Kenapa Vario 110 Lebih Mahal dari Beat…?? Begini Penjelasannya…

Motorisblog.com – Menggunakan mesin yang sama, kenapa Vario 110 lebih mahal dari Beat…?? Begitu kira-kira pertanyaan yang timbul dalam benak sebagian orang.

Betul Om… Harga Vario 110 vs Beat selalu lebih mahal Vario. Padahal sekilas tidak ada perbedaan yang signifikan dari kedua motor ini. Malahan masih lebih berbeda dijaman Vario 110 karburator, dimana rasio kompresi mesinnya lebih tinggi dan berbendingin cairan (radiator). Sedangkan sekarang, mesin Vario 110 FI hanya berpendingin udara, yang artinya si mesin di down-grade dari versi karburator.

Lantas, apa maksud Honda menurunkan kelas mesin Vario 110 tapi memberikan banderol yang lebih tinggi dari Beat…??

Cerita singkatnya begini…

Sebenarnya di tahun 2012, Vario 110 telah di pensiunkan dan di naikkan kelasnya menjadi 125cc. Mesin tetap berbendingin radiator, bahkan sistem pengabutannya pun di ganti dari karburator menjadi injeksi. Jadi di tahun itu, Honda sudah berusaha melepas kerancuan atas ketimpangan yang membingungkan antara Vario 110 karbu dengan Beat 110 karbu.

Lah iya lah Om… Ketika Vario dan Beat masih sama-sama karbu dan bermesin 110cc, tampaknya Vario belum bisa menonjolkan kelebihan yang signifikan dibanding Beat. Meskipun memang secara rasio kompresi mesin, Vario sejak awal sudah ditempatkan di kelas yang lebih tinggi dari Beat.

Tapi sepertinya perbedaan itu belum cukup. Honda masih ingin memberikan sesuatu yang lebih pada Vario, hingga mereka merombak total Vario menjadi 125cc dengan desain bodi yang sama sekali baru. Dimensi, desain, dan bobot bodinya pun jauh berbeda dari Vario karbu.

Setelah itu keduanya sukses… Mereka punya pangsa pasar masing-masing… Tidak saling berebut peminat.

Tapi… Sayup-sayup AHM mendengar bahwa ada sebagian dari peminat Vario yang merindukan desain klasiknya. Yaitu desain yang digunakan oleh Vario pada generasi awal ketika masih bermesin karburator.

Singkat cerita, AHM merilis kembali Vario 110 dengan desain yang mendekati model lawas. Tapi tidak sama persis dengan versi pertamanya karena situasi di dunia persilatan tentunya sudah banyak berubah. Jelas AHM harus berimprovisasi, harus menyesuaikan diri dengan jaman yang terus beredar. Maka Vario 110 pun dibuat dari basis mesin Beat, bukan dari mesin Vario karbu generasi awal.honda vario 110 fi esp

Tapi pun begitu, Honda tetap tidak mau mensejajarkan Vario 110 dengan Beat secara sama rata-sama rasa. Mereka tetap dibuat “berbeda”… Vario tetap ditempatkan pada kelas yang sedikit di atas Beat melalui kesenjangan fitur. Misale saja di sektor lampu, sistem alarm, dan model kunci kontaknya.

Iya Om… Vario 110 FI menggunakan dua buah lampu utama berjenis Light Emitting Diode (LED), sedangkan Beat hanya diberikan satu lampu utama, itu pun jenisnya bohlam biasa. Selain itu, Vario 110 FI juga diberikan fitur alarm (Answer Back System), sedangkan Beat tidak. Masih ada lagi perbedaannya… Cara buka jok Vario 110 lebih praktis melalui kunci kontak, sementara Beat menganut model konvensional dengan lubang mekanis di area bawah jok samping kiri.

honda beat esp
Honda Beat eSP FI

Jadi judulnya Vario dibuat lebih mewah dari Beat, meskipun tidak seberapa mewahnya. Itulah kenapa ada kesenjangan harga Vario 110 FI vs Beat FI, karena keduanya memang sengaja dibuat “berbeda”.

Sebagai gambaran… Di pasar motor bekas di sekitaran Bekasi, harga Vario 110 FI masih mampu bertahan di kisaran Rp10 jutaan – Rp11 jutaan. Sedangkan Beat hanya berkisar Rp9 jutaan saja. (Viva, 20/2/2019).

Itu gambaran sekilas tanpa membahas kondisi dan tahun pembuatan si motor bekas yang dimaksud.

Kemudian jika kita bicara perkara harga baru, Vario 110 FI eSP saat ini di banderol Rp Rp16,925 juta. Sedangkan salah satu seri Beat hanya Rp Rp15,55 juta. Ada selisih harga sekira Rp1,4 jutaan. (Mtb).

2 tanggapan untuk “Kenapa Vario 110 Lebih Mahal dari Beat…?? Begini Penjelasannya…

  • 8 Maret 2019 pada 16:03
    Permalink

    Bukan real value intinya.
    Lebih ke arah brand value. Demi Vario yg kelasnya harus diatas Beat. Kalo market tidak se oligopoli seperti di Indo gini, gimmick merek biasanya tidak laku

    Balas
    • 8 Maret 2019 pada 22:15
      Permalink

      Betul Om…

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: