Memilih Helm yang Baik dengan Memperhatikan 5 Hal Ini

Motorisblog.com – Memilih helm yang baik. Om Bro…!! Helm adalah salah satu perangkat wajib bagi pengendara dan penumpang sepeda motor. Fungsinya jelas, untuk melindungi kepala jika terjadi kecelakaan/benturan. Namun masih banyak orang yang tidak menyadarinya dan menganggap helm hanyalah perangkat untuk melindungi diri dari tilang polisi. Karena itulah banyak pula orang yang merasa tidak wajib menggunakan helm ketika tidak ada polisi, terutama pada perjalanan jarak dekat.

Ini bukan omong kosong lho, Om Bro… sejak dulu sampai sekarang, masih banyak orang yang beranggapan demikian. Contoh kecil saja, dalam aktifitas Mtb sebagai driver ojek online, terkadang ada saja penunpang yang menolak untuk mengenakan helm dengan berbagai alasan. Dan yang jelas, alasannya bukan karena helmnya bau karena helm Mtb selaku wangi. Khususnya helm untuk penumpang. Wkwkwk…!!

Ngga selalu wangi sih… tapi ngga pernah bau juga.

Para penumpang Mtb yang menolak mengenakan helm, umumnya melemparkan alasan klasik, misalnya,

memilih helm yang baik

“Ngga usah deh, a… deket ko…”,

Ada juga yang beralasan,

“Ngga usah, a… saya kalo pake helm suka pusing…”,

Dan yang lebih menyedihkan, ya, yang seperti di atas tadi,

“Emangnya ada polisi, a…?”,

Laahh…

Tapi karena alasan yang ketiga itu, Mtb sering memanfaatkannya untuk “memaksa” konsumen supaya mau mengenakan helm. Mtb selalu katakan,

“Pake helm ya, Bu? Soalnya polisinya galak-galak”,

Yaahh… terpaksa. Biarlah saja mereka tetap mempunyai mindset bahwa helm digunakan untuk menghindari tilang polisi. Yang penting mereka mau mengenakan helm. Mtb ngga mau pusing-pusing kasih pengertian ke konsumen dengan panjang lebar… Cukup dengan kata “polisi” dan mereka “manut”.

Memilih helm yang baik

Om Bro… Setelah di atas Mtb bercerita dongeng sebelum tidur, mudah-mudahan Om Bro tidak langsung terlelap. Wkwkwk…!!

Hokeh, kali ini Mtb akan sedikit share tips-tips sederhana dalam memilih helm yang baik,

Pilih helm dengan ukuran yang pas

Memilih helm selayaknya pilih yang pas jenisnya. Soale akan tampak lucu kalau Om Bro menunggang motor skutik di dalam kota tapi helmnya helm motor cross. Betul?

Tapi itu cuma style… Yang terpenting justru ukurannya yang harus tepat. Jangan terlalu ketat dan jangan terlalu longgar.

Instruktur Rifat Drive Labs dan penggiat kampanye helm dari RSV, Andry Berlianto, mengatakan kepada detikOto, jika helm terlalu sempit, nantinya akan menimbulkan tekanan berlebih di kepala yang akhirnya menyebabkan pusing/sakit kepala. Dan jika sudah seperti itu, maka Om Bro jadi tidak fokus saat berkendara yang tentunya akan meningkatkan resiko kecelakaan.

Sementara itu, jika helm terlalu longgar, maka kepala akan terguncang dan menimbulkan benturan perlahan pada dinding busa helm.

Meskipun guncangan/benturannya tidak keras, tapi tetap akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dan kalau sudah seperti itu, hasil akhirnya akan sama seperti helm yang terlalu sempit, yakni merusak konsentrasi berkendara sehingga dapat menimbulkan resiko kecelakaan.

Bahkan kemungkinan terburuknya, benturan/goncangan akibat helm terlalu longgar, dalam jangka panjang dapat merusak struktur dalam kepala dan menimbulkan cedera dalam.

Meskipun resiko cedera dalam kepala akibat helm longgar jarang terjadi/tidak ada pemberitaannya, tapi tidak ada salahnya jika kita melakukan tindakan pencegahan dengan cara membeli helm dengan ukuran yang pas.

Salah satu contoh ukurannya adalah, untuk lingkar kepala 59-60 cm, rekomendasi helm yang pas adalah ukuran L (ukuran umum). Sementara cara mengukur lingkar kepala itu sendiri dapat dilakukan menggunakan meteran, yakni dengan melingkarkan meteran di atas alis ke bagian belakang dan kembali ke depan di sisi satunya.

Gunakan meteran yang lentur (meteran tukang jahit). Jangan gunakan meteran proyek yang terbuat dari bahan logam/kayu karena model itu tidak bisa dilingkarkan.

Wwkwkwkwk…!! Gile lu Ndro…!

So… Saat hendak membeli helm, disarankan untuk mencoba langsung. Rasakan selama 4-5 menit. Jika terasa sakit, maka itu berarti helm tidak cocok. Juga pastikan bahwa busa helm terasa nyaman di kulit/di kepala.

Pilih helm yang berstandar nasional/internasional

Memilih helm yang baik harus sesuai dengan standar keselamatan yang sah. Di Indonesia, standar helm ditandai dengan sertifikasi SNI. Akan lebih baik jika sudah SNI plus DOT/ECE Approved (jika ada).

Pilih helm yang berwarna terang

Warna helm yang terang akan membantu visibilitas (keterlihatan) kita saat berkendara. Pengendara lain jadi dapat melihat dan menyadari keberadaan kita dengan lebih jelas.

Pilih helm dengan pengikat dagu yang baik dan nyaman

Pastikan pengikat dagu dapat di “klik” dengan baik dan mudah. Ukur kerenggangan tali dagu sekita dua jari. Jangan longgar karena berpotensi melukai dagu jika terjadi kecelakaan. Juga jangan terlalu ketat karena akan menyulitkan Om Bro ketika hendak meng-“klik” tali helm.

Jangan beli helm dengan harga yang terlalu murah

Dulu, jaman masih merantau, Mtb sering melihat penjual helm di pinggir jalanan Jakarta – Tangerang. (Kemungkinan sampai saat ini pun tetap ada, mungkin banyak). Saat itu harganya murah-murah sekali. Ada yang Rp65.000, Rp70.000, bahkan ada yang hanya Rp45.000.

Uwow kan? Kira-kira kualitasnya seperti apa ya, Om Bro?

Ingat, Om Bro…! Kepentingan helm ialah untuk melindungi kepala, bukan sekedar untuk melindungi diri dari tilang polisi. Maka belilah helm yang layak untuk perlindungan.

Helm yang terlalu murah tentunya tidak sesuai dengan standar keamanan. Jika pun di helm tersebut ada logo SNI… entahlah… Kita tidak bisa jamin bahwa logo tersebut sah. (Mtb – Memilih helm yang baik).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: