Masalah Honda PCX 150: Adakah Kaitannya dengan “Kualitas Murah??”

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro sekalian yang mengalami masalah Honda PCX 150, Mtb harap jangan salah faham dengan judul di atas. Karena ada penjelasan dari judul tersebut yang berdasar pada pengalaman Mtb pribadi pada produk sayap mengepak di kelas “murah”.

Advertisement

Maksudnya begini Om… Dari hasil ciduk informasi sana-sini, Mtb menyimpulkan bahwa masalah Honda PCX lokal yang paling dikeluhkan ialah perkara “gredek…” pada mesin di putaran rendah. Nah… Yang Mtb herankan adalah, masalah seperti itu pun Mtb alami pada unit Honda Spacy FI lansiran 2013 milik Mtb sendiri, sejak baru dikirim dari dealer.

Pertanyaan yang sangat mengherankan bagi Mtb adalah, kenapa PCX 150 yang “kelasnya premium” ko punya masalah yang sama dengan “motor murah??”.

Asli Om… Seharusnya AHM patut malu dengan banyaknya keluhan tersebut. Lah motor premium ko bawa penyakit motor murah?? Lah iya Om… Spacy kan skutik paling murah di lini produk AHM kala itu. Bahkan lebih murah dari Beat, meskipun selisihnya hanya seuprit.

Iya Om… Mari, Mtb akan ceritakan sekelumit masalah Mtb dengan Spacy, kemudian nanti kita bahas lagi PCX 150.

Honda Spacy FI mendarat di halaman kontrakan Mtb di Tigaraksa, Tangerang, pada akhir November 2013 (Mtb lupa tanggalnya). Sejak saat masih baru itu, Mtb telah merasakan “gredeg…” beraturan di area CVT. Paling terasa pada kecepatan 40-60 km/jam.

Mtb sudah dua kali komplainkan ke AHASS yang menyatu dengan dealer tempat Mtb membeli unit Spacy tersebut. Tapi nihil… Tidak ada hasilnya sama sekali.

Lucunya Om… Saat Mtb layangkan komplain, itu mekanik melulu cuma membersihkan area dalam CVT Box menggunakan angin kompresor. Lah sumpah dalam hati sebenarnya Mtb sudah jengkel pisan terhadap polah mereka. Bahkan kalo mau menggunakan bahasa yang lebih kasar, Mtb sampe jij** dengan kebod**an mekanik tersebut.

Kenapa Mtb katakan “bod**”?

Karena secara logika pun sudah tidak masuk akal Om… Mana mungkin getaran (gredek) seperti itu bisa timbul hanya semata-mata gegara kotoran?? Jika pun iya karena kotoran, berarti setiap terasa gredek, dalaman CVT box harus selalu di bersihkan?? Trus harus berapa kali dalam sebulan kita bongkar pasang CVT box hanya untuk sekedar meniupkan angin kompresor??

Dan nyatanya setelah di bersihkan pun gejala itu tidak hilang. Artinya kan jelas bahwa masalahnya bukan karena kotoran… Tapi lucunya, itu mekanik tetap menyerahkan unit Spacy pada Mtb, seolah-olah masalahnya telah teratasi.

Mtb keluhkan masalah tersebut sampai dua kali, tapi bod**nya tetap tidak ada penyelesaian. Dan dua kali komplain itu, tetap mereka hanya membersihkan area CVT box. Itu saja yang mereka lakukan.

Lantas… Kenapa Mtb tidak tindak lanjuti protesnya sampai berhasil klaim…??

Mtb tidak punya banyak waktu Om… Dan Mtb juga tidak punya stock kesabaran yang tinggi. Mtb gampang emosian… Jadi malas… Dua kali komplain ngga selesai, berarti memang mereka sudah sangat tidak profesional. Akhirnya Mtb hanya berusaha berlapang dada. Mtb mencoba menghibur diri dengan menanamkan fikiran dalam hati:

“Aahh… Namanya juga motor murah… Wajar lah kalau pelayanannya pun murahan…”.

Ya sudah… Mtb abaikan saja masalah tersebut pada si gendut nan lemot, Honda Spacy. Mtb tetap mencintainya sampai sekarang. Mtb terima segala kelebihan dan kekurangannya, dengan ikhlas dan sepenuh hati. Hingga setelah beberapa tahun berlalu, gejala getar itu lambat laun berkurang dengan sendirinya.

Advertisement

Tapi apa akibatnya??

Sekarang Mtb sudah tidak percaya lagi pada kredibilitas AHASS. Mtb lebih suka merawat motor Mtb di bengkel umum, dimana mekaniknya lebih kooperatif dan mau mendengar keinginan konsumen. Padahal sebelum ini, selama memiliki Honda Legenda 2 dan Honda Fit X (2008 hingga 2011), Mtb selalu mempercayakan perawatan motor Mtb di AHASS.

Dan sialnya, ketika Mtb coba searching di internet, ternyata bukan hanya Mtb yang mengalami “gredek” pada unit Spacy.

Kemudian selain masalah gredek, Mtb juga pernah sangat di kecewakan oleh salah seorang mekanik AHASS saat hendak memperbaiki speedometer Spacy Mtb yang mati.

Hokeh… Sekarang kita kembali masalah pada Honda PCX 150…

Seperti yang Om Bro sekalian tahu… bahwa belakangan ini tengah ramai pemberitaan perkara petisi permohonan recall dari konsumen Honda PCX 150 kepada AHM di laman change.org . Dan menurut pantauan Mtb, hingga tanggal 30 April 2019 jam 19:57 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani oleh 2.993 orang.

Petisi itu dibuka oleh seseorang yang bernama Andreas Priyanto. Petisi itu sendiri muncul akibat dari munculnya masalah “gredek” pada mayoritas unit PCX 150 saat mesin berada pada putaran rendah.

Selain masalah “gredek”, beberapa keluhan mereka adalah tarikan gas yang berat dan kasar pada rpm rendah, serta mesin yang mati mendadak. Masih ada lagi beberapa kasus yang dialami oleh satu-dua pengguna, misale knop keyless yang tidak bisa diputar ke posisi on, juga tarikan gas yang kurang responsif di putaran bawah.

Terus kalau kita ingat lagi ke belakang, PCX 150 pun pernah dilanda masalah shock belakang bengkok yang entah bagaimana akhir kisahnya.

Selanjutnya pertanyaan yang muncul dalam benak Mtb adalah, “Kenapa petisi tersebut sampai muncul??”.

Secara sederhana dapat disimpulkan, bahwa, munculnya petisi recall itu ialah akibat respon yang lambat. Dan memang seperti itulah komentar para penanda tangan petisi… Bahwa mereka tidak mendapat respons positif ketika mengajukan klaim garansi ke AHASS. Bahkan meski pun kilometer (jarak tempuh) motor masih rendah.

Faktanya, salah satu dari penanda tangan petisi (Robert Eko) mengatakan bahwa klaim garansi part CVT yang ia ajukan belum juga selesai setelah 7 bulan lamanya.

Kisah lain disampaikan oleh Haris Affandy di kolom komentar. Menurutnya, ketika ia sampaikan komplain ke contact center AHM, responnya cepat. Langsung dibuatkan janji dengan kepala bengkel AHASS esok harinya. Namun setelah penanganan dengan mengganti karet kopling ganda, gredeknya hanya hilang selama 1-2 hari saja… setelah itu timbul lagi. Karena itulah para penanda tangan petisi berharap AHM melakukan recall pada PCX untuk diperbaiki dengan komponen yang baru dan sesuai dengan standar pabrikan.

Pihak AHM sendiri mengklaim bahwa mereka telah menjalin komunikasi dengan konsumen terkait masalah-masalah tersebut. (General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbudin – DetikOto, 25/4/2019).

Tapi sepertinya semua masalah itu belum terselesaikan. Nyatanya hingga saat Mtb menyusun artikel ini, petisi recall PCX 150 masih terus berlanjut. (Mtb – Masalah Honda PCX 2018 – Masalah Honda PCX 2019).

Advertisement

3 komentar untuk “Masalah Honda PCX 150: Adakah Kaitannya dengan “Kualitas Murah??””

    1. Aduh… Rada bingung ini kasih sarannya. Takut salah ketik.

      Monggo buat Om Bro pembaca yang lain, barangkali ada masukan…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *