Kontroversi Pertamax vs Premium vs Pertalite: Mana yang Benar??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Bahasan tentang Pertamax vs Premium vs Pertalite masih terus menimbulkan perbedaan pendapat di berbagai kalangan. Sebagian mengatakan bahwa semakin tinggi oktan bensin, maka semakin bagus dalam hal performa dan lebih irit dalam hal jumlah konsumsi. So,, meskipun bahan bakar oktan tinggi lebih mahal secara harga, namun hasil akhirnya akan menjadi lebih irit lantaran jarak tempuh yang didapat jadi lebih jauh…

Tapi… Sebagian pihak yang lain mengatakan bahwa oktan bahan bakar harus disesuaikan dengan rasio kompresi mesin. Rasio kompresi rendah, gunakan Premium / Pertalite. Sedangkan jika rasio kompresinya tinggi, gunakan Pertamax / Pertamax Turbo atau pun yang sekelas.

Dengan kata lain, meskipun Pertamax dan Pertamax Turbo punya kualitas bagus, namun ketika aplikasinya digunakan pada mesin berkompresi rendah, maka hasilnya tidak akan maksimal, tidak akan efektir, tidak akan optimal dan tidak akan efisien.

Dengan kata yang lain lagi, bensin bagus untuk mesin berkompresi rendah hanyalah pemborosan belaka…

Terus, pendapat mana yang benar?? Terus, bagaimana dengan pendapat Mtb?? Kira-kira mana yang benar??

Nanti kita bahas di bawah Om… Sekarang Mtb akan narasi-kan dulu pandangan dari pemikiran yang pertama…

Premium vs Pertamax vs Pertalite

Om Bro…!! Kebanyakan suara yang pernah Mtb dengar, hampir selalu memiliki anggapan yang sama dalam hal penggunaan bahan bakar… Yaitu bahwa penggunaan bahan bakar berkualitas rendah dapat menjadi penyebab mesin kendaraan sering mengalami masalah.

Pandangan itu timbul atas asumsi bahwa penggunaan BBM berkualitas rendah (atau yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrik kendaraan) akan menyebabkan kerusakan yang parah dalam jangka panjang, termasuk kerusakan stang seher dan crankshaft.

Kerusakan yang seperti apa?? Dari mana datangnya kerusakan itu??

Teorinya begini Om…

Ketika mesin menggunakan bahan bakar berkualitas rendah (dan beroktan rendah),, maka dalam jangka panjang akan menyebabkan terjadinya pengikisan komponen di ruang bakar, piston, ring piston dan klep… Juga akan terjadi penumpukan kerak di ruang bakar akibat pembakaran yang tidak sempurna,, bahkan beresiko menimbulkan kerusakan crankshaft.

Kondisi Piston Lama Spacy Mtb Ketika Servis Besar

Kemudian jika kerusakan itu telah terlanjur terjadi, biaya perbaikannya bisa mencapai Rp500.000,, bahkan jika sudah menjalar bisa lebih dari Rp2 juta. (Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong dan Karawang – Kompas, 21/8/2019).

Selain pandangan tersebut di atas, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) pun menyuarakan pandangan serupa. Menurut mereka, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) beroktan rendah (Premium, Pertalite, Solar dan Dexlite),, secara ekonomi justru malah lebih boros. Penilaian itu disimpulkan karena perhitungan jarak tempuh yang dapat dicapai oleh bahan bakar oktan rendah, lebih pendek 20% dibanding bahan bakar oktan tinggi. (Ahmad Safrudin, Direktur KPBB – Kompas, 21/8/2019).

Ahmad Safrudin juga mengatakan bahwa hanya Indonesia yang saat ini masih menjual bahan bakar berkualitas rendah dibanding beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, bahan bakar sekelas Pertamax dan Pertamax Turbo-lah yang sudah berkualitas bagus. Pertamax sudah sesuai dengan standar Euro 2 dan Pertamax Turbo sudah sesuai dengan standar Euro 4.

Sedangkan untuk bahan bakar mesin diesel, Pertadex dan Pertadex HQ yang telah sesuai dengan standar Euro 3.

Intinya, dari beberapa pandangan di atas, untuk kendaraan keluaran baru saat ini disarankan selalu menggunakan BBM dengan RON 92 ke atas.

Terus,, apakah benar demikian??

Mungkin benar… Tapi sayangnya hingga saat ini Mtb belum bisa menerima begitu saja…

Kenapa??

Karena Mtb tidak merasakan sendiri perbedaan yang signifikan saat menggunakan bensin beroktan tinggi pada mesin motor yang punya rasio kompresi rendah. Intinya Mtb lebih percaya pada pendapat yang menyebutkan bahwa penggunaan bahan bakar harus disesuaikan dengan rasio kompresi mesin.

Bahkan Mtb pernah membaca informasi yang menyebutkan bahwa bahan bakar oktan tinggi justru malah boros ketika digunakan pada mesin berkompresi rendah.

Jadi begini Om… Banyak orang yang mengatakan bahwa BBM RON rendah membuat pembakaran tidak sempurna pada mesin berkompresi tinggi… Tapi jarang ada orang yang mengatakan bahwa bensin beroktan tinggi pun membuat pembakaran tidak sempurna saat digunakan pada mesin berkompresi tinggi.

Pokoke judulnya RON bensin harus sesuai rasio kompresi mesin… Itu pandangan yang menurut Mtb lebih masuk di nalar… Faktanya Mtb tidak merasakan perbedaan yang signifikan ketika menggunakan Pertamax pada motor bebek dan skutik low end yang kapasitas mesinnya hanya 100-110cc dan rasio kompresinya hanya sembilan koma sekian tok doang.

Performa motor segitu-gitu saja meski pakai Pertamax… Konsumsi perkilometernya pun tetap segitu-gitu saja… Malah Mtb lebih boros uang belanja bahan bakar lantaran Pertamax lebih mahal dibanding Pertalite dan Premium.

Jadi kalau ada orang yang bilang motornya lebih ngacir dan lebih irit saat menggunakan BBM oktan tinggi,, Mtb rasa pernyataan itu perlu di cek kembali kebenarannya Om… Apakah mesin motornya berkompresi tinggi atau berkompresi rendah??

Jika rasio kompresi mesin motornya memang di atas 10,0:1,, Mtb rasa sih patut saja jika cocok dengan BBM oktan tinggi. Karena memang begitulah yang seharusnya. Tapi jika ternyata mesin motornya punya rasio kompresi rendah, Mtb rasa feel njengat dan irit yang dia katakan semata-mata hanyalah sugesti belaka…

Tapi pun begitu,, Mtb tidak merasa benar… Pasalnya Mtb tidak pernah melakukan uji coba secara detail. Mtb hanya sering menjajal dan secara feel Mtb tidak mendapatkan hasil seperti yang “mereka” katakan.

Kemudian jika di atas disebutkan bahwa Premium dan Pertalite dapat menyebabkan kerusakan besar pada mesin, pun sejauh ini Mtb belum pernah mendapati bukti yang akurat kecuali kerak di ruang bakar yang menumpuk setelah beberapa tahun.

Ingat, setalah beberapa tahun lho ya Om… Jadi Mtb juga tidak begitu yakin, apakah kerak tersebut timbul karena saking buruknya mutu bahan bakar yang Mtb gunakan atau hanya menjadi hal yang normal karena pemakaian yang sudah lama??

Artinya,, apakah ada jaminan tidak akan muncul kerak di ruang bakar mesin setelah bertahun-tahun lamanya jika selama itu kita menggunakan bahan bakar beroktan 92 ke atas??

Entahlah… Untuk membuktikannya Om Bro harus membandingkan dua motor yang sama dengan perawatan dan pemakaian yang relatif sama, namun menggunakan bahan bakar yang berbeda selama bertahun-tahun pula lamanya.

Berat kan Om…??

Tapi kalau fokus obrolannya pada perkara kebersihan ruang bakar,, disitu memang Mtb bisa menerima teori bahwa Pertamax dan yang lebih tinggi memang lebih baik dibanding Premium dan Pertalite.

Pun jika kita membahas perkara subsidi BBM,, Mtb juga setuju jika misale di masa depan bensin jenis Premium tidak lagi dijual oleh Pertamina. Namun untuk bahan bakar sekelas Pertalite, Mtb kira kurang tepat jika (misale) ada wacana untuk ditiadakan.

Karena apa??

Karena Pertalite kan ngga di subsidi Om… Jadi ya tidak perlu di tiadakan. Biarkan saja rakyat Indonesia memilih yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan finansial-nya masing-masing… Faktanya masih banyak orang yang membutuhkan BBM dengan harga terjangkau… Misale saja armada-armada transportasi umum dan para driver ojek / taksi online.

Seperti pengakuan dari dua driver ojol, Deddy dan Syahrul (Kompas, 21/8/2019) bahwa menggunakan BBM jenis Pertalite masih lebih hemat dibanding menggunakan Pertamax. Juga tidak mengakibatkan kerusakan besar seperti yang dikhawatirkan oleh beberapa pihak. Judulnya, biaya servis motor tetap standar, tetap tidak mahal. Tetap biasa-biasa saja…

Jadi jika ada anggapan bahwa kendaraan baru (khususnya motor) saat ini dikatakan harus menggunakan BBM RON 92 ke atas,, Mtb sendiri ngga yakin Om…

Apa iya?? Soale sampai saat ini beberapa model motor entry level masih punya rasio kompresi rendah… Yang menurut nalar Mtb masih cukup dengan menggunakan RON 90 (Pertalite) saja.

So… Semua kembali pada pilihan dan kemampuan Om Bro masing-masing… (Mtb – Premium vs Pertalite vs Pertamax).

1 tanggapan pada “Kontroversi Pertamax vs Premium vs Pertalite: Mana yang Benar??”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *