Kendaraan Umum vs Kendaraan Pribadi: Motor Bakal Tetap Laris

Motorisblog.com – Om Bro…!! Ketika kita menyinggung bahasan kendaraan umum vs kendaraan pribadi, maka tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah populasi kendaraan pribadi ialah penyebab utama kemacetan. Tapi yaa memang sudah jamannya… Jaman dimana kendaraan bermotor bukan lagi menjadi barang mewah yang amat mahal harganya (kecuali tipe-tipe premium).

Apalagi dengan segala kemudahan kredit yang diberikan leasing… halaahh… makin berceceran jumlah kendaraan pribadi.

Kecuali (mungkin) kalau Indonesia menerapkan kebijakan pajak yang setinggi-tingginya dengan dibarengi tersedianya transportasi umum yang cepat, tepat, aman dan nyaman…, maka ketika itulah kemacetan akan terkendali.

Tapi itu pun tentunya bukan hal yang mudah… perlu waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun untuk dapat mencapai kondisi seperti itu.

Transportasi umum dan pribadi sama-sama menjadi kebutuhan masyarakat. Sedangkan ketika kita bicara fokus pada kendaraan pribadi, maka Om Bro sekalian pasti paham bahwa jumlah populasi sepeda motor ialah yang terbanyak diantara semua kendaraan.

Bisa terlihat jelas dari data AISI, dimana penjualan motor Indonesia

setiap tahunnya mencapai lebih dari 5 juta unit. Bahkan pernah melebihi 7 juta unit di tahun 2012, 2013, 2014 dan 8 juta unit di tahun 2011.

Lantas, jika transportasi umum sudah memenuhi standar kelayakan, apakah penjualan motor akan serta-merta merosot…??

Mtb rasa tidak juga….

Jika pun nantinya “khayalan” itu tercapai di Indonesia, …motor bakal tetap laris selama pajaknya tidak luar biasa mahal.

Kenapa…??

Karena Om Bro akan tetap membutuhkan motor, minimalnya untuk mengantar dari rumah ke stasiun, …dari rumah ke terminal, ke halte, dan lain sebagainya.

Lah iya,… tidak semua rumah berada di dekat stasiun, terminal dan fasilitas-fasilitas transportasi massal lainnya.

Itu minimalnya…

Belum lagi kalau kita bicara perkara style… Waaaahhh… Orang Indonesia dari rakyat jelata hingga para pejabatnya itu suka dengan style…

Lantas, apakah salah??

Tentu saja tidak salah…, selama di beli pakai uang pribadi…

Kecuali ya itu tadi… jika harga kendaraan dibuat mahal pisan, pajak kendaraan dibuat mahal pisan, dan ada batas usia sekian tahun harus di hancurkan,… (mungkin) saat itulah Indonesia akan menjadi seperti Singapore, dimana perbandingan jumlah motor dengan jumlah penduduk adalah 1:590. Tidak seperti sekarang ini dimana perbandingannya 1:40.

Pamungkasnya, motor akan tetap laku, setidaknya untuk dijadikan kendaraan feeder jika transportasi massal yang layak telah terealisasi. (Mtb – Kendaraan umum vs kendaraan pribadi).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: