lexi vs vario 150

Lexi S vs Vario 150, Yamaha Harus Segera Berbenah

Motorisblog.com – Lexi S vs Vario 150. Om Bro…!! Jika sebelumnya Mtb pernah membuat artikel komparasi Lexi S dengan Vario 150, itu hanya intermezzo saja. Hanya sedikit membahas perkara perbandingan harga dan kubikasi mesin saja. Tapi tidak kali ini. Nyatanya, ada banyak hal luar biasa dalam perbandingan kedua motor tersebut.

Bagi sebagian orang, membandingkan antara Lexi S vs Vario 150 terkesan tidak fair lantaran keduanya jauh berbeda dari segala aspek. Sama halnya seperti membandingkan antara Aerox 155 vs Vario 150. Jauh… Sama sekali tidak sebanding. Tidak head to head.

Tapi… Jika memang tidak sebanding, kenapa harganya harus sebanding? Bahkan Lexi S lebih mahal Rp200 ribuan dari Vario 150.

Apa iya, hanya cukup dengan “bentuk” maxi saja sudah pantas menyandang banderol Rp22,8 juta? Apa benar teknologi VVA pada Lexi pantas dengan harga itu?

Om Bro… Artikel kali ini adalah hasil test ride dari Kang Eno (enoanderson.com) atas kedua motor tersebut. Dan jika Om Bro sering membaca review-review di blognya Kang Eno, tentu Om Bro akan faham betul dengan “kebrutalan” Kang Eno dalam penyampaian hasil olah fikirnya. Jujur!! Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada rasa canggung meski unit test hasil pinjaman dari vendor.

Lexi S vs Vario 150

Review kelebihan Yamaha Lexi S

Om Bro…!! Sepertinya, kebijakan Yamaha dalam menetapkan harga Lexi S bukanlah semata-mata karena “bentuk” bodi yang “seksi” saja. Harga kontroversial pada Yamaha Lexi S terbukti mendapat banyak review positif dari berbagai media dan blogger, utamanya dalam hal kenyamanan dan performa mesin 125cc berteknologi VVA.

Antara Vario 150 dan Lexi S sama-sama menggunakan suspensi belakang tunggal dan ukuran ban setara. Tapi keduanya memiliki karakter yang sama sekali berbeda. Lexi S memiliki desain bodi maxi namun dengan kubikasi mesin kecil sehingga harganya lebih terjangkau (dibanding maxi lain yang bermesin lebih besar. Sementara Vario 150 tetaplah Vario. Tetap motor skutik harian dengan desain standar entry level yang dibubuhi unsur sporty dan agresif supaya tidak tampak usang.

konsumsi bbm vario 150
New Honda Vario 150 2018

Yamaha Lexi S, meskipun kapasitas mesinnya kecil, tapi secara ergonomi sungguhlah sama sekali berbeda dengan skutik entry level semisal Vario, BeAT, Mio dan skutik-skutik standar lainnya. Ergonominya benar-benar rileks… Ditambah lagi dengan kenyamanan busa jok khas Yamaha yang jauh lebih empuk dari jok motor-motor skutik Honda.

Sudah jadi rahasia umum… Bahkan orang-orang yang tidak suka Honda sering menyebutnya dengan istilah “jok keras kaya papan kayu”.

Bergeser ke sektor suspensi…

Yamaha Lexi tipe termahal ini telah menggunakan suspensi belakang model tabung (sub tank suspension). Efeknya, preload jadi jauh lebih lembut.

Shock KYB sub tank pada Lexi S terbukti memberikan stabilitasnya berkendara yang lebih baik. Bekerja mulus dijalanan beton serta lebih stabil untuk sedikit rebah. Sama sekali berbeda dengan rebound suspensi Vario 150 yang mantul mentul ketika melalui jalanan yang tidak mulus, semisal jalan beton.

Selanjutnya, dalam hal build quality bodi, sudah pada tahu lah ya… bahwa cat dan bodi plastik Yamaha masih lebih baik ketimbang Honda. Bahkan meskipun finishing Lexi S tidak 100% sempurna.

Berpindah lagi ke fitur smart key…

Fitur keyless (Yamaha Smart Key) lebih ramah pengguna dalam hal operasional. Tidak ribet langkah-langkahnya seperti kepunyaan Vario 150.

Fitur lain Lexi S juga sudah terbilang komplit… Tampilan panel speedometer komplit dan ada port charger handphone.

Bagian dek juga masih berada dijalurnya masing-masing, dimana dek Yamaha selalu lebih lega dibanding dek skutik Honda. Pun dengan dek Lexi S… Lebih fungsional, bahkan bisa menganfkut 2 galon dengan mudah.

Review kekurangan Yamaha Lexi S

Tapi ternyata… masih banyak aura khas Yamaha entey level yang tidak mendapat perbaikan, bahkan pada motor yang diberi label “maxi”. Pertama pada suara mesin yang kasar.

Konon, suara mesin Vario 150 versi all new keluaran tahun 2018 ini sudah lebih kasar dibanding Vario 150 versi lawas. Tapi nyatanya suara mesin Lexi S masih lebih kasar lagi.

Kemudian perkara getaran di stang… Saat throttle gas Yamaha Lexi S dibuka, maka feel khas Yamaha entry level pun terasa menjalar nyata di area kemudi.

Kemudian pada sisi akselerasi, ternyata klaim Yamaha akan “kehebatan” teknologi VVA tidak terbukti pada Lexi S. Mesin terasa berat…

Berat bukan karena mesinnya di angkat. Wkwkwkwk…!! Tapi maksudnya, akselerasinya tidak “njengat seperti mesin 150cc” sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa blogger.

Apa karena unit testnya masih baru keluar dari pabrik? Apa karena motornya masih inreyen?

Masalahnya, unit Vario 150 yang dijadikan pembanding pun masih dalam kondisi inreyen. Odometer baru berada diangka 359 km. Artinya, ya, fair kan? Sama-sama inreyen…

Review Kang Eno menyebutkan, efek teknologi VVA pada Lexi S 125 akan terasa pada putaran 6000 rpm keatas. Artinya, fitur VVA ini jadi tidak sesuai dengan klaim Yamaha yang menyebutkan bahwa torsi bakal merata disemua putaran mesin. Buktinya, putaran bawah jadi korban seperti ini…?

Selanjutnya ke bagian konsumsi bahan bakar…

Beberapa blogger yang sudah test ride Lexi S menyebutkan bahwa angka konsumsinya berada dikisaran 40 km/jam – 45 km/jam. SementaraVario 150 dapat menembus angka 45 km/liter dengan mudah. Dan ironisnya… Kubikasi mesin yang lebih besar plus konsumsi bensin yang (cenderung) lebih irit itu ternyata menghasilkan akselerasi dan performa yang jauh diatas Lexi S. (Mtb – Lexi S vs Vario 150).

Tinggalkan Komentar