penjualan motor april 2018

Matic vs Manual, Bahkan Pabrikan Pun Meninggalkan Bebek dan Naked 150

Motorisblog.com – Matic vs manual. Om Bro…!! Tanpa harus kita perhatikan, sudah jelas terlihat bahwa (setidaknya) dalam 3 tahun terakhir ini, ketimpangan antara segmen skutik dengan naked sport 150cc semakin jauh. Sejauh ketimpangan skutik dengan segmen bebek…

Bebek dibiarkan dengan teknologi dan baju apa adanya, sementara skutik terus berevolusi hingga akhirnya mencapai teknologi starter generator. Teknologi dimana starter motor senyap, tanpa suara apa pun.

Pada brand Honda, teknologi ini di namakan ACG (alternating current generator (maaf kalau salah ejaannya)).

Tidak hanya sampai di ACG, pabrikan sayap bahkan sudah merilis teknologi Hybrid secara resmi pada unit PCX, meski harganya masih uwow mahal…

(Itu biasa… nanti kalau teknologi sudah umum diterapkan pada motor, harganya tidak akan uwow lagi).

Sementara motor bebek…???

Tidak ada pengembangan selain hanya membandingkan antara lampu LED dengan bohlam biasa.

Pembiaran pabrikan pada kelas bebek ruapanya menular secara kronis pada kelas naked bike 150cc. Pengembangam mulai melambat, bahkan terkesan berhenti. Tidak lagi secepat pada era duel Vixion vs CB150R pada beberapa tahun lalu. Lihat saja Honda CB150R Streetfire yang generasi ketiganya hanya merupakan permainan kecil disektor bodi plastik dan sekedar ganti pijakan kaki. Juga CB150 Verza yang (meskipun) perubahannya lumayan, tapi masih tetap identik dengan versi lama.

(Yeee… itu motor pahe… jangan harap banyak pengembangan…)

Tidak hanya si sayap, pabrikan S juga hanya mampu memberikan Suzuki GSX150 Bandit yang dibangun menggunakan part-part GSX-S150…

(Secara GSX-S150 semakin amblas penjualannya).

Satu lagi pabrikan garpu… Yamaha Vixion yang judulnya naked sport, pada kenyataannya justru kalah sporty dibanding skutik maxi Aerox 155 VVA.

Itu baru dari sisi produk perproduk… belum lagi dari sisi komparasi…

Dalam 3 tahun terakhir, pengembangan berbagai jenis skutik terbaru berhasil menciptakan pertarungan sengit dari (setidaknya) dua brand besar, Honda vs Yamaha. Sebut saja Yamaha Nmax vs Honda PCX lokal… kemudian juga Aerox 155 yang meskipun tidak ada lawan sepadan dari Honda, tapi secara value for money berada di atas rata-rata.

Pengembangan lain yang juga jauh meninggalkan segmen naked sport 150cc dan jenis bebek adalah desain imut Honda Scoopy velg 12 inch. Juga perubahan besar pada Vario 150 dan 125cc yang dilakukan AHM pada bulan April 2018 lalu.

Mtb sebut perubahan besar karena Vario (khususnya 150cc) bukanlah sekedar “ganti baju”. Iya… meskipun basis mesinnya sama, tapi ada setting tertentu yang secara vital mampu menaikkan perolehan power dan torsi.

Beat saja yang tidak pernah ada perubahan besar, tapi secara pilihan varian dibuat sebegitu banyak. Dari mulai varian sporty (standar), Beat Street dan Beat Pop. Belum lagi pilihan kelengkapan fiturnya… ada yang CBS dan/atau CBS-ISS.

Lagi… meskipun basis mesinnya sama, setidaknya “baju” yang berbeda-beda tersebut mampu memberikan banyak pilihan bagi konsumen.

Kemudian dari pabrikan garpu tala…

Meskipun dikelas entry level, Yamaha jauh tertinggal dari Honda, tapi coba Om Bro lirik segmen skutik maxinya. Hingga saat ini, segmen skutik maxi masih mutlak dikuasai Yamaha, secara jumlah penjualan.

Lihat Lexi…

…kalau kita fikir sekilas, ngapain Yamaha bikin motor berbodi bongsor, sementara kapasitas mesinnya hanya 125cc?

Tapi nyatanya ya memang laku… Paling tidak, itu jadi salah satu bukti bahwa motor jenis skutik lebih di anak-emaskan dibanding tipe lain.

Lihat juga keberanian Yamaha dalam membuka pasar Skutik Maxi 250cc di Indonesia dengan Xmax-nya. Malahan langsung di lokalkan… Nggak harus test pasar dulu dengan produk CBU seperti yang dilakuan pabrikan sebelah.

Terus, Hondanya sendiri bagaimana?

Dia menanggapi dengan sangat antusias, meskipun masih dalam tahap penjajakan menggunakan Forza 250 CBU. Memang… secara harga, jelas Forza lebih mahal dari Xmax, karena CBU. Tapi ya itu tadi… ini bukti bahwa kompetisi di segmen skutik benar-benar ditingkatkan. Bahkan kabar terbarunya, Suzuki pun tengah menyiapkan produk tandingan untuk melawan Xmax dan Forza. Disamping juga rilis Addres sebagai skutik uang super nyaman dan update terbaru Suzuki Nex II.

Kalau bicara kelas sport fairing 150cc, memang masih ada Suzuki GSX-R150 yang powerfull dan All New R15 berani naik level menjadi lebih tinggi dibanding kompetitornya. Tapi ini dikelas naked sportnya lho ya…

So… kenapa matic vs manual, matic yang dimenangkan oleh pabrikan? Khususnya naked sport dan bebek?

Soal angka penjualan, naked sport punya angka yang lebih tinggi ketimbang sport fairing.

Tapi kenapa justru naked sport lebih diabikan ketimbang sport fairing? Apakah karena keuntungan dari penjualannya lebih kecil?

Entahlah…

…yang jelas, kita kembalikan saja pada prinsip ekonomi.

Jangan lupa bahwa semua pabrikan yang ada di Indonesia itu sedang berbisnis. Dan selayaknya bisnis… produk apa yang memberikan keuntungan besar, tentu produk itu yang akan diutamakan. So… karena sekarang memang segmen skutik yang paling banyak diminati konsumen, maka sangatlah wajar jika pabrikan lebih mengutamakan motor skutik. (Mtb – Matic vs manual).

Tinggalkan Komentar