Kenapa Motor Suzuki Kurang Diminati?? Salah Strategi

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb akui memang Mtb belum pernah punya pengalaman memiliki motor Suzuki. Namun jika membaca dari banyak review, Mtb bisa menyimpulkan bahwa ketahanan mesin motor Suzuki sejatinya mumpuni. Tapi kenapa motor Suzuki kurang diminati konsumen??

Advertisement

Serius, Om Bro… banyak review yang menyebutkan bahwa kualitas Suzuki vs Yamaha masih lebih baik ketimbang Honda yang notabene menjadi penguasa pasar di Indonesia. Khususnya dalam hal kualitas bodi plastik & finishing cat. Bahkan jika melihat review Shogun Kebo di masa lalu dan GSX 150 Series di jaman now, Mtb berani katakan bahwa kualitas mesin motor Suzuki lebih unggul dibanding kedua kompetitornya.

Suzuki GSX150 Bandit

Belum lagi jika menyinggung kisah Tornado yang sering menang balapan di jamannya…

Yup… CDI Shogun Kebo terkenal nyaris tanpa limiter… Sedangkan GSX 150 Series tahan di geber hingga 13.000 rpm dengan tetap smooth.

Singkatnya, ketangguhan motor Suzuki tersebut tidak mungkin tercipta jika material motor Suzuki tidak mumpuni… Artinya, mesin yang sanggup di geber tinggi pastinya punya daya tahan dan durabilitas yang tinggi pula.

Namun kembali lagi, kenapa motor Suzuki kurang diminati??

Dulu sewaktu Mtb masih tinggal di Tigaraksa, Tangerang (2012-2014), Mtb pernah dikasih tahu oleh Aa Yana, punggawa bengkel Mulyana Jaya, bahwa Suzuki hampir selalu menggunakan mesin baru pada setiap motor barunya.

Sekilas sepertinya hal itu menjadi suatu kelebihan motor Suzuki dibanding kelebihan dan kekurangan motor Yamaha dan Honda. Suzuki terkesan “tidak hanya ganti baju” ketika menggelontorkan produk baru ke pasaran.

Tapi apa akibatnya??

Suzuki jadi tidak bisa menggunakan strategi common part pada banyak produknya. Yang akibatnya, Suzuki jadi terkesan “malas” memproduksi spare part untuk mendukung layanan aftersalesnya.

Dan ketika sudah seperti itu, maka lambat laun… pelan tapi pasti… produk-produk Suzuki mulai di tinggal konsumen. Hingga sekarang kita bisa lihat, jumlah populasi motor Suzuki di jalanan hanya seuprit… Padahal di tahun 2005, angka penjualan Suzuki masih menempel Yamaha. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, (konon) penjualan Suzuki justru di atas Yamaha.

Dan masa-masa itu Mtb saksikan langsung dimasa kejayaan Shogun Kebo, Tornado, RGR150 dan lain-lain…

Selain apa yang Mtb lihat langsung, artikel lama Lek Iwanbanaran edisi 1/10/2011 juga menjadi salah satu buktinya. Menurut Lek Iwb, Suzuki pada dekade 1990-an telah menjadi brand yang cukup disegani dengan produk RGR150SS, Suzuki Crystal, Tornado dan lain-lain yang laris manis kala itu.

Yup… mesin bandel dan performa handal Suzuki kala itu amat mumpuni di kelasnya masing-masing.

Setelahnya, pada dekade 2000-an pun Suzuki punya Thunder 250 dan FXR 150R yang secara mutu produk mustinya sangat mampu untuk bersaing dengan para kompetitornya. Namun, penyakit Suzuki yang tidak serius dalam memelihara jaringan 3S-nya sejak dekade 1990-an mulai sangat dirasakan oleh banyak konsumen.

Iya… spare part Suzuki terkenal mahal dan sulit didapatkan.

Sebenarnya soal harga part original yang mahal bisa saja tidak masalah bagi penggemar sejati produk-produk Suzuki. Tapi ketika sudah bicara perkara sulitnya inden spare part, maka secinta apa pun seseorang pada motor Suzuki, tetap saja lambat lain cintanya akan luntur.

Advertisement

Lek Iwb juga menceritakan bagaimana sulitnya mendapatkan piston RGR… Juga bagaimana sulitnya mendapatkan lampu sein FXR150R. Bahkan yang lebih gila lagi, part original lampu sein itu pun tidak bisa di pesan dengan alasan yang tidak jelas.

Demikian juga dengan si gambot model touring, Suzuki Thunder 250R. Banyak yang mengeluhkan susahnya mendapatkan spare part motor tersebut. Bukan soal mahalnya, karena kalau soal mahal, Honda Tiger pun sparepartnya mahal. Tapi Tiger keberadaan sparepartnya berlimpah (kala itu).

Itu yang bikin pusing pemilik Thunder 250…

Malahan hingga sekarang, Mtb mendapat informasi bahwa para pemilik motor Suzuki lebih mengandalkan club motornya dibanding pabrikan resmi dalam hal pemeliharaan.

Tidak cukup sampai era Thunder 250 saja… Masalah pendeknya siklus edar dan sulitnya sparepart motor Suzuki pun terus berlanjut hingga era imperium motor skutik menjelang sampai masuk medio 2000-an. Di era itu, Suzuki pernah melahirkan Spin 125, Skywave 125, Skydrive 125, Hayate 125, Nex, Let’s, hingga sekarang Address & Nex II.

Suzuki Spin 125 SR
Suzuki Skydrive 125
Suzuki Address Stronger Red
Suzuki Nex
Suzuki Nex II

Tapi apa…??

Statistik penjualan Suzuki tidak pernah mendekati Yamaha, apalagi Honda. Sempat juga sih Spin 125 membayangi Yamaha Mio. Namun begitu, pada akhirnya dia dianggap gagal dan digantikan oleh Suzuki Nex yang secara kubikasi mesin lebih kecil dari Spin.

Kala itu, Suzuki Spin menjajal peruntungan dengan kapasitas mesin yang lebih besar dari Honda BeAT dan Yamaha dengan Mio.

Yup… Spin, Skywave, Skydrive, Hayate… semuanya bermesin 125cc.

Tapi nyatanya, Skywave dan Skydrive harus discontinue pada tahun 2011 dan 2014.

Dan anehnya, strategi cc besar dari Suzuki yang sudah terbukti gagal itu malah ditiru oleh Yamaha. Coba deh Om Bro perhatikan… rata-rata kapasitas mesin Yamaha secara real (detail) lebih besar dibanding Honda (pada kelas yang sama).

Tapi untuk Yamaha, Mtb kira masalahnya bukan pada jaringan 3S seperti Suzuki. Mtb melihat kelemahan Yamaha berada pada produknya yang getar dan keras…

Yo wis, balik lagi ke Suzuki…

Pihak Suzuki mengklaim bahwa penggantian produk secara cepat merupakan strategi untuk mengikuti tren dunia persilatan motor. Jadi menurut mereka, keputusan penghentian produk-produknya adalah suatu evaluasi jika angka penjualannya tidak mencapai target atau produk bersangkutan telah tidak memenuhi aturan pemerintah.

Tapi ya itu tadi… Strategi cepat gonta-ganti produk nyatanya dianggap tidak konsisten dan malah tidak disukai oleh banyak orang. Konsumen lebih menginginkan jaminan aftersales, utamanya dalam hal ketersediaan dan harga sparepart. (Mtb – Kenapa motor Suzuki kurang diminati?).

9 Motor Inovatif Suzuki vs 7 Strategi Sukses Yamaha

Penjualan Motor Honda vs Yamaha vs Suzuki 2005 – 2019

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *