mobil nasional maleo

Maleo, Mobil Nasional Indonesia yang Layu Sebelum Berkembang

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Entah sudah berapa kali isu mobil nasional Indonesia berdengung… Tapi hingga saat ini belum pernah ada “mobnas” yang sukses yang benar-benar merk asli Indonesia. Jika pun ada kendaraan bermotor yang kandungan lokalnya sampai 100%,, pun merknya kepunyaan negara lain… Bukan merk asli Indonesia.

Advertisement

Wacana proyek mobil nasional Indonesia bukan baru muncul di jaman now ini saja, tapi sudah sejak jaman old… Sejak era 1970-an saat munculnya Toyota Kijang, kemudian berlanjut dan sempat berhasil terealisasi berkat mobil Timor di akhir era orde baru,, yakni pertengahan dekade 1990-an.

Yup… Timor sempat memasuki tahap produksi massal dan sempat “mencicipi” pasar di dunia persilatan roda empat tanah air, meskipun akhirnya dia harus berhenti produksi, seiring dengan berakhirnya masa kejayaan orde baru.

Selain Timor, ada salah satu rencana proyek mobil nasional Indonesia yang juga di gagas di era tersebut. Dia adalah Maleo… Konsep mobil nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie,, saat dirinya masih menjabat sebagai Menristek di era orde baru… Yaitu pada Kabinet Pembangunan VII (1993 – 1998).

mobil nasional maleo

BJ Habibie dilahirkan di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 silam…

Ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie pernah beberapa kali menelurkan ide-ide di bidang teknologi dan otomotif,, termasuk salah satunya ialah menggagas mobil nasional Maleo.

Nama ‘Maleo’ diambil dari nama burung endemik asal Sulawesi… Sedangkan mobil Maleo dirintis oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada tahun 1993 dan serius dikembangkan pada tahun 1996.

Maleo mengambil model sedan dan dirancang untuk punya banderol terjangkau bagi masyarakat Indonesia, yaitu berkisar Rp25-30 jutaan. Kira-kira hampir seperti program Volkswagen (VW) yang dalam bahasa Jerman berarti “mobil rakyat”.

Advertisement

Ketika itu, rencananya Maleo akan mengadopsi teknologi dari pabrikan Inggris, Rover. Sementara tingkat kandungan komponen lokalnya direncanakan berada di kisaran 60% – 70%.

Dalam hal dimensi fisik, Maleo punya panjang 352 cm dan tinggi 138 cm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 227 cm.

sketsa mobil nasional maleo

Mesinnya 3-silinder 1200cc dari rancang bangun antara 1100cc hingga 1300cc.

Finalnya, prototipe Maleo direncanakan bakal dirilis pada tahun 1997… Namun disayangkan, rencana Maleo sebagai mobil nasional tidak pernah mencapai tahap produksi. Pendanaan Maleo berhenti dan beralih menjadi proyek mobnas yang lain, yakni mobil Timor…

Sebelum itu, proyek mobnas di Indonesia memang telah melahirkan sengketa yang cukup pelik. Iya Om… Di tahun 1996, gegara proyek mobnas, Indonesia dituduh telah melakukan pelanggaran terhadap beberapa poin aturan perdagangan dunia, yakni asas perdagangan bebas yang ada dalam General Agreements on Tariff and Trade (GATT).

Tidak hanya sampai disitu… Di tahun 1998, Indonesia dihantam krisis moneter yang sekaligus menjadi pertanda lengsernya era orde baru. Maka berakhirlah harapan Maleo… Bahkan mobnas Timor yang telah berjalan pun akhirnya ikut tumbang…

Selain karena krisis ekonomi dan moneter serta lengsernya orde baru, pada 22 April 1998 Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body) WTO telah memutuskan bahwa program mobnas melanggar asas perdagangan bebas. Maka sejak saat itu proyek mobnas pun ditutup dan tidak ada lagi istilah mobnas. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *