lexi yamaha 125

Lexi Yamaha 125, Beberapa Alasan Kenapa Mesin yang Kecil Bisa Masuk Kelas Maxi…

Motorisblog.com – Lexi Yamaha 125. Om Bro…!! Dalam hati Mtb bertanya-tanya, “Kenapa Lexi yang hanya berkubikasi 125 cc kok bisa masuk kelas Maxi? Bukankah “maxi” itu singkatan dari “maximum” atau pun “maximal?” Artinya seharusnya besar dong…? Baik itu besar bodinya atau pun besar mesinnya…? Bukan motor berkapasitas 125 cc.

Tapi rupanya tidak seperti itu juga. Yamaha punya alasan tersendiri, mengapa Lexi yang bermesin 125 cc itu bisa masuk ke dalam golongan Maxi.

Di ciduk dari detikOto yang bersumber dari Deputy GM Marketing Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Eddy Ang… menurutnya ada 2 tipe konsumen motor. Pertama ialah konsumen yang baru pertama membeli motor. Mereka cenderung akan membeli motor dengan harga terjangkau. Kemudian yang kedua adalah konsumen lama yang ingin naik level. Maka dari itulah Yamaha memberikan banyak pilihan jenis skutik Maxi.

lexi yamaha 125

Nah, perkara pengelompokan Lexi Yamaha 125 ke dalam golongan maxi, Yamaha punya setidaknya 3 alasan,

Yang pertama adalah karena Lexi menggunakan teknologi VVA dan Blue Core sehingga performanya pun seperti maxi yang lain, yakni NMax dan Aerox.

Kemudian yang kedua adalah karena desainnya yang lebih elegan seperti NMax. Tidak menganut desain entry level seperti Mio series dan Soul GT.

Dan yang ketiga adalah maximum balance body size. Yaitu bodi yang seimbang sehingga lebih nyaman dikendarai. Karena itulah model-model lain semisal Mio dan Soul GT tidak termasuk golongam Maxi karena mereka tidak masuk dalam 3 kriteria tersebut.

Menyinggung perkara pasar, Yamaha Lexi sejatinya diperuntukkan bagi pasar Indonesia. Namun begitu, tidak tertutup kemungkinan Yamaha akan mengekspor juga Lexi luar negeri. Hal itu di mungkinkan karena secara desain, Lexi Yamaha 125 masuk ke dalam kelas desain skuter matik Eropa. Tapi hal itu pun belum pasti akan di ekspor kemana. Pasalnya, perkara ekspor itu tergantung apakah nantinya ada order dari negara lain?

Pasar ekspor itu tergantung permintaan dari pasar, bukan atas kehendak pabrikan mau ekspor kemana.

Sekilas tentang Lexi Yamaha 125, motor ini telah dilengkapi dengan lampu depan LED, digital spidometer, lampu hazard, takometer dan electric power socket. Desain joknya yang lebih panjang, bagasinya pun lebih luas dibanding motor-motor skutik entry level Yamaha.

Fitur tambahan juga terdapat pada varian Lexi S dimana dia dilengkapi dengan keyless, yakni sistem kontak tanpa anak kunci. Selain itu, Lexi S juga menggunakan suspensi model sub-tank alias jenis tabung.

Lexi Yamaha 125 menggendong mesin 4 tak SOHC satu silinder, Blue Core 125cc LC4V dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA). Di lengkapi juga dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara starter lebih halus.

Yamaha mengklaim bahwa akselerasi Lexi dalam kondisi tertentu bahkan dapat menyamai mesin 155cc. Power maksimumnya mencapai 11,7 DK/8.000 rpm dengan torsi maksimum 11,3 Nm/7.000 rpm. (Mtb – Lexi Yamaha 125).

2 Thoughts to “Lexi Yamaha 125, Beberapa Alasan Kenapa Mesin yang Kecil Bisa Masuk Kelas Maxi…”

  1. Adid

    Setuju, ekspor itu atas permintaan prinsipal di negara pengimpor karena kebutuhan negara konsumennya.
    Tapi lama nih Lexi, ckxkck

    1. Sodik Hanifan

      Sabar, Om Bro. Janjinya bulan ini mulai produksi. Kalo ngibul, kita tabokin aja manager produksinya. Wkwkwkwk…!!

Tinggalkan Komentar