Konsumsi Aerox 155, Bisa 31,8 km/liter, Bisa juga 54,7 km/liter, Kenapa…?

Motorisblog.com – Konsumsi Aerox 155. Om Bro…!! Sebenarnya sih, kalau sudah bicara soal maxi skutik, mestinya perkara konsumsi BBM tidaklah harus dipermasalahkan. Singkatnya, sedikit boros tidak masalah karena sudah terbayar dengan tampang (desain) dan performanya. Tapi untuk sekedar tahu, tidak ada salahnya Mtb share disini.

Kemudian, soal konsumsi bahan bakar motor, umumnya Om Bro hanya ingin tahu di awal beli saja. Setelah terbiasa dengan motor tersebut, Om Bro tidak akan mempermasalahkan lagi soal konsumsi BBM, apakah itu irit atau pun boros… Betul?

Kalo Mtb sih gitu… Beberapa kali ganti motor, ya… di awal-awal pengen tahu saja perbandingan konsumsinya. Setelah tahu ya sudah… hanya cukup tahu saja.

Hokeh, kita balik lagi ke topik bahasan…

Konsumsi Aerox 155 VVA tipe R 2018

Review ini merupakan hasil test Mang Kobay (kobayogas.com) dengan jarak tempuh yang sudah tercapai sejauh 200 km dalam waktu lebih dari 2 minggu. Belum terlalu jauh, soale motor masih benar-benar baru. Belum ada STNKnya.

Bagi pengujian yang Mang Kobay lakukan, jarak lebih dari 100 km sudah memenuhi syarat untuk mengambil kesimpulan.

Ada yang menjadi catatan khusus disini, bahwa Mang Kobay melakukan pengujian tidak sendirian. Maksudnya, ini motor Yamaha Aerox 155 R VVA ditunggangi oleh beberapa orang dengan rute berbeda. Dengan begitu, hasilnya pun bervariasi.

Metode pengujian

Metode pengujian yang digunakan oleh Mang Kobay kali ini dengan patokan MID (Multi Information Display) di bagian AVG (Average) yang terdapat pada panel speedometer Aerox. Bukan dengan metode full to full seperti biasanya.

Rider

Ada 3 orang yang menjadi penunggang Aerox 155 R VVA tersebut,, yakni Mang Kobay, si pemilik motor yang tak lain anak sulung Mang Kobay dan istri Mang Kobay.

Riding style

Dengan adanya 3 rider berbeda dengan rute yang berbeda pula, maka dapat dipastikan hasilnya pun berbeda-beda.

Mang Kobay sendiri belum sempat mencobanya dengan kecepatan tinggi. Selain karena trek dan moment yang tidak tepat, Mang Kobay juga menyebutkan bahwa rem belakang Aerox kurang efektif, jadi masih belum terbiasa.

Sebenarnya pakem remnya, hanya saja, jarus di tekan keras-keras. Kalau kurang keras, rem belakangnya tidak bekerja dengan baik.

Bisa sih diakalin, lengan remnya (lengan yang di tromol) di ganti pakai part punya RX King atau pun Byson. Lengan rem dari kedua motor itu lebih panjang sehingga kerjanya lebih ringan pada tuas rem. Tapi ya… apa harus di ubah-ubah demi kenyamanan?

Yo wes… balik lagi ke topik…

Trek pengujian

Rutenya bervariasi… ada macet dan ada “rada” lancarnya juga. So… hasilnya pun jadi variatif.

Hasil uji konsumsi Aerox 155 R VVA

Di awal pengujian, Mang Kobay menggunakan bahan bakar Pertalite dengan ditambah additive sparks. Selanjutnya tidak ada keterangan, apakah masih tetap menggunakan Pertalite sampai jarak 200 km itu atau ganti BBM jenis lain.

Dan hasilnya,

. Pada situasi lalu lintas macet, angka konsumsinya 38 km/liter – 40 km/liter

. Konsumsi terboros pernah mencapai 31,8 km/liter

. Pada situasi lalu lintas relatif lancar (malam hari), konsumsinya berada di angka 44 km/liter

. Dengan metode khusus, konsumsinya bisa mencapai 47,4 km/liter – 54,7 km/liter

Metode khusus yang dimaksud oleh Mang Kobay adalah dengan cara mempertahankan kecepatan konstan di angka 50 km/jam – 60 km/jam. Tentunya dengan me-reset terlebih dahulu data AVG di panel meter. (Mtb – Konsumsi Aerox 155).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: