Kenapa Insentif Grab Tidak Cair? Salah Satu Hal Berikut Ini Penyebabnya

Motorisblog.com – Kenapa insentif Grab tidak cair? Om Bro…!! Ada kasus baru yang Mtb temukan perkara insentif Grab, khususnya Grab Bike. Hal tersebut bisa saja menjadi ancaman tidak cairnya insentif bagi Om Bro driver Grab sekalian. Mtb katakan demikian karena kasus ini tergolong langka dan sangat jarang Mtb temukan dari sumber manapun. Dan menurut dugaan sementara Mtb, kejadian ini lebih condong pada kesalahan sistem ketimbang perkara pelanggaran kode etik.

Kemarin, tanggal 18 April 2018, Mtb baru saja mendapati bahwa salah satu trip Mtb tidak tercatat pada riwayat insentif Grab. Dan hal ini tentunya berbahaya jika kita tidak teliti. Bisa saja insentif Mtb tidak cair karena jumlah target perjalanan di anggap kurang, padahal semua pekerjaan tercatat pada data riwayat perjalanan.

Om Bro…!! Ada setumpuk aturan / kode etik yang harus kita patuhi demi meraih insentif driver Grab. Tapi Mtb yakin, jarang sekali diantara Om Bro driver yang memperlajari seluruh kode etik Grab secara mendalam. Termasuk Mtb sendiri juga merupakan salah satu orang yang tidak mempelajari kode etik Grab hingga detail. Mtb hanya membaca sekilas, setelah itu on bid,, ngetrip dan seterusnya…

Om Bro… Meskipun ada banyak aturan yang harus dipahami oleh kita sekalian sebagai driver Grab, namun sejatinya hanya ada beberapa hal menonjol saja yang dapat mengakibatkan tidak cairnya insentif, bahkan dapat berakibat pada pembekuan akun. Poin-poin tersebut adalah order fiktif, salah titik jemput / antar, penumpang langganan dan lupa “memulai” pekerjaan pada aplikasi.

Hokeh… kita bahas satu-persatu…

KENAPA INSENTIF GRAB TIDAK CAIR?

. Order fiktif
Ini poin paling berat yang dapat berakibat pada suspend / pembekuan permanen akun grab driver. Bahkan beberapa kasus yang Mtb lihat diberita televisi, perkara order fiktif bisa sampai masuk ke ranah pidana karena merupakan pelanggaran hukum. Namun begitu, kita sebagai driver Grab pun tidak tahu algoritma Grab seperti apa dan bagaimana cara sistem Grab dalam mendeteksi order fiktif. Karena itulah kadang driver yang jujur pun bisa terkena pembekuan akun atas kesalahan yang tidak dilakukan atau pun dilakukan tanpa disengaja.

Tapi ada titik poin terberat dalam hal order fiktif sampai di pidanakan oleh pihak Grab, yakni bahwa ponsel si driver telah di root dan di modifikasi sedemikian rupa untuk benar-benar melakukan kecurangan.

Jika bicara secara prediktif, Mtb sudah banyak membahas hal-hal seperti ini di blog ini. Misalnya saja, Mtb pernah bahas soal kesan Grab menipu mitra, cara Grab mendeteksi driver curang dan lain-lain. Om Bro bisa melihatnya pada bagian artikel terkait di bawah nanti atau bisa juga langsung ke kotak pencarian blog ini.

. Laporan dari konsumen kepada server Grab
Ini juga merupakan poin yang cukup berat bagi Mtb. Pasalnya, yang namanya aduan kan sebetulnya belum tentu benar. Ada kalanya hal kecil pun di besar-besarkan… Tapi yang namanya aplikator itu biasanya tidak peduli apa pun kronologis masalahnya. Yang penting begitu ada aduan dari konsumen ya langsung saja driver diberikan sanksi.

. Salah titik jemput / titik antar
Ini pernah Mtb alami pada saat masih baru-barunya Mtb aktif menjadi driver Grab Bike. Mtb kena sanksi pembekuan insentif selama satu hari karena menekan tombol mulai dan selesai, jauh dari titik di map. Maklum saat itu Mtb belum faham betul…

. Penumpang yang sama dalam satu hari
Ini pun akibat kurang pemahaman… Namanya masih baru, Mtb senang saja saat menerima order dari orang yang sama dalam satu hari. Saat itu Mtb belum tahu bahwa hal itu dianggap melanggar kode etik dan dapat berakibat pembekuan insentif selama tiga hari.

Permasalahan yang memusingkan Mtb saat itu adalah bahwa dikampung Mtb ini driver dan customernya masih sedikit. Masih yang itu-itu saja… Jadi sangat mungkin untuk driver dan customer bertemu lebih dari satu kali dalam satu hari.

Syukur Alhamdulillah sekarang di daerah Mtb sudah mulai banyak driver dan konsumennya…

Tapi pun begitu, sebenarnya penumpang yang sama dalam satu hari pun bisa saja tidak termasuk dalam pelanggaran jika sebelumnya telah terselang oleh driver lain. Misalnya, pagi order ke driver A, siangnya masuk order ke drive B, kemudian sore hari order masuk lagi ke driver A. Itu tidak jadi masalah karena sudah ada penyela driver B di antara kedua order.

. Menekan tombol mulai dan selesai di satu lokasi
Ini juga Mtb pernah alami gegara lupa memulai aplikasi di titik jemput. Saat itu Mtb beranikan diri untuk berspekulasi dan menekan tombol mulai serta selesai sekaligus di lokasi antar. Tapi apa… ternyata esok harinya Mtb tidak masuk zona insentif selama lima hari….

. Pekerjaan ada pada riwayat perjalanan tapi tidak masuk ke dalam riwayat insentif

Poin inilah yang utama yang akan Mtb bahas pada artikel kali ini…

Pertama Mtb sudah merasa lega saat riwayat perjalanan menunjukkan angka 13 dimana Mtb akan meraih insetif Rp150,000. Lumayan kan, Om Bro? Tapi kemudian Mtb terkejut saat cek skema insentif, ternyata hanya ada 12 perjalanan saja yang memenuhi syarat. Akhirnya Mtb on trip lagi hingga punya riwayat pekerjaan sebanyak 14 trip dan masuk zona insentif sebanyak 13 trip.

kenapa insentif grab tidak cair

kenapa insentif grab tidak cair

Ini aneh menurut Mtb… padahal semua perjalanan berada di jam insentif, tapi kok salah satunya tidak masuk ke dalam syarat insentif. Mtb penasaran… Mtb cek ulang, membandingkan antara data di skema insentif dan data riwayat perjalanan. Dan ternyata benar, ada salah satu perjalanan Mtb pada pukul 12:47 yang tidak masuk zona insentif.

kenapa insentif grab tidak cair

Bahayanya adalah… jika Om Bro mengalami kejadian seperti Mtb dan Om Bro tidak teliti, maka insentif Om Bro jadi tidak memenuhi syarat. Sayang kan… sudah on trip dari pagi sampai malam tapi insentif hangus karena kesalahan sistem… Jadi nantinya timbul pertanyaan, “kenapa insentif Grab tidak cair?”

Jadi, kesimpulanya sih tetap teliti. Pastikan riwayat perjalanan yang tercatat pada skema insentif sesuai dengan data riwayat perjalanan. (Mtb – Kenapa insentif Grab tidak cair).

4 tanggapan untuk “Kenapa Insentif Grab Tidak Cair? Salah Satu Hal Berikut Ini Penyebabnya

  • 23 April 2018 pada 06:06
    Permalink

    Nuhun sharing elmu na Kang.. Emang kode etik males maca na oge basa ngawitan ngaGrab mah. Pami langsung praktek di tkp mah langsung berapa na emutan

    Balas
    • 24 April 2018 pada 02:43
      Permalink

      Pami tiasa mah sing seu eur sharing pengalaman sareng driver anu sanes. Janten tiasa belajar dari kesalahan sendiri dan kesalahan orang lain.

      Hatur nuhun tos linggih kana blog anu sakieu-kieuna.

      Balas
  • 14 September 2018 pada 22:05
    Permalink

    Klo saya tidak mendapatkan insentif karena lokasi insentif saya di Surabaya padahal saya tinggal di Tulungagung bagaimana solusinya, saya pengenya insentif susuai dikota tempat saya tinggal

    Balas
    • 14 September 2018 pada 23:06
      Permalink

      Kalo kasus gitu, harus mutasi akun, Om. Datang ke kantor Grab Tulungagung. Soale kalo mutasi harus ke kantor langsung.

      Umpama di Tulungagung ngga ada kantornya, cari informasi kantor mana yang manangani wilayah Tulungagung?

      Contoh di area saya, Banjar + Ciamis juga kantor regionalnya ada di Tasikmalaya. Jadi, kalo Driver Banjar/Ciamis ada kendala berat, ya harus datang ke Tasik. Gitu, Om…

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: