Kenaikan Tarif Ojek Online 2019 (Tarif Ojek Online Terbaru 2019)

Motorisblog.com – Om Bro…!! Aplikator layanan transportasi berbasis daring, Grab menyatakan persetujuannya akan kenaikan Tarif ojek online 2019 yang diperluas. Bukan hanya di Jabodetabek saja, tapi mencakup (katakanlah) seluruh wilayah di Indonesia.

Yup… Bener pisan Om… Grab telah menyetujui kebijakan perluasan tarif ojek online terbaru 2019 yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan. Mereka juga menyatakan akan menyesuaikan algoritma dan GPS pada sistem aplikasinya agar sesuai dengan tarif yang telah ditentukan.

Selain itu, pihak Grab pun menyatakan akan melakukan sosialisasi pada para drivernya akan adanya tarif baru ojek online 2019. Menurut mereka,, setelah melalui tahapan survei selama bulan Mei 2019 yang lalu,, kenaikan tarif ojek online Grab telah berpengaruh positif terhadap pendapatan driver. Pendaparan driver mengalami peningkatan dikisaran 20-30% dengan jumlah pesanan yang tetap stabil.

Nah loh ya… Jadi jika beberapa waktu ke belakang Mtb pernah menciduk adanya kekhawatiran akan menurunnya jumlah pesanan akibat tarif ojek online mahal, sekarang perlu dipertanyakan lagi kekhawatiran tersebut. Faktanya pihak Grab menyatakan bahwa jumlah order tetap stabil meskipun tarif ojek online naik.

Lagi pula jika ada yang menganggap mahal,, Mtb rasa tidak juga ya Om… Pasalnya, setahu Mtb tarif baru ojek online masih tetap lebih murah dibanding tarif ojek konvensional. Nih buktinya,,

Tarif Ojek Online Terbaru 2019 Agustus

Zona 1
. Sumatera, Bali, Jawa (kecuali Jabodetabek)
. Tarif minimum Rp7.000 – Rp10.000
. Tarif per-km Rp1.850 – Rp2.300

Zona 2
. Jabodetabek
. Tarif minimum Rp8.000 – Rp10.000
. Tarif per-km Rp2.000 – Rp2.500

Zona 3
. Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku dan lainnya
. Tarif minimum Rp7.000 – Rp10.000
. Tarif per-km Rp2.100 – Rp2.600

Dilihat dari data di atas,, tampak jelas bahwa angka Rp10.000 itu hanya menjadi batas tarif atas. Artinya jika pun dirasa nominal Rp10.000 terlalu mahal, pihak aplikator masih bisa menetapkan tarif pada batas bawah, yakni Rp7.000 – Rp8.000.

Sementara di kota kecil tempat dulu Mtb on bid, tarif ojek konvensional untuk jarak dekat adalah Rp15.000. Jika pun si penumpang keukeuh menawar, paling kena murahnya Rp10.000. Jadi jelas, tarif ojek online saat ini masih tetap murah meskipun telah mengalami kenaikan.

Asli Om… Dulu Mtb sering merasa sedih ketika Mtb masih aktif menjadi driver ojol full time. Lah gimana ngga sedih Om… Kebanyakan order yang masuk ialah perjalanan jarak dekat yang tarifnya hanya Rp4.000. Itu pun masih dipotong oleh aplikator sebesar 20%,, yang artinya secara pendapatan yang Mtb terima sebenarnya hanya Rp3.200.

Lah dijaman now ini duit tiga rebu dua ratus dapat apa Om…?? Belum lagi berapa bensin yang harus Mtb keluarkan untuk perjalanan tersebut?? Pokoke intinya ngga realistis lah Om…

Ini maaf nih Om… Bukannya kita ngga bersyukur,, tapi jika nominalnya ngga masuk akal kayak gitu ya gimana sih??

Tapi kan ada insentif??

Lah itu kan bonus Om… Bisa dapat, bisa juga tidak. Jika pun dapat, di kota kecil tempat Mtb ini harus full onbid dari pagi-pagi buta sampai malam supaya target poinnya tercapai. Apa ngga jadi seperti sapi perah?? Sementara jika kita onbid dari pagi sampai sore selayaknya jam kerja normal, penghasilannya ngga layak untuk mencukupi kebutuhan keluarga…

Dengan kata lain, adanya insentif tersebut justru malah terkesan seperti sebuah pembodohan agar driver mau di peras tenaganya.

Maka itulah sejak awal menjadi driver ojek online,, Mtb selalu berfikiran / menginginkan tarif yang masuk akal ketimbang iming-iming insentif yang membodohi. Syukurlah sekaran keinginan Mtb dan kawan-kawan driver yang lain terpenuhi dengan adanya kenaikan tarif yang baru.

Tapi kenapa Mtb masih pernah mendengar ada kawan driver yang justru tidak suka dengan adanya kenaikan tarif?? Asli Om… Mtb pernah mendengar ada teman driver yang mengatakan bahwa order jadi sepi gegara tarif naik…

Iya itu biasa Om… Sudah biasa ketika ada kenaikan harga,, permintaan akan ada penurunan. Bukan hanya dalam dunia persilatan ojol saja,, di dunia jual beli pun ada kecenderungan seperti itu. Tapi seiring waktu,, jumlah order akan kembali stabil setelah konsumen terbiasa dengan harga baru. Jadi intinya cuma masalah waktu. Cuma masalah kebiasaan… Nantinya mereka pun akan terbiasa dengan tarif baru.

So,, kita berfikir rasional saja… Kita kerja jadi driver ojek online dengan tarif yang manusiawi… Bukan dengan nominal insentif yang justru membebani badan lantaran jam kerja harus habis-habisan.

Itu sedikit keluh kesah Mtb saat dulu masih aktif ngojol… Sekarang kita kembali pada perkara penetapan tarif baru oleh Kemenhub.

Kementerian Perhubungan disebut akan menetapkan tarif baru ojek online di 180 kabupaten / kota di Indonesia. Saat ini sudah ada 82% wilayah yang mengalami penyesuaian tarif. Jadi tinggal 18% lagi yang belum.

Penentuan tarif baru itu sendiri sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019. (Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia – DetikOto, 9/8/2019).

Jadi sekali lagi Mtb katakan,, keputusan Grab dalam menaikkan tarif sesuai regulasi di atas merupakan tindakan yang sangat tepat. Tepat karena telah memanusiakan para driver dengan tarif yang manusiawi. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: