toyota calya

Kredit Mobil LCGC Semakin Sulit?? Begini Alasannya…

Motorisblog.com – Om Bro…!! Ada kabar miring yang menyebutkan bahwa belakangan ini kredit mobil LCGC jadi rada-rada sulit. Bukan ngga bisa yaa… Tetap bisa, tapi rada sulit. Begitu menurut beberapa suara yang beredar.

Yup… Segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi pilihan kendaraan roda empat bagi kita yang punya kemampuan finansial terbatas. Iya Om… Rata-rata kisaran harga LCGC ialah antara Rp100-150 juta saja… Harga yang sangat terjangkau untuk ukuran sebuah mobil.

Meski secara harga terjangkau, namun tidak berarti semua orang mampu membelinya secara cash. Sebagian diantaranya membeli LCGC melalui perusahaan pembiayaan alias leasing alias membeli secara kredit.

Awalnya proses pengajuan kredit LCGC dapat dilakukan secara relatif mudah. Namun belakangan ini muncul anggapan yang mengatakan bahwa proses kredit LCGC tak lagi semudah beberapa tahun ke belakang.

Kenapa??

Salah satu alasannya ialah karena ada kecenderungan LCGC digunakan sebagai alat transportasi online alias taksi online.

Lah terus apa hubungannya antara taksi online dengan sulitnya pengajuan kredit LCGC??

Jadi begini Om… Mtb pernah merasakan sendiri menjalani profesi sebagai driver ojek online full time selama 16 bulan. Iya sih beda antara ojek online dengan taksi online, namun secara kondisi di lapangan ada kemiripan. Utamanya dalam hal penghasilan.

Intinya, sekarang penghasilan driver online sudah tidak seperti dulu lagi. Faktornya banyak Om… Dari mulai perang tarif antar aplikator yang merugikan driver, juga ketidakseimbangan antara jumlah driver dan jumlah konsumen. Setidaknya begitu yang terjadi di kampung Mtb.

Jadi… Wajar rasanya jika di jaman now, leasing lebih berhati-hati dalam pembiayaan kredit LCGC. Dasarnya ialah untuk meminimalisir resiko gagal bayar dari konsumen.

Intinya proses pengajuan kredit LCGC tetap sama dengan mobil-mobil lainnya. Dalam hal anggapan kredit LCGC lebih ketat, sebenarnya semua kembali pada hasil survei ke konsumennya, meskipun memang ada kecenderungan leasing akan lebih selektif bagi komsumen yang akan menggunakan mobilnya untuk armada taksi online. (Wisnu Kusumawardhana, Direktur Marketing Toyota Astra Financial Services (TAF) – Viva, 16/7/2019).

Om Bro…!! Di awal-awal boomingnya moda transportasi online, potensi income drivernya memang sangat menjanjikan. Bahkan Mtb menciduk informasi yang beredar dari mulut ke mulut bahwa sampai ada orang-orang yang rela resign dari tempatnya bekerja demi menjadi seorang driver online.

Tapi sekarang kondisinya sudah jauh berbeda (setidaknya di sebagian wilayah). Sekarang tidak semua orang bisa mengandalkan penghasilan dari profesi sebagi driver online. Sekarang tidak semua orang bisa menjadikan pekerjaan driver online sebagai sumber penghasilan utama. Jadi amat patut jika kemudian leasing tidak lagi bisa memberikan pembiayaan kredit bagi semua driver online. Apalagi jika si konsumen hanya mengandalkan pekerjaan sebagai driver online saja tanpa memiliki pekerjaan tetap yang lain.

Om Bro… Bukan maksud Mtb meremehkan profesi driver online… Mtb sendiri pernah jadi driver online full time. Bahkan hingga sekarang pun Mtb masih seorang driver ojek online, meskipun tidak setiap hari onbid. Hanya sesekali saja kalo Mtb lagi ada waktu senggang. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: