu hanya anjuran… Kita bisa menolaknya… Tapi jika setiap kali servis rutin alias servis berkala kita harus selalu menolak anjuran mekanik juga ya lama-lama kita jadi risih kan Om…

Cara Merawat Motor: 24 Bukti Honda Injeksi Tidak Perlu Service Berkala (Rutin)

Karena itulah sudah sejak beberapa tahun terakhir ini Mtb lebih memilih bengkel umum ketimbang bengkel resmi.

Tapi di bengkel umum pun Mtb pernah punya pengalaman buruk… Kasusnya berbanding terbalik dengan kisah di bengkel resmi…

Saat itu ada part pada motor Mtb yang Mtb yakin harus diganti… tapi si montir tidak menggantinya dan malah hanya mengakal-akalinya saja.

Hasilnya??

Ya penyakit motor tidak sembuh dan baru sembuh setelah part yang bersangkutan diganti.

Jadi kesimpulannya sih… kita juga harus banyak belajar dan memahami motor kita sendiri… supaya kita bisa tahu benar dan tidaknya saat harus ada penggantian komponen.

9. Mekanik yang Baik, Jarang Menyuruh Ganti Part yang Kasat Mata

Dari pengamatan Mtb, hanya montir-montir iseng saja yang nyuruh ganti part yang terlihat secara kasat mata… seperti ganti ban misalnya…

Lah iya Om… Ban itu kan komponen yang jelas banget… Jadi kalo misale profil ban sudah menipis tapi Si Empunya motor belum menggantinya, maka kemungkinan penyebabnya adalah karena si pemilik belum memiliki cukup uang.

Seorang mekanik yang baik mah selow aja melihat kondisi ban… Pemilik motor juga tahu kapan waktunya ganti ban tanpa harus disuruh oleh seorang mekanik.

Mekanik yang baik hanya akan menyarankan penggantian part yang umumnya tidak diketahui oleh orang awam… misale saja part-part mesin.

Dan itu pun dia akan suruh ganti jika part yang dimaksud itu memang benar-benar sudah harus diganti.

10. Pilih Bengkel yang Dekat dari Rumah

Pamungkasnya… selain hanya memilih montir bengkel-nya, si bengkel itu sendiri juga sebisa mungkin yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Om Bro. Maksudnya ialah supaya Om Bro lebih mudah melayangkan complain jika ada hasil yang kurang memuaskan setelah motor di servis. (Mtb – Tips Memilih Montir Bengkel Motor).

Advertisement

4 tanggapan pada “10 Tips Memilih Montir Bengkel Motor yang Bagus”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *