Keunikan Naik Vespa, Tiada Duanya Hingga Zaman Now

Motorisblog.com – Keunikan naik Vespa. Om Bro…!! Salah satu motor jadul dengan komunitas terluas di Indonesia adalah Vespa. Coba Om Bro bandingkan dengan komunitas motor tua lain seperti bebek C70 atau Honda CB100 – CB125… tetap secara kasat mata lebih banyak Vespa yang sering kita jumpai di jalanan. Dan ternyata, fanatisme penggemar Vespa tidak hanya ada di Indonesia, tapi juga di negara-negara lainnya di dunia.

Di ciduk dari detikoto, bahwa merek motor asal Italia, yakni Vespa juga populer di Pakistan. Disana bahkan para penggemar Vespa jadul sampai berebut untuk mencari spare partnya dan kembali menghidupkan tren Vespa seperti zaman dahulu.

Salah satu penggemar Vespa dari kota Lahore, yakni Zubair Ahmad Nagra mengatakan bahwa motor-motor keluaran baru tidak memiliki daya tarik yang kuat. Maka dari itulah dia tetap setia pada Vespa.

keunikan naik vespa
Gambar ilustrasi, Vespa matic di era sekarang

Zubair menjadi penunggang Vespa yang diimpor ke Pakistan oleh ayahnya pada tahun 1974.

Uwow… lebih tua dari umur Mtb…

Vespa 74 tersebut adalah kendaraan bermotor pertama yang dimiliki ayahnya.

Jika Om Bro memiliki motor jadul seperti Vespa, artinya Om Bro harus berani berkorban. Mulai dari spare part yang sulit didapat, juga sedikitnya jumlah mekanik yang sanggup memperbaiki Vespa jadul.

Di Pakistan, seorang penggemar Vespa kadang terpaksa menggunakan spare part murah buatan India.

Nah… apa sih keunikan naik Vespa jadul hingga jumlah penggemarnya bisa banyak…?

Menurut blog Vespapora, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu,

. Pehobi Vespa tidak peduli kasta
Seorang penggemar Vespa jadul tidak peduli perkara kaya / miskin di antara anggota komunitasnya. Tidak pandang apa profesinya, tampan atau tidak tampangnya…

Komunitas Vespa juga tidak membedakan apa bentuk motornya… entah itu berbentuk klasik ori atau pun klasik modif. Singkatnya, tidak ada perbedaan level sosial.

. Menunggang Vespa berarti banyak teman
Mtb sering melihat di jalan, seorang pengendara Vespa tidak segan-segan untuk membantu sesama sekuteris saat Vespanya bermasalah. Bahkan menurut admin blog Vespapora, seorang pemilik Vespa jadul tidak segan-segan memberi tumpangan tidur, membagi rokok, traktir makan, ngopi, bahkan memberikan spare part yang dibutuhkan oleh scooterist Vespa yang lain.

. Harga belinya murah
Hanya dengan nominal uang kurang dari Rp5 juta, Om Bro sudah bisa mendapatkan Vespa klasik. Wajar sih… soale Vespa klasik sudah tidak diproduksi lagi, jadi Om Bro hanya bisa membeli second-nya.

. Desainnya unik
Bagi pehobi Vespa klasik, desain Vespa itu istimewa dan masterpiece. Apa lagi kalau pakai body standar… kesannya elegan.

Di jaman dulu di kampung Mtb, motor Vespa identik dengan guru dan PNS. Sementara profesi guru dan PNS di masa itu termasuk terpandang. Jadi, menunggang Vespa di kampung Mtb di masa itu secara tidak langsung mengangkat pandangan sosial di masyarakat.

. Pehobi Vespa berarti orang dengan percaya diri tinggi
Pehobi Vespa jadul berarti dia seorang pencinta barang klasik. Artinya, dia percaya diri meski motornya model jadul.

. Pehobi Vespa klasik berarti orang yang kreatif
Karena usianya sudah tua, maka perawatannya pun relatif sulit. Mekaniknya pun jarang. Karenanya, mayoritas pengendara Vespa cenderung bisa memperbaiki kerusakan ringan pada scooternya.

Di dunia persilatan Vespa, mogok adalah hal biasa. Mereka justru menjadi kreatif karena harus mencari akal supaya Vespa kesayangannya bisa jalan kembali.

. Menunggang Vespa jadul lebih aman dari begal
Meskipun hal ini (mungkin) tidak 100% benar, tapi setidaknya mendekati benar. Om Bro perhatikan berita-berita diberbagai media… Sepertinya tidak ada media yang memberitakan ada begal yang merampok scooterist Vespa.

. Vespa klasik laik koleksi
Desainnya yang unik dan tiada duanya membuat Vespa jadul layak untuk koleksi.

. Menambah wibawa pengendaranya
Nah… kalau di poin ini, seperti yang Mtb sebutkan di atas. Di jamannya, di kampung Mtb, menunggang Vespa klasik membuat penunggangnya tampak berwibawa. Namun tentunya jika si Vespa masih berbentuk standar serta rapi dan bersih.

. Motor Vespa jadul bisa menjadi matre-meter
Om Bro pasti setuju kalau Mtb bilang, “tidak semua cewek mau naik Vespa klasik”. Apalagi sampai harus nungguin Om Bro ngoprek Vespa saat mogok atau bahkan membantu mendorongnya.

Hanya ada 2 tipe cewek yang mau naik Vespa klasik, pertama cewek yang memang sama-sama suka Vespa, kedua adalah cewek yang mau menerima Om Bro apa adanya.

Lain cerita jika Om Bro menunggang Ninja atau pun CBR. Rasanya hampir tidak ada cewek yang akan menolak Om Bro…

So… Vespa jadul bisa menjadi alat untuk menguji seberapa besar cinta Sista pada Om Bro…

. Vespa jadul adalah merk netral
Jika Om Bro perhatikan, ada salah satu iklan di televisi yang menggunakan motor Vespa klasok untuk properti syuting mereka. Dan hal itu tidak berpengaruh terhadap merk apa pun. Artinya Vespa klasik adalah brand yang netral dan unik.

. Suara Vespa klasik lebih khas dibanding merk lain
Sejak dulu hingga sekarang tidak ada motor lain yang suaranya sama dengan Vespa klasik. Entah pada saat langsam atau pun saat tarik gas. Terutama pada saat gas langsam, motor Vespa klasik dengan knalpot standar punya tempo (ketukan) yang unik. (Mtb – Keunikan naik Vespa).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: