Kisah Pak Komar yang Sempat Kesulitan Klaim Garansi Sepeda Motor Yamaha

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb rasa proses klaim garansi sepeda motor Yamaha (mungkin juga brand lain) punya standar ganda dalam syarat & ketentuannya… Yaitu S&K yang telah di tentukan dari pusat, dan kesediaan dealer yang bersangkutan dalam menerima klaim.

Setidaknya begitu yang di alami oleh Pak Komar, teman Mtb di dunia persilatan ojek online Kota Banjar Patroman.

Mtb tidak bermaksud menyerang salah satu brand… ini hanya share dari kejadian yang di alami oleh Pak Komar, dengan harapan kejadian seperti ini tidak pernah terjadi lagi pada orang lain. Harapan lainnya lagi, tulisan ini juga bisa jadi pemicu bagi Yamaha untuk lebih meningkatkan lagi kualitas SDM-nya…

Begini kronologisnya…

Alkisah, Pak Komar melakukan pembelian motor Yamaha Mio M3 di salah satu dealer resmi Yamaha di Kota Banjar Patroman pada tanggal 13 Oktober 2018. (Nama dealer di rahasiakan untuk melindungi privasinya).

Pembelian di lakukan secara kredit… Pengajuan kredit, survey dan pengiriman unit selesai di hari yang sama lantaran unitnya ready stock.

Dalam hal ini, Mtb acungi 4 jempol untuk Yamaha Banjar. Pagi jam 8-an pengajuan, jam 10-an survey, selepas Ashar unit motor sudah bisa di ambil oleh Pak Komar…

Ini saking semangatnya Pak Komar sampai ngga mau nunggu unit di kirim. Dia ambil sendiri motornya ke dealer…

Namun sayangnya… sesampainya dirumah, Pak Komar mendapati bahwa kunci kontaknya bermasalah. Si kunci tidak mau stay pada posisi ON. Dia selalu kembali ke posisi OFF. Praktis, motor tidak bisa di hidupkan.

Jadi itu motor bisa di kontak saat perjalanan dari dealer ke rumah, tapi pas sampai rumah, mesin dimatikan, setelah itu ngga bisa di ON lagi kunci kontaknya.

Pak Komar segera menghubungi dealer yang bersangkutan karena dia merasa masalah itu masih termasuk dalam garansi kelistrikan Yamaha… Dan seketika itu juga datanglah 2 orang mekanik Yamaha…

Motor di step, di bawa kembali ke dealer.

Naahh… dari sinilah mulainya timbul masalah…

Esok harinya, tanggal 14 Oktober (hari Minggu), Pak Komar mendatangi bengkel Yamaha Authorized Claim Shop yang bersangkutan untuk mengetahui apakah unitnya sudah selesai di tangani atau belum…

Tapi ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Pihak bengkel mengatakan bahwa Pak Komar harus mengganti kunci kontak tersebut seharga Rp300 ribu…

Jelas saja Pak Komar kesal dan balik menanyakan ketentuan garansi motor Yamaha di dealer tersebut.

Si mekanik menjawab bahwa klaim garansi tidak dapat di lakukan karena kondisi kunci kontak telah di bongkar.

Lah, ini kan lucu…?! Yang bongkar kan pihak mekanik dealer, lantas kenapa Pak Komar yang harus menanggung biayanya…??

Mereka juga menganggap bahwa masalah tersebut terjadi akibat kesalahan Pak Komar. Mereka mengira bahwa Pak Komar telah memaksa putaran kunci kontak sehingga komponen tersebut rusak.

Lah ini lucu lagi… Itu kan unit motor baru. Patutnya segala komponen masih dalam kondisi bagus… tidak perlu ada cara paksa untuk menghidupkan kunci kontak.

Kemudian Pak Komar meminta pada mereka untuk bisa berbicara dengan pimpinan dealer esok harinya. Dan ternyata, permintaan dari Pak Komar tersebut membuat mereka “takut” hingga hasil akhirnya Pak Komar bisa mengklaim garansi motornya.

Teknisnya dengan penggantian unit motor melalui win-win solusion.

Pihak dealer mengatakan bahwa untuk penggantian unit, dikenakan biaya retur sebesar Rp300 ribu. Pak Komar diminta menanggung senominal Rp100 ribu, dan sisanya sebesar Rp200 ribu di tanggung oleh dealer…

Yamaha Mio M3, Unit Pengganti Motor Pak Komar yang Bermasalah

Pak Komar mengalah meski tidak tahu apakah benar ada ketentuan biaya seperti itu??

Dia tidak mau bikin masalahnya tambah runyam… intinya supaya perkara ini segera selesai dengan baik.

Nah, Om Bro… Pada saat Mtb tengah mengetik tulisan ini, salah satu rekan Mtb yang juga rekan Pak Komar, yaitu Kang Hendra juga menambahkan bahwa unit Yamaha Xride miliknya pun pernah terbengkalai…

Yamaha Xride 115 2015 Punya Kang Hendra

STNK dan plat nomornya baru keluar setelah hampir 4 bulan sejak unit dikirim ke rumah.

Alasannya karena ada kesalahan pada faktur si unit Xride.

Selain kedua masalah itu, di blog ini Mtb juga pernah membahas perkara upping price Yamaha Nmax…

Intinya, dari ketiga kejadian di atas adalah bahwa ada banyak oknum yang menimbulkan kekecewaan konsumen dalam tubuh Yamaha. Hal ini jelas membutuhkan perhatian lebih dari pihak Yamaha pusat.

Kualitas SDM di jaringan Yamaha benar-benar harus ditingkatkan secara signifikan supaya daya saingnya terdongkrak naik. Karena jika tidak, maka jangan harap Yamaha di Indonesia bisa mengulang sukses seperti tahun 2010 lalu… Bisa jadi market share Yamaha justru makin terbenam.

Lihat saja data AISI bulan Agustus 2018 dimana Honda menguasai lebih dari 75% market share roda dua tanah air. Juga data AISI bulan September 2018 yang masih bertahan di atas 74%. Padahal di tahun 2010, berkat kedigdayaan Vega R, Jupiter dan Mio, Yamaha mampu membukukan penjualan sebanyak 3,3 juta unit… hanya selisih seuprit dari Honda yang 3,4 juta unit.

Juga di tahun 2009 dimana Honda laku 2,7 jutaan unit dan Yamaha laku 2,65 jutaan unit.

Apakah Yamaha tidak ingin mengulang kesuksesan tersebut??

Iya tentu, selain peningkatan kualitas SDM, juga harus disertai dengan peningkatan kenyamanan produk-produknya, terutama dalam hal getaran.

Ini menjadi salah satu sentilan untuk Fans Boy Yamaha… jangan menyalahkan Fans Boy Honda atas terpuruknya penjualan merk pujaan kalian. Jangan menganggap pengguna Honda tidak smart lantaran menggunakan motor yang klotok-klotok serta berkualitas plastik kerupuk. Salahkan brand pujaan kalian sendiri yang ngga smart dalam memenuhi keinginan pasar.

Ambil kelebihan strategi di tahun 2009-2010 dan tanggalkan strategi buruk dimasa ini… Buang watak keras kepala kalian (Yamaha) yang ngeyel dengan tetap menciptakan motor dengan getaran yang membahana. (Mtb – Garansi Sepeda Motor Yamaha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *