helm kyt vendetta 2

KYT Vendetta 2 Review, Indra Bray dalam Penggunaan Harian

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Masih bersumber dari teman driver ojol, kali ini Mtb coba susun KYT Vendetta 2 review dari penggunaan harian Bray Indra… Dia adalah juga pemilik helm LS2 Pioneer yang baru Mtb buat reviewnya kemarin itu…

Advertisement

Sebelumnya ini maaf… maaf… ya, Om Bro… Sekali lagi Mtb katakan, bahwa Mtb masih belajar pisan dalam hal helm. Jadi maaf saja kalau nanti di bawah perbandingannya jadi ngga selevel.

Yup… Mtb dan Indra Bray mereview helm ini dengan perbandingan vs LS2 Pioneer… Yaa… sebenarnya sih ngga bisa dibandingkan secara langsung, mengingat keduanya beda jenis dan beda kelas.

LS2 Pioneer modelnya Supermoto, sementara KYT Vendetta 2 lebih pada helm harian dengan aura racing.

KYT Vendetta 2
Indra Bray dan Helmnya, KYT Vendetta 2
Ukuran dan Kenyamanan
KYT Vendetta 2

Material cangkang KYT Vendetta 2 terbuat dari bahan thermoplastic….

Ketika Mtb jajal, hal pertama yang Mtb rasa beda pisan adalah size dan kenyamanannya…

LS2 Pioneer yang Mtb jajal kemarin itu, meskipun size-nya L, tapi ukurannya justru lebih kecil dibanding KYT Vendetta 2 yang size M…

Di kepala Mtb, KYT Vendetta 2 lebih pas. Rongga tempat kuping juga pas, enak, ngga bikin kuping terlipat saat memakainya. So… lebih nyaman lah ya…

Air Pump System (Fitur Kantung Udara)
KYT Vendetta 2

Busa di area pipi dibuat dengan model terpisah… Dan yang paling menarik di bagian ini adalah adanya air pump alias pompa udara yang bisa disesuaikan dengan pipi dan feel nyaman kita.

Mau kencang tinggal di pompa dengan cara menekan berulang-ulang pompanya yang berada di area dagu. Sementara untuk melonggarkannya, cukup tekan pentilnya disitu, maka tekanan udara akan berkurang.

Mtb belum tahu juga nih… apakah balon udara tersebut bisa awet atau cepat bocor nantinya… Tapi ketika Mtb coba raba-raba sih kantong udaranya terbilang tebal juga. Patutnya sih bisa awet lah ya…

Visor dan PenguncinyaKYT Vendetta 2

Kacanya sudah double visor… Nyaman pisan untuk penggunaan di bawah terik matahari. Dilengkapi dengan pengunci visor yang ditempatkan di sisi kiri area kepala. Patutnya aman… visor tidak akan terbuka meski terjadi benturan.

Visor luar yang berwarna bening mudah dilepas dari penguncinya sehingga memudahkan ketika Om Bro hendak membersihkan helm… Namun sayangnya belum flat visor sehingga kurang nyaman dan tingkat silaunya masih cukup berasa.

Advertisement

Selain itu, tuas penggeser visor dalam juga juga mudah loncer (aus). Ngga enaknya ketika tengah berkendara malam hari, jika sampai melindas lubang jalanan, visor dalam bisa turun sendiri. Hal itu tentu merepotkan… pandangan jadi terganggu lantaran visor yang dalam berwarna gelap…

Tali Dagu
kyt vendetta 2

Bagian ini juga Mtb demen pisan… Tali pengikat dagu KYT Vendetta 2 sudah mengadopsi model Double D-Ring. Patutnya lebih kuat, lebih awet dan lebih aman dibanding model klik biasa.

Washable
kyt vendetta 2

Secara keseluruhan, busanya bisa dicopot untuk di cuci… Namun sayangnya, menurut Indra Bray, busa di area jidat rada susah di lepasmya… sementara busa pada sisi pipi kiri-kanan justru malah sering terlepas sendiri.

Perkara busa area samping yang dekat pipi, Mtb kira sih efek dari adanya fitur pompa udara kali ya…?? Busa di area itu kan secara bolak-balik mengancang dan mengendur seiring tekanan angin yang kita setel.

Ventilasi

Sayangnya lagi, Indra Bray mengatakan bahwa ventilasinya kurang maksimal sehingga helm masih berasa panas…

Beberapa ventilasi di bagian mulut, bagian atas dan exhaust di bagian belakang-atas serasa kurang maksimal dalam tugasnya…

Lain-lain

Di bagian belakang, Mtb lihat ada topi tambahan berbahan sama dengan visor. Namun Mtb dan Indra Bray sama-sama tidak tahu apa fungsinya…

Mtb kira sih fungsinya untuk menahan air hujan supaya tidak mengalir langsung ke bagian belakang leher… Bagus sih… Hanya saja yang disayangkan, cara pemasangannya menggunakan lem. Bukan menggunakan semisal pengunci atau pun skrup…

Cara pemasangan dengan lem seperti itu bisa merusak penampilan jika sewaktu-waktu topi tersebut copot. Pastinya jadi tampak ada bekas-bekas lem perekatnya.

Poin minusnya lagi, helm ini juga tidak kedap suara angin… Di kecepatan 80 Km/jam (atau lebih) saja sudah berasa berisiknya deru angin dari jalanan. (Mtb – KYT Vendetta 2 review).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *